
{"id":85843,"date":"2024-06-07T10:14:06","date_gmt":"2024-06-07T03:14:06","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=85843"},"modified":"2024-06-08T07:28:41","modified_gmt":"2024-06-08T00:28:41","slug":"setelah-perjanjian-giyanti-kasultanan-jogjakarta-mendirikan-16-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/setelah-perjanjian-giyanti-kasultanan-jogjakarta-mendirikan-16-masjid\/","title":{"rendered":"Setelah Perjanjian Giyanti Kasultanan Jogjakarta Mendirikan 16 Masjid"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>JOGJA, fornews.co<\/b> \u2013 Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755 Pangeran Mangkubumi menjadi raja Jogjakarta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kasultanan Jogjakarta yang merupakan kerajaan periode akhir di pulau Jawa mulai membenahi karaton termasuk membangun masjid dan menata sistem pemerintahan yang diterapkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/masjid-kotagede-yogyakarta-wujud-konsep-dari-sunan-kalijaga\/\">Masjid Besar Mataram Kotagede Yogyakarta Wujud Konsep dari Sunan Kalijaga<\/a><\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Tata Kota Jogjakarta menunjukkan tatanan yang memiliki nilai strategis sosial, ekonomi, keagamaan dan pertahanan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Namun, Raja pertama Jogja itu masih mempraktekkan peraturan perundangan yang pernah diberlakukan sebelum Mataram Islam menjadi dua. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Peraturan perundangan tersebut berkaitan dengan agama dan kehidupan masyarakat. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat akan diselesaikan di Pengadilan Surambi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Pengadilan Surambi atau Pengadilan Hukum dalam bahasa Jawa disebut <i>Hukum Ndalem ing Surambi<\/i>. Pengadilan ini diketuai oleh seorang penghulu bergelar Kiai Penghulu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dalam bekerja, Kiai Penghulu dibantu 4 orang anggota Pathok Nagari. Mereka bertugas membantu penghulu dan hakim. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Meski Pathok Nagari adalah jabatan terendah dalam istana, namun, memiliki peran yang sangat penting.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/awalnya-bernama-masjid-gede-yogyakarta\/\">Awalnya Bernama Masjid Gede Yogyakarta<\/a><\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Penulis buku berjudul \u201cMasjid Pathok Negara\u201d, Octo Lampito, yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyebut Kasultanan Jogjakarta telah membangun 16 masjid terbagi menjadi 3 tingkatan, yakni Masjid Agung, Masjid Pathok Negara dan Masjid Kangungan Dalem.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Keenambelas masjid tersebut memiliki kesamaan bergaya arsitektur tradisional Jawa. Namun, pembangunan Masjid Pathok Negara dan Masjid Kagungan Dalem, bentuknya wajib meniru Masjid Gede.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Seluruh masjid yang dibangun terdapat mihrab, bedug dan kentongan, serta mahkota di atap masjid.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Masjid Gede Jogjakarta merupakan masjid pertama yang didirikan Kasultanan Mataram Jogja. Masjid ini menjadi acuan pembangunan masjid Pathok Negara dan Kagungan Ndalem.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Keenambelas masjid tersebut, yaitu Masjid Agung atau Masjid Gede Jogjakarta yang terletak di Kauman, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Masjid Pathok Negara, yaitu Masjid Mlangi, Masjid Ploso Kuning, Masjid Babadan, Masjid Dongkelan dan Masjid Wonokromo.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Selain Masjid Agung dan Masjid Pathok Negara, juga dibangun Masjid Kagungan Dalem yang berjumlah 10 masjid.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kesepuluh Masjid Kagungan Dalem, yaitu Masjid Nitikan, Masjid Pakuncen, Masjid Masjid Rejodani, Masjid Tawangsari, Masjid Wotgaleh, Masjid Kepatihan, Masjid Lempuyangan, Masjid Blunyah, Masjid Keris dan Masjid Karangkajen.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/misteri-perang-dipnegoro-1\/\">Masjid Gedhe Kauman Simbol Kekuatan Penerus Darwis<\/a><\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Fungsi Masjid<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Selain berfungsi religius untuk tempat beribadah bagi umat Islam, masjid-masjid tersebut juga memiliki fungsi politis, kemasyarakatan, dan edukatif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Fungsi politis karena sebagai tempat Pengadilan Surambi atau sering disebut <i>Al Mahkamah Al Kabirah<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Fungsi Kemasyarakatan karena juga sebagai tempat <i>Ijab Qabul<\/i>, pelepasan jenazah, pusat kebudayaan dan majelis taklim.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Fungsi Edukatif karena sebagai tempat belajar atau sebagai pusat pemukiman bagi para santri maupun komunitas masyarakat dan pesantren.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Sebagai agama resmi Kasultanan Mataram Jogjakarta, masjid menjadi pusat syiar agama Islam di wilayah Ibukota Kerajaan dan Negara Agung.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Selain itu juga sebagai pusat pertahanan rakyat dan implementasi <i>mancapat mancalima<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/kiai-haji-achmad-dahlan-dituding-merubah-dasar-dasar-agama\/\">Kiai Haji Achmad Dahlan Dituding Merubah Dasar-dasar Agama<\/a><\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat adalah sumber filosofi, spiritual, nilai-nilai etika moral, dan pelbagai aspek seni dan budaya yang menginspirasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kasultanan Jogjakarta memiliki berbagai falsafah hidup, kisah perjuangan melawan kolonialisme, teladan kepemimpinan, penciptaan berbagai bentuk kesenian, tosan aji, upacara adat, kuliner, gaya arsitektur serta maha karya adiluhung.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Bahkan, Kasultanan Jogjakarta menjadi sumber kekayaan budaya yang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan jaman.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Salah satu sumber ajaran moral baik dari Kesultanan maupun Kadipaten terpancar dari keberadaan masjid,\u201d terang Octo. (<b>adam<\/b>) <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Copyright \u00a9 Fornews.co 2023. All rights reserved. <\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co \u2013 Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755 Pangeran Mangkubumi menjadi raja Jogjakarta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana. Kasultanan Jogjakarta yang merupakan kerajaan periode akhir di pulau Jawa mulai membenahi karaton termasuk membangun masjid dan menata sistem pemerintahan yang diterapkan. Baca:\u00a0Masjid Besar Mataram Kotagede Yogyakarta Wujud Konsep dari Sunan Kalijaga Tata Kota Jogjakarta menunjukkan tatanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":85844,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/masjid.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-mkz","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85843"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85843"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85845,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85843\/revisions\/85845"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}