
{"id":85857,"date":"2024-06-08T22:19:58","date_gmt":"2024-06-08T15:19:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=85857"},"modified":"2024-06-19T18:51:01","modified_gmt":"2024-06-19T11:51:01","slug":"bahaya-bullying-akibatkan-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/bahaya-bullying-akibatkan-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Bahaya! Bullying Akibatkan Bunuh Diri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>JOGJA, fornews.co<\/b> \u2013 Seorang peneliti Psikologi UGM mengungkapkan hampir 90 persen sekolah di Indonesia mengalami kasus perundungan atau <i>bullying<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Perilaku perundungan atau <i>bullying<\/i> seperti penghinaan, mencela, mengancam, fitnah, dan pelecehan, hingga kekerasan fisik, telah menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/bahaya-bullying-akibatkan-bunuh-diri\/\">Bahaya! Bullying Akibatkan Bunuh Diri<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Ada seorang profesor yang mengatakan <i>bullying<\/i> tidak bisa dihilangkan. Terima saja sebagai bagian dari budaya kita,\u201d seloroh Novi Poespita Candra, S,Psi, M.Psi, Ph.D, Psikolog, Sabtu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Hal itu disayangkan Novi saat menjadi narasumber Workshop Parenting yang kedua bertema \u201cPerlindungan Anak dari Kekerasan Verbal: Perundungan\u201d digelar oleh Yayasan Rumah Impian Indonesia (Dreamhouse) di Gedung BK3S DIY, Kota Jogja, pada Sabtu, 8 Juni 2024.<\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_85860\" aria-describedby=\"caption-attachment-85860\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-85860\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-85860\" class=\"wp-caption-text\">ANAK-ANAK didik Yayasan Rumah Impian Indonesia membiasakan diri saling berinteraksi baik dalam berbagai kegiatan maupun di luar kegiatan program Dreamhouse. (foto ornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">KPAI mencatat kasus perundungan di Indonesia sepanjang 2023 terdapat 3.800 kasus. Pada Januari hingga Agustus 2023 terdapat 2.355 kasus pelanggaran terhadap perlindungan anak 837 di antaranya terjadi pada lingkup pendidikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kalau kemudian mereka menjadi pribadi yang punya masalah hal itu karena disebabkan oleh ekosistem yang tidak positif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi hal itu? Tanya Novi. Maka, harus diciptakan ekosistem yang positif bagi anak-anak baik di rumah maupun di sekolah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/tanpa-akta-kelahiran-anak-kehilangan-hak-layanan-publik\/\">Tanpa Akta Kelahiran Anak Kehilangan Hak Layanan Publik<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dijelaskan, ekosistem dapat diciptakan dengan tiga syarat yang harus dipenuhi. Tentu saja ekosistem yang memenuhi kodrat-kodrat manusia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Pertama, memberikan ruang rasa ingin tahu secara terus-menerus. Kedua, memberikan ruang untuk dapat selalu kreatif dan berimajinasi. Ketiga, memberikan ruang untuk selalu menciptakan hal-hal yang unik.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Jadi, tidak harus selalu disuruh,\u201d ujarnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Di era digitalisasi seperti sekarang membuat anak-anak dan orang tua kehilangan budaya dialog dan komunikasi. Bahkan, menyebabkan anak-anak kehilangan ekosistem yang positif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Penggunaan gawai yang berlebihan dapat mempengaruhi cara berpikir manusia. Otak menjadi terganggu. \u201cini sudah ada studinya.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Padahal, kata Novi, dengan budaya dialog dan komunikasi akan muncul kasih sayang dan cinta kasih\u2014yang sebenarnya justru dibangun dari dialog dan komunikasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Pentingnya ruang dialog dan komunikasi akan memunculkan kesadaran diri terhadap hal-hal positif untuk menghindari perundungan atau <i>bullying<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Maka, lanjut Novi, agar mereka menjadi anak-anak yang saling menyayangi, saling menghormati, tidak saling menyakiti, dan bertanggung jawab, hanya bisa ditumbuhkan dengan dialog, komunikasi dan kesadaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Temani mereka, biarkan anak-anak mengalami kesulitan dan tantangannya.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Sayangnya, kesadaran diri itu tidak dilakukan. Padahal, sebetulnya sederhana. Tetapi karena tidak dilakukan akibatnya menjadi sulit,\u201d ucapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/celaka-masih-banyak-orangtua-sesatkan-anak\/\">Celaka! Masih Banyak Orangtua Sesatkan Anak<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Berbagai kasus bunuh diri dan kekerasan yang terjadi di Jogja beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius pemerintah setempat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kasus bunuh diri dan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa perguruan tinggi di Jogja menampar citra Daerah Istimewa Jogjakarta sebagai Kota Pendidikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dinas Sosial sendiri mengurusi 24 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dari dalam kandungan hingga meninggal dunia,\u201d ungkap Kepada Dinas Sosial Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Sigit Alifyanto, M.M.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Sigit menyampaikan, peran Dinas Sosial memberikan restorasi sosial untuk mengajak warga masyarakat Jogja kembali kepada nilai-nilai luhur Jawa.<\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_85862\" aria-describedby=\"caption-attachment-85862\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-85862\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-1.