
{"id":85790,"date":"2024-06-04T13:15:17","date_gmt":"2024-06-04T06:15:17","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=85790"},"modified":"2024-06-04T20:32:24","modified_gmt":"2024-06-04T13:32:24","slug":"sebut-tahun-2045-penduduk-indonesia-70-persen-ada-di-kota-jokowi-ingatkan-pentingnya-perencanaan-tata-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/sebut-tahun-2045-penduduk-indonesia-70-persen-ada-di-kota-jokowi-ingatkan-pentingnya-perencanaan-tata-kota\/","title":{"rendered":"Sebut Tahun 2045 Penduduk Indonesia 70 Persen Ada di Kota, Jokowi Ingatkan Pentingnya Perencanaan Tata Kota"},"content":{"rendered":"<p><strong>BALIKPAPAN, fornews.co &#8211;<\/strong> Perencanaan tata kota yang baik sangat penting seiring peningkatan kepadatan penduduk di wilayah perkotaan. Karena, pada tahun 2045 mendatang, 70 persen penduduk Indonesia akan ada di perkotaan.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII Tahun 2024 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (04\/06\/2024).<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dunia di tahun 2050, 80 persen penduduk dunia ini akan ada di kota, di perkotaan. Apa yang akan terjadi? Beban kota akan menjadi sangat berat. Oleh sebab itu, juga sudah sering saya sampaikan rencana kota secara detail itu harus dimiliki setiap kota di Indonesia,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Jokowi berharap, kota-kota di Indonesia menjadi kota yang layak huni, bukan jadi seperti di Eropa dan Amerika, yang mencekam karena tingginya tingkat pengangguran dan tunawisma.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin menjadikan semua kota itu <em>livable<\/em>, nyaman dihuni dan juga <em>lovable<\/em>, orang yang berkunjung ke sana senang pengen kembali berkunjung, dan orang yang tinggal di situ juga sangat mencintai kotanya karena kotanya memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakatnya,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Kemudian, jelas Jokowi, nantinya sebagian kota-kota di Indonesia bakal mengalami kepadatan hingga kemacetan. Jadi, sebaiknya mulai menyiapkan rencana pembangunan transportasi massal untuk mengurangi kemacetan.<\/p>\n<p>Saat ini, sambung Presiden, ada moda transportasi massal baru yang biaya pembangunannya cukup ekonomis, yaitu Autonomous Rapid Transit (ART). Moda ini merupakan transportasi publik seperti kereta yang terdiri dari satu sampai tiga gerbong yang melaju menggunakan lintasan magnet.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti, bila ada yang APBD-nya punya kemampuan, sebaiknya untuk berbicara dengan Menteri Perhubungan. Bisa bagi-bagi, <em>fifty-fifty,<\/em> APBD 50 persen, APBN 50 persen, misalnya. Kalau tidak, 10-20 tahun yang akan datang semua kota akan macet. Enggak percaya, kita lihat nanti, kalau enggak kota-kota siap dan menyiapkan diri mengenai transportasi massalnya,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Jokowi juga mengingatkan soal konsep kota masa depan, yang menurutnya bukanlah kota yang di wilayahnya dibangun gedung-gedung tinggi (high rise building), melainkan kota yang ramah pejalan kaki, ramah terhadap penyandang disabilitas, ramah terhadap pesepeda, serta ramah terhadap Perempuan dan anak.<\/p>\n<p>\u201cKota ini memang harus harus <em>green<\/em>, harus <em>smart<\/em>, dan harus <em>friendly<\/em>. Jangan sampai membangun kota semakin banyak beton yang didirikan. Ada trotoar semua <em>paving block<\/em>, ada mestinya sekarang ini penggunaan <em>paving grass<\/em> akan lebih baik, akan lebih hijau, ada pedestrian enggak ada pohonnya, sehingga kita ini negara tropis, panas, sehingga enggak ada yang mau yang berjalan kaki. Karena tidak ada peneduhnya. Oleh sebab itu, kehijauan itu ke depan akan sangat menjadi perhatian semua kota,\u201d pesan dia dihadapan wali kota di seluruh Indonesia ini. (kaf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN, fornews.co &#8211; Perencanaan tata kota yang baik sangat penting seiring peningkatan kepadatan penduduk di wilayah perkotaan. Karena, pada tahun 2045 mendatang, 70 persen penduduk Indonesia akan ada di perkotaan. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII Tahun 2024 di Kota Balikpapan, Kalimantan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85791,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[23634,26865,26866,26867,26868,9035],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/IMG_20240604_195430.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-mjI","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85790"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85790"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85792,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85790\/revisions\/85792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}