
{"id":88748,"date":"2025-04-04T17:14:01","date_gmt":"2025-04-04T10:14:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=88748"},"modified":"2025-04-05T18:35:16","modified_gmt":"2025-04-05T11:35:16","slug":"bro-jon-suasana-alam-pepohonan-di-borobudur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/bro-jon-suasana-alam-pepohonan-di-borobudur\/","title":{"rendered":"Bro Jon, Suasana Alam Pepohonan di Borobudur"},"content":{"rendered":"<p><strong>fornews.co<\/strong> &#8212; Kabut mulai menipis menyingkap puncak bukit menoreh yang eksotik melatarbelakangi pendapa Brojonalan di Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Pagi menjelang siang, meski dingin menggerayangi kaki telanjang, Wawan Sutopo lebih dikenal Waun WS, terlihat menyiapkan beberapa tanaman untuk dilansir ke salah satu hotel di kawasan Borobudur.<\/p>\n<p>Ia dibantu seorang pekerja yang setiap hari mengurusi ribuan tanaman hias dan pepohonan di tanah seluas 6.000 meter persegi.<\/p>\n<p>&#8220;Lahan ini semula penuh semak belukar. Mengerikan! Tidak satupun orang berani memasuki kawasan ini,&#8221; cerita Waun WS kepada <em><strong>fornews.co<\/strong><\/em>, Kamis, 3 April 2025.<\/p>\n<p>Di lahan seluas 6.000 meter persegi inilah Waun menyulap menjadi tempat destinasi wisata. Ia juga menyulap sebagian lahan menjadi kedai kuliner Bro Jon.<\/p>\n<p>&#8220;Mengapa Bro Jon, karena tempat ini berada di wilayah Brojonalan,&#8221; jawabnya singkat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88750\" aria-describedby=\"caption-attachment-88750\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88750\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_111649.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_111649.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_111649-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_111649-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_111649-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88750\" class=\"wp-caption-text\">SUASANA di dalam pendapa ndalem Brojonalan dengan kursi-kursi penuh cerita.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bro Jon diambil dari nama dusun Brojonalan yang kemudian dijadikan nama identitas tempat itu sendiri. Sehingga orang dengan mudah akan menemukan melalui map google.<\/p>\n<p>Setelah dari Eloprogo, jalan-jalan kali ini <strong><em>fornews.co<\/em><\/strong> mengunjungi Kedai Bro Jon berjarak sekira 1Km dari rumah seni Eloprogo.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan saya, banyak pohon-pohon langka di tempat ini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Waun berkeinginan berbagai tanaman dan pohon termasuk <em>heliconia<\/em> jenis pisang-pisangan hias asal hawai, <em>bromelia<\/em> jenis tanaman yang mirip buah nanas, dan pohon langka lainnya, ada di tempat ini.<\/p>\n<p>Setiap hari, mulai pagi hingga malam, pengunjung kedai Bro Jon silih berganti berkelindan.<\/p>\n<p>Bahkan, saat cerita ini ditulis di Bro Jon pada <em>Jum&#8217;at<\/em> (4\/4\/2025) pagi yang berkabut, sekeluarga tamu dari Jakarta datang mengetuk pintu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88751\" aria-describedby=\"caption-attachment-88751\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88751\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_100433.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_100433.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_100433-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_100433-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_100433-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88751\" class=\"wp-caption-text\">WAUN atau Wawan Santosa, owner Kedai Bro Jon (Brojonalan) yang selalu ramah dengan pengunjung.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Waun menyambut mereka agak kikuk. Tamu sekeluarga asal Jakarta itu tak tahan dapat ingin menikmati suasana pagi di Bro Jon.<\/p>\n<p>Waun tak mampu menolak. Ia lantas membuka pagar pintu utama menyilakan pengunjung masuk ke ndalem Brojonalan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami masih belum buka. Tapi, kalau sekadar kopi masih bisa dilayani,&#8221; jawab Waun.<\/p>\n<p>Sebab, sambung Waun, menu belum ada yang siap karena anak-anak belum ada yang datang.<\/p>\n<p>Waun terbiasa menyebut seluruh karyawan kedai Bro Jon dengan sebutan anak-anak.<\/p>\n<p>Tempat ini menjadi gerbang utama masuk Candi Borobudur. Wisatawan selalu saja terlihat di tempat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi, banyak juga mahasiswa dari Jogja yang datang ke sini,&#8221; kata Waun.<\/p>\n<p>Sajian menu Bro Jon terbilang umum. Hampir sama dengan di tempat lain. Hanya saja, banyak orang mengatakan Bro Jon memiliki kekhasan suasana dengan tempat lain.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88753\" aria-describedby=\"caption-attachment-88753\" style=\"width: 1155px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88753\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718.jpg\" alt=\"\" width=\"1155\" height=\"808\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718.jpg 1155w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718-1024x716.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718-768x537.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718-750x525.jpg 750w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_094718-1140x798.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1155px) 100vw, 1155px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88753\" class=\"wp-caption-text\">GRIWO duduk menikmati suasana Kedai Bro Jon di bawah pepohonan rindang di halaman depan pendapa. