
{"id":88264,"date":"2025-02-09T19:21:49","date_gmt":"2025-02-09T12:21:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=88264"},"modified":"2025-02-12T13:03:31","modified_gmt":"2025-02-12T06:03:31","slug":"pesona-indonesia-pamerkan-120-lukisan-di-museum-sonobudoyo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pesona-indonesia-pamerkan-120-lukisan-di-museum-sonobudoyo\/","title":{"rendered":"Pesona Indonesia Pamerkan 120 Lukisan di Museum Sonobudoyo"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; Mengawali tahun 2025 lebih dari puluhan lukisan dipamerkan menyusul keluhan sulitnya perupa otodidak berpameran di Jogjakarta.<\/p>\n<p>Pameran seni rupa yang berlangsung tanggal 8-14 Februari 2025 di Museum Sonobudoyo Jogjakarta setidaknya melibatkan 120 perupa di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan mengusung tema &#8220;Pesona Indonesia&#8221;, 3 Art Project, berupaya memberikan ruang kepada seniman di seluruh Indonesia untuk berkesempatan pameran di Jogjakarta.<\/p>\n<p>Ketua penyelenggara pameran seni rupa nasional, Ardian Kresna, menyebut Jogjakarta adalah candradimuka bagi seniman Indonesia. Namun, tidak sedikit pelukis yang sulit berpameran di Jogja.<\/p>\n<p>&#8220;Ada 80 pelukis luar Jogja turut dalam pameran ini,&#8221; ucapnya kepada fornews.co, usai pembukaan pameran, Sabtu sore, 8 Februari 2025.<\/p>\n<p>Ardian membenarkan adanya kesenjangan yang mencolok antarperupa di Indonesia. Tidak hanya di Jogja.<br \/>\nMaka, kata dia, kalau belum berpameran di Jogja seorang pelukis atau pematung belum diakui sebagai perupa.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88265\" aria-describedby=\"caption-attachment-88265\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88265\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-4.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-4.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-4-300x240.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-4-768x614.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-4-750x600.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88265\" class=\"wp-caption-text\">RITUS Mantra Surya Sakethi art performance oleh Taman Sesaji. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk keempat kalinya 3 Art Project menggelar pameran seni rupa yang mewadahi para seniman.<\/p>\n<p>Event pameran yang diselenggarakan 3 Art Project pertama di Galeri Hotel, Benteng Vredenberg, Taman Budaya dan keempat di Sonobudoyo.<\/p>\n<p>Namun, menurunnya kolektor lukisan di Indonesia menjadi &#8220;peringatan&#8221; keras bagi seniman untuk berkarya lebih idealis.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/86664-2\/\">Pameran Tunggal ke-18 Godod Sutejo \u201cManjing\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pameran yang dibuka langsung oleh Profesor Dr. M. Baiquni, M.A. sekaligus Ketua Dewan Guru Besar UGM berseloroh apa yang bisa dihadiahkan kepada masa depan generasi nanti?<\/p>\n<p>Baiquni yang sehari-hari beraktivitas sebagai &#8220;umar bakri&#8221; di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan ingin menggerakan profesor untuk berkontribusi dalam seni dan budaya.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada 100 profesor bersama seniman, maka dimulai dari Jogja kita gerakan Indonesia menjadi pusat kebudayaan,&#8221; katanya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88266\" aria-describedby=\"caption-attachment-88266\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88266\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-3.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-3.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-3-300x240.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-3-768x614.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-3-750x600.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88266\" class=\"wp-caption-text\">PENAMPILAN 7 Srikandi Pendopo Dalem. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ada sebuah peristiwa saat dirinya bersama rombongan mahasiswa S3 melakukan perjalanan dari Manado ke Gorontalo.<\/p>\n<p>Langkah mereka terhenti saat melihat para petani sedang memanen padi menggunakan alat tradisional ani-ani.<br \/>\nPara petani itu menyambut rombongan dengan bersuka ria dan bahagia melantunkan tembang-tembang khas daerah setempat setelah mengetahui rombongan datang dari Jogja.<\/p>\n<p>&#8220;Para petani adalah seniman sejati, para pembangun, buruh tani, buruh gendong, buruh kerja pabrik, mereka sesungguhnya juga memiliki jiwa seni,&#8221; kata Baiquni.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/pameran-patung-jssp-5-ruwat-gatra-rasa-redefining-form-and-space-sumbu-filosofi-yogya\/\">Pameran Patung JSSP #5, Ruwat Gatra Rasa: Redefining Form and Space Sumbu Filosofi Yogya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia mengungkapkan rasa terharunya setiap dalam perjalanan bertemu dengan masyarakat lokal mereka menceritakan ilmu pengetahuannya.