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-1-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-1-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-1-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-1-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-85862\" class=\"wp-caption-text\">FOTO bersama peserta Workshop Parenting dan para narasumber. (foto ornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Ada 25 nilai-nilai luhur Jawa, Ngayogyakarta Hadiningrat, di antaranya ketulusan, kejujuran, dan saling tolong-menolong yang akan dikembangkan oleh Dinas Sosial Provinsi DIJ.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Semua itu kembali ke masyarakat. Masyarakat dapat menjadi rul model dan figur yang bagus,\u201d ucapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Selain program-program untuk menjaga anak-anak sebagai generasi emas, Dinas Sosial DIJ telah mengajak kaum muda untuk bergabung dalam berbagai kegiatan sosial.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Kaum muda ditawarkan menjadi relawan sosial seperti siaga bencana, karang taruna, dan pekerja sosial. Mereka dapat magang dan berinteraksi. Dan setelah selesai, ilmunya dapat bermanfaat bagi masyarakat.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dalam sebuah kehidupan, kita biasanya tergantung pada aturan-aturan. Yang perlu kita lakukan adalah perubahan kultur baru,\u201d ujar Novi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Novi mengkritisi budaya saling berkompetisi yang mengakibatkan masyarakat tidak saling percaya satu dengan lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/awas-pola-pengasuhan-menentukan-kualitas-anak\/\">Awas! Pola Pengasuhan Menentukan Kualitas Anak<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Ia meyakini, perubahan dapat dilakukan hanya melalui pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal, namun, juga berinteraksi terutama melalui keluarga.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Novi menyebut pendidikan hari ini hitungannya melulu materialisme. Misalnya, orang tua pendekatannya akademik ke arah tuntutan prestasi. Tetapi, para orang tua tidak membangun keutuhan pribadi atau potensi terhadap anak. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Di sekolah pun demikian. Sekolah hanya disibukkan dengan administrasi, standarisasi, aturan-aturan standar prestasi yang ditentukan oleh kebijakan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Padahal, menurut Novi, untuk dapat merubah kultur baru itu diperlukan cara berpikir baru. Tiap sekolah bukan hanya mengejar akademik atau prestasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Tiap sekolah harus berupaya menumbuhkan potensi terbaik manusia\u2014dan itu bisa mengembalikan lagi kemanusiaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Menurut saya harus ada revolusi pendidikan dan revolusi pembaharuan,\u201d ungkapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/kemiskinan-penyebab-utama-anak-mencari-nafkah-di-jalan\/\">Kemiskinan Penyebab Utama Anak Mencari Nafkah di Jalan<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Founder Yayasan Rumah Impian Indonesia, Sammy Lapodooh, S.S, M.Th., menyebut <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">berdasar catatan Dinas P3AP2 DIY, pada tahun 2023 kasus kekerasan di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) meningkat hingga 414 kasus. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Mayoritas kasus kekerasan terhadap anak dialami oleh anak pada rentang usia 11-17 tahun dan berjenis kelamin perempuan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak 21 kasus kekerasan berbasis online. Korban paling banyak mengalami kekerasan dalam bentuk kekerasan seksual.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Workshop Parenting bertema \u201cPerlindungan Anak dari Kekerasan Verbal: Perundungan\u201d digelar agar para orang tua dapat mengenal dampak buruk <i>bullying<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Workshop Parenting kedua ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Sosial DIY Sigit Aliyanto, M.M, Novi Poespita Candra, S,Psi, M.Psi, Ph.D, Psikolog (Dosen dan Peneliti Fakultas Psikolog UGM), Dr. Sugiyanto (LKKS BK3S) DIY, dan Founder Yayasan Rumah Impian Indonesia, Sammy Lapodooh, S.S, M.Th. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Workshop Parenting kedua yang digelar Yayasan Rumah Impian Indonesia melibatkan 37 orang tua dampingan dari Jogoyudan, Tukangan, Sidomulyo, Tlukan, Wonocatur, dan Kalasan.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Harapannya, agar para orang tua dapat berperan aktif dalam pencegahan <i>bullying<\/i> verbal,\u201d pungkas Sammy. (<b>adam<\/b>)<\/span><\/span><\/p>\n<p>Copyright \u00a9 Fornews.co 2023. All rights reserved.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co \u2013 Seorang peneliti Psikologi UGM mengungkapkan hampir 90 persen sekolah di Indonesia mengalami kasus perundungan atau bullying. Perilaku perundungan atau bullying seperti penghinaan, mencela, mengancam, fitnah, dan pelecehan, hingga kekerasan fisik, telah menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia. Baca:\u00a0Bahaya! Bullying Akibatkan Bunuh Diri \u201cAda seorang profesor yang mengatakan bullying tidak bisa dihilangkan. Terima saja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":85859,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[17104,26898,26881],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-4.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-mkN","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85857"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85857"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85956,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85857\/revisions\/85956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}