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di tempat ini pengunjung dapat memilih tempat sendiri di tengah pepohonan rindang. Atau, dapat memilih duduk di tengah hutan palm sambil bebakaran.<\/p>\n<p>Kebanyakan pengunjung memesan menu nasi goreng dan bebek bumbu hitam. Ada pula menu lain goreng-gorengan seperti singkong, pisang, kentang, dan mendoan.<\/p>\n<p>Sedangkan menu minuman yang paling disukai adalah jenis herbal sparkling water seperti purple rain, black coffea, atau sexy rose.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi, ada menu makanan lain yang paling disukai seperti gyoza, dimsum dan pisang goreng,&#8221; kata Waun.<\/p>\n<p>Harganya yang relatif terjangkau membuat kedai Bro Jon disukai banyak orang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88754\" aria-describedby=\"caption-attachment-88754\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88754\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/IMG-20250403-WA0024.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/IMG-20250403-WA0024.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/IMG-20250403-WA0024-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/IMG-20250403-WA0024-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/IMG-20250403-WA0024-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88754\" class=\"wp-caption-text\">KEDAI Bro Jon menjelang malam di Brojonalan. (foto fornews.co\/kedai brojon)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tami, misalnya. Salah satu pengunjung yang mengetahui kedai Bro Jon di instagram.<\/p>\n<p>Ia mengaku senang bisa datang ke Bro Jon dalam rangka mudik lebaran.<\/p>\n<p>&#8220;Saya baru pertama ke tempat ini,&#8221; kata wanita asal Magelang yang merantau di Jakarta, Jum&#8217;at (4\/4\/2025).<\/p>\n<p>Tami menyempatkan diri melihat-lihat tanaman di kebun anggrek. Ia lantas membawa pulang tanaman alokasia tengkorak dan anggrek tanah setelah puas berkeliling di ndalem Brojonalan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88755\" aria-describedby=\"caption-attachment-88755\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88755\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250404_105501.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250404_105501.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250404_105501-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250404_105501-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250404_105501-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88755\" class=\"wp-caption-text\">TAMI mengenakan kaos warna abu-abu mendekap laptop (kanan) tampak tersenyum di kebun anggrek. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tempat ini berjarak 38 Km dari Titik Nol Kilometer Jogja.<\/p>\n<p>Untuk sampai ke tempat ini dapat menggunakan moda transportasi seperti angkutan umum, motor, mobil atau bersepeda.<\/p>\n<p>Jika menggunakan kendaraan memakan waktu lebih kurang satu jam setengah melalui rute Titik Nol Kimometer, Jalan God ean, Ancol, Jalan Alternatif Nanggulan &#8211; Borobudur, Jalan Raya Candirejo, Jalan Wanurejo, Brojonalan.<\/p>\n<p>Namun, jika menggunakan angkutan umum akan memakan waktu lebih lama. Perkiraan bisa dua atau tiga jam lebih karena harus transit di beberapa tempat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88765\" aria-describedby=\"caption-attachment-88765\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88765\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/DSC8315-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/DSC8315-1.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/DSC8315-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/DSC8315-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/DSC8315-1-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88765\" class=\"wp-caption-text\">ANCOL merupakan jembatan sungai Progo yang menjadi perbatasan Sleman, Kulon Progo dan Borobudur. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ada pula para pesepeda, gowes dari Jogja, melewati pedesaan di Sleman menembus jalan-jalan singkat menuju Bro Jon.<\/p>\n<p>Jarak tempauh menggunakan sepeda memakan waktu sekira tiga jam. Ini sangat berbeda dengan menggunakan kendaraan mobil atau motor yang relatif singkat kurang dari sejam.<\/p>\n<p>Rencananya, tempat ini juga akan digunakan untuk pertunjukan sastra seperti halnya rumah seni Eloprogo.<\/p>\n<p>Bro Jon menggandeng Griwo salah satu pegiat sastra di Jogja yang pernah menggarap Rabu Sastra.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak hanya pertujukan sastra, bisa jadi launching buku atau kegiatan lain,&#8221; pungkas Waun. (<strong>adam<\/strong>)<\/p>\n<h6>Copyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>fornews.co &#8212; Kabut mulai menipis menyingkap puncak bukit menoreh yang eksotik melatarbelakangi pendapa Brojonalan di Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pagi menjelang siang, meski dingin menggerayangi kaki telanjang, Wawan Sutopo lebih dikenal Waun WS, terlihat menyiapkan beberapa tanaman untuk dilansir ke salah satu hotel di kawasan Borobudur. Ia dibantu seorang pekerja yang setiap hari mengurusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":88749,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[638],"tags":[10522,28130,28129,10503],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/20250403_110901.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-n5q","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88748"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88748"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88770,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88748\/revisions\/88770"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}