
{"id":88889,"date":"2025-04-23T12:15:42","date_gmt":"2025-04-23T05:15:42","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=88889"},"modified":"2025-04-23T15:50:23","modified_gmt":"2025-04-23T08:50:23","slug":"ular-piton-14-meter-di-kongo-masih-misteri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ular-piton-14-meter-di-kongo-masih-misteri\/","title":{"rendered":"Ular Piton 14 Meter di Kongo masih Misteri"},"content":{"rendered":"<p><strong>fornews.co<\/strong> &#8212; Belum diketahui pasti apakah foto yang diambil tahun 1959 melalui udara di wilayah Katanga adalah ular piton terbesar di dunia.<\/p>\n<p>Seorang ahli zoologi dan penulis berkebangsaan Belgia-Prancis, <strong>Bernard Heuvelmans<\/strong>, pernah melaporkan adanya foto ular jenis piton batu afrika berukuran besar bernama latin <em>Python Sebae<\/em>.<\/p>\n<p>Namun, foto yang diduga ular paling besar di dunia itu masih diperdebatkan meskipun Heuvelmans berpendapat ukurannya mencapai 14 meter.<\/p>\n<p>Berbagai sumber mengatakan, <strong>Kindt<\/strong>, seorang fotografer Angkatan Udara Belgia, telah mengambil gambar mengejutkan saat terbang menuju Kamina di Wilayah Katanga, sekarang Republik Demokrat Kongo, bersama pilot helikopter Kolonel <strong>Remy Van Lierde<\/strong>.<\/p>\n<p>Beberapa saksi lain yang turut dalam penerbangan yaitu Kolonel <strong>Gheysen<\/strong>, penerjun <strong>Mayor Defebve<\/strong> dan seorang teknisi, sempat mengira batang pohon besar.<\/p>\n<p>Dalam penerbangan itu, Gheysen, melihat penampakan batang pohon yang menyerupai ular bergerak di pepohonan merayap di gundukan rayap yang hancur.<\/p>\n<p>Helikopter dengan kecepatan 120 km\/jam yang terbang di atas sabana sekira 100 km di Utara Barat Laut <strong>Kamina<\/strong> kemudian berbalik arah setelah Kolonel Van Lierde mendapatkan laporan Gheysen.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88891\" aria-describedby=\"caption-attachment-88891\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88891\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Van-Lieder.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Van-Lieder.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Van-Lieder-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Van-Lieder-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Van-Lieder-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88891\" class=\"wp-caption-text\">KOLONEL Remy Van Lierde warga kebangsaan Belgia mengenakan seragam RAF (1935-1968). Usai Perang Dunia II, di usia 74 tahun, van Lierde wafat pada 8 Juni 1990. (foto fornews.co\/vieillestiges.be)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Van Lierde kemudian menerbangkan helikopter lebih rendah di atas benda yang bergerak tersebut dan meminta Kindt untuk mengambil gambar melalui kameranya.<\/p>\n<p>Kindt kemudian segera melaksanakan perintah Van Lierde memotret penampakan yang dimaksud Gheysen menggunakan kamera Zeiss Ikon Nettax 6&#215;6 dilengkapi lensa Novar Anastigmat 75mm yang sudah terisi film Gevaert 27.<\/p>\n<p>Seluruh penumpang helikopter sangat kaget. Mereka melihat kepala ular berbentuk segitiga selebar 80cm. Warnanya lebih terang dari gundukan rayap.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/westerling-bandit-raja-pati\/\">Westerling Bandit Raja Pati<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Mereka terhenyak, saat mengamati batang kayu yang bergerak mendadak mengangat kepala karena terganggu baling-baling helikopter.<\/p>\n<p>&#8220;Untung saja helikopter tidak terbang lebih rendah. Jika helikopter lebih dekat bisa menabraknya,&#8221; kata Van Lierde saat menerbangkan helikopter hingga 114 kaki.<\/p>\n<p>Apa yang dilihat seluruh penumpang helikopter dibenarkan oleh Heuvelmans.<\/p>\n<p>&#8220;Di bagian bawahnya berwarna putih,&#8221; kata Heuvelmans.<\/p>\n<p>Kindt, tidak sempat mengambil gambar yang kedua. Pilot khawatir bahan bakar helikopter tidak dapat bertahan lama. Tidak cukup terbang menuju Kimana.<\/p>\n<figure id=\"attachment_88892\" aria-describedby=\"caption-attachment-88892\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-88892\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Heuvelmans.