
{"id":85864,"date":"2024-06-09T16:49:40","date_gmt":"2024-06-09T09:49:40","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=85864"},"modified":"2024-06-09T22:21:24","modified_gmt":"2024-06-09T15:21:24","slug":"begini-bentuk-dan-dampak-akibat-bullying","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/begini-bentuk-dan-dampak-akibat-bullying\/","title":{"rendered":"Begini Bentuk dan Dampak Akibat Bullying"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>JOGJA, fornews.co<\/b> \u2013 Perilaku perundungan atau <i>bullying<\/i> seperti penghinaan, mencela, mengancam, fitnah, dan pelecehan, hingga kekerasan fisik, telah menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Peneliti sekaligus dosen Fakultas Psikologi UGM, Novi Poespita Candra, S,Psi, M.Psi, Ph.D, Psikolog, mengungkapkan 85-90 persen sekolah di Indonesia mengalami kasus perundungan atau <i>bullying.<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/bahaya-bullying-akibatkan-bunuh-diri\/\">Bahaya! Bullying Akibatkan Bunuh Diri<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dengan mengetahui bentuk dan dampak yang diakibatkan oleh <i>bullying <\/i>para orang tua dapat membuat rencana aksi untuk berperan aktif dalam pencegahan tindakan bullying verbal.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Orang tua juga dapat membuat rencana aksi untuk berperan bagi anak apabila sedang menjadi korban atau pelaku <i>bullying<\/i> verbal.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Selain itu, orang tua dapat mengetahui apa itu <i>bullying <\/i>khususnya secara verbal dan dapat mengidentifikasi dirinya sendiri apakah pernah menjadi korban atau menjadi pelaku bullying verbal dalam praktik pengasuhan. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Bullying menjadi sangat berbahaya. Apa saja bentuk dan dampaknya? Berikut penjelasannya, dikutip dari Yayasan Rumah Impian Indonesia (Dreamhouse). <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Bentuk-Bentuk Bullying:<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Pelecehan Verbal. <\/b>Bentuk Bullying pertama adalah pelecehan verbal. Bullying ini berupa tindakan menghina, mencela, mengancam, atau melecehkan secara verbal korban dengan kata-kata yang merendahkan dan menyakitkan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Pelecehan Fisik<\/b>. Bentuk Bullying kedua adalah pelecehan fisik. Bullying ini melakukan tindakan kekerasan fisik seperti pukulan, tendangan, menjambak rambut, atau menganiaya secara fisik korban.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Pelecehan Sosial<\/b>. Bentuk Bullying ketiga adalah pelecehan sosial. Bullying ini berupa tindakan mengecualikan, mengisolasi, atau menyebarkan gosip dan fitnah tentang korban. Pelaku juga bisa memanfaatkan media sosial atau teknologi untuk menyebarkan pesan negatif tentang korban.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Pelecehan Emosional<\/b>. Bentuk bullying keempat adalah pelecehan emosional. Bullying ini menyebabkan stres, kecemasan, atau ketakutan pada korban melalui ancaman, intimidasi, atau penghinaan. Ini bisa mencakup mengancam untuk melukai korban atau mengancam keselamatan mereka.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/awas-pola-pengasuhan-menentukan-kualitas-anak\/\">Awas! Pola Pengasuhan Menentukan Kualitas Anak<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dampak Bullying:<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Dampak Emosional dan Mental<\/b>. Bullying dapat menyebabkan gangguan emosional dan mental pada korban. Mereka mungkin mengalami kecemasan, depresi, stres, dan kehilangan kepercayaan diri. Bullying juga dapat menyebabkan isolasi sosial, perasaan kesepian, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Masalah Kesehatan Mental<\/b>. Korban bullying memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan suasana hati, dan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Beberapa korban bahkan dapat mengalami pemikiran atau perilaku bunuh diri.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Gangguan Fisik<\/b>. Bullying dapat menyebabkan cedera fisik pada korban, baik secara langsung melalui pelecehan fisik atau secara tidak langsung melalui stres kronis. Cedera fisik dapat berkisar dari lebam, memar, hingga luka yang lebih serius. Selain itu, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit fisik.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Performa Akademik yang Menurun<\/b>. Korban bullying seringkali mengalami kesulitan dalam fokus, belajar, dan berpartisipasi dalam lingkungan akademik. Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa akademik, absensi yang tinggi, dan penurunan minat terhadap pendidikan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Gangguan Hubungan dan Sosial<\/b>. Bullying dapat merusak hubungan sosial korban. Mereka mungkin kesulitan mempercayai orang lain, mengembangkan persahabatan, atau berinteraksi secara sosial. Hal ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hubungan dan interaksi sosial mereka di masa depan.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-family: Arial, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">KPAI mencatat kasus perundungan di Indonesia sepanjang 2023 terdapat 3.800 kasus. Pada Januari hingga Agustus 2023 terdapat 2.355 kasus pelanggaran terhadap perlindungan anak 837 di antaranya terjadi pada lingkup pendidikan. (<b>adam<\/b>)<\/span><\/span><\/p>\n<p>Copyright \u00a9 Fornews.co 2023. All rights reserved.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co \u2013 Perilaku perundungan atau bullying seperti penghinaan, mencela, mengancam, fitnah, dan pelecehan, hingga kekerasan fisik, telah menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia. Peneliti sekaligus dosen Fakultas Psikologi UGM, Novi Poespita Candra, S,Psi, M.Psi, Ph.D, Psikolog, mengungkapkan 85-90 persen sekolah di Indonesia mengalami kasus perundungan atau bullying. Baca:\u00a0Bahaya! Bullying Akibatkan Bunuh Diri Dengan mengetahui bentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":85860,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[26899,26898,11732],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/06\/Dreamhouse-2-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-mkU","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85864"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85864"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85871,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85864\/revisions\/85871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}