<\/p>\n<p>Mereka sangat tahu bagaimana mengembara di semesta ini dengan perjalanan bintang melihat bintang. Padahal, mereka bukan ahli astronomi bahkan tidak bergelar insinyur. Tetapi, kata baiquni, mereka punya seni kehidupan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita rangkul mereka untuk kita muliakan dengan tagline memuliakan kemanusian dan melestarikan lingkungan hidup,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Presiden Arcipelago Action Risert Expedition itu ingin membangun kesenian sebagai semangat kebudayaan dan semangat untuk bangkit di tengah-tengah hiruk-pikuk yang kurang sehat sekaligus mengajak menyehatkan dan menjernihkan diri.<\/p>\n<p>Menurut Baequni, karya-karya yang dipamerkan bukan semata materi tetapi memiliki dimensi-dimensi moral dan spiritual.<\/p>\n<p>Ada tahapan-tahapan dalam kebahagiaan, jelasnya. Pertama fisik yang bahagia, kedua ada intelektual kebahagiaan, ketiga estetika kebahagiaan.<\/p>\n<p>&#8220;Nah salah satunya adalah berkarya seni,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kemudian keempat dan kelima, yakni ketika kita mampu berbagi maka kita bisa menjadi memiliki moral kebahagiaan.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika kita bisa berserah diri bahwa semua ini titipan Ilahi, maka itulah kebahagiaan paling tinggi yaitu ilmu ihlas,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dijelaskan, berada di tengah-tengah materi intelektual, moral dan spiritual, maka estika menjadi jembatan untuk memuliakan manusia, melestarikan lingkungan hidup dan hanya mengabdi kepada Ilahi Yang Maha Esa.<\/p>\n<p>Baequni menyebut kesenian sebagai semangat untuk kebudayaan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88267\" aria-describedby=\"caption-attachment-88267\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88267\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/DSC_7572.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/DSC_7572.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/DSC_7572-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/DSC_7572-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/DSC_7572-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88267\" class=\"wp-caption-text\">MEWAKILI kurator Dr. Drs. Hajar Pamadhi M.A., membuka kurasi pameran dengan pembacaan puisi pendek. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Mewakili kurator pameran, Dr. Drs. Hajar Pamadhi M.A., memaparkan pada prinsipnya seni adalah ekspresi.<\/p>\n<p>&#8220;Ini dimulai ketika Amerika memisahkan diri dengan Eropa. Perkembangan seni di Eropa mengunggulkan teknik yang kuat, sementara Amerika menekankan prinsip bahwa seni adalah ekspresi,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dari sanalah kemudian para seniman melahirkan karya-karya abstrak. Namun, kata dia, saat ini telah terjadi pergeseran dalam perkembangan seni rupa bahwa estetika tidak dinilai pada karya melainan terhadap personal.<\/p>\n<p>Menurutnya, tidak salah jika ada karya yang dinilai tidak bagus justru malah laku terbeli dibandingkan dengan lukisan yang syarat estetika.<\/p>\n<p>Alam telah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, alam yang hadir menjadi guru. Hal ini hanya ada di Indonesia para penghuni di bawah garis katulistiwa.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/nature-relaxation-menikmati-lukisan-dan-alam-di-amaranta-prambanan\/\">Nature Relaxation, Menikmati Lukisan dan Alam di Amaranta Prambanan<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Dalam pameran ini para pengunjung tidak hanya sekadar melihat Indonesia dalam bentuk yang ditampilkan tetapi melalui proses perubahan di dalam pikiran.<\/p>\n<p>Imajinasi seseorang akan dimunculkan menghasilkan karya-karya yang berbeda dengan yang dilihat meski memiliki judul yang sama.<\/p>\n<p>Tetapi, kata Ardian, sekira 70 persen pelukis di luar tidak menggantungkan hidupnya seperti pelaku seni di Jogjakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Namun, masih banyak pelaku seni di Indonesia yang sulit tampil di Jogja,&#8221; ungkapnya. &#8220;Banyak yang ingin berpameran di Jogja, tetapi merasa susah ditembus.&#8221;<\/p>\n<p>Pameran bertajuk &#8220;Pesona Indonesia&#8221; diramaikan oleh Art performance Ritus Mantra Surya Sakethi, Lembah Manah Dance, Budi Buthenk, Guyup Organic, Ayin DY, Oka M, Anast Calonarang dan 7 Srikandi Pendopo Dalem. (<strong>adam<\/strong>)<\/p>\n<h6>Copyright \u00a9 Fornews.co 2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Mengawali tahun 2025 lebih dari puluhan lukisan dipamerkan menyusul keluhan sulitnya perupa otodidak berpameran di Jogjakarta. Pameran seni rupa yang berlangsung tanggal 8-14 Februari 2025 di Museum Sonobudoyo Jogjakarta setidaknya melibatkan 120 perupa di seluruh Indonesia. Dengan mengusung tema &#8220;Pesona Indonesia&#8221;, 3 Art Project, berupaya memberikan ruang kepada seniman di seluruh Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":88268,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[9437,25956,27921],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/02\/resize_Pesona-Indonesia-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-mXC","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88264"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88264"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88283,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88264\/revisions\/88283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}