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"702\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Heuvelmans.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Heuvelmans-300x211.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Heuvelmans-768x539.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Heuvelmans-750x527.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-88892\" class=\"wp-caption-text\">HEUVELMANS telah mendedikasikan hidupnya untuk Kripto Zulogi tentang hewan yang belum ditemukan. ((foto fornews.co\/images getty)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun, berdasarkan penelitian, kebanyakan ular piton batu liar mati sebelum mencapai ukuran rata-rata maksimum sekira 7 meter.<\/p>\n<p>Beberapa naturalis Belgia yang pernah berada di <strong>Kongo<\/strong> bahkan tidak percaya dan memastikan hanya ular kecil yang berada di vegetasi pepohonan dan gundukan rayap.<\/p>\n<p>Beberapa waktu kemudian, salinan foto hasil jepretan Kindt dikirimkan ke Heuvelmans setelah dokter Kolonel <strong>Georges Bonnivair<\/strong> mendapatkan dua salinan foto yang dengan bingkai berbeda.<\/p>\n<p>Bonnivair yang penasaran dengan temuan tersebut mendesak Kindt dan Van Lierde untuk mengajak terbang ke lokasi penampakan ular di Katanga.<\/p>\n<p><strong>Baca:<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/penemuan-roti-tertua-di-dunia-berusia-8-600-tahun\/\"><strong>Penemuan Roti Tertua di Dunia Berusia 8.600 Tahun<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Kindt kembali mengambil gambar di lokasi penampakan hingga setengah gulung rol film. Ia menghasilkan foto-foto penampakan pepohonan dan gundukan rayap.<\/p>\n<p>Namun, seorang bernama Michel Vermersch pernah dilaporkan melarikan diri dari pumina di jalur kereta api Kamina &#8211; Luluabourg.<\/p>\n<p>Untuk menguak kebenaran foto tersebut Heuvelmans menemui <strong>Ray Tercafs<\/strong> seorang fotografer satwa liar yang juga ahli zoologi.<\/p>\n<p>Tercafs, memperkirakan ular tersebut adalah spesimen yang sangat besar. Ia memastikan memiliki panjang 12-14 meter dengan diameter 43-47 cm.<\/p>\n<p>Foto tersebut akhirya tersebar di media sosial setelah Bonnivair menunjukkan lokasi penampakan ular raksasa.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/tim-arkeolog-jepang-temukan-potongan-besi-berusia-4-200-tahun-di-turki-tengah\/\">Penemuan Roti Tertua di Dunia Berusia 8.600 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Para netizen kemudian berupaya menemukan lokasi penampakan di peta satelit. Namun, semua koordinat yang dihasilkan tidak konsisten.<\/p>\n<p>Oleh penduduk setempat, dari suku Katanga dan Kasai, <em>python sebae<\/em> disebut <em>moma<\/em> dengan nama khusus <em>pumina<\/em> dalam bahasa Prancis berarti <em>poumina<\/em>.<\/p>\n<p>April 1960, Heuvelmans kemudian meminjam negatif foto Kindt dan baru diizinkan menyimpannya setelah Kindt tewas dalam kecelakaan helikopter pada bulan berikutnya, Mei.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/penemuan-bakteri-aerob-di-dasar-laut-diduga-persis-seperti-di-mars\/\">Penemuan Bakteri Aerob di Dasar Laut Diduga Persis Seperti di Mars<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Atas penemuan itu, Heuvelmans, kemudian menulis buku berjudul <em>In the Wake of the Sea Serpents<\/em> (1965).<\/p>\n<p>Heuvelmans adalah penulis <em>On the Track of Unknown Animal (1955)<\/em> sebuah buku yang menjadi cikal bakal munculnya bidang <strong>Kriptozoologi<\/strong>.<\/p>\n<p>Tanggal 22 Agustus 2001, Heuvelmans, dikabarkan wafat di Le Vesinet, Prancis, di usia 84 tahun.<\/p>\n<p>Film asli hasil jepretan Kindt kini tersimpan di arsip pribadi Heuvelmans di Natureum, Swiss. (<strong>adam<\/strong>)<\/p>\n<h6>Copyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>fornews.co &#8212; Belum diketahui pasti apakah foto yang diambil tahun 1959 melalui udara di wilayah Katanga adalah ular piton terbesar di dunia. Seorang ahli zoologi dan penulis berkebangsaan Belgia-Prancis, Bernard Heuvelmans, pernah melaporkan adanya foto ular jenis piton batu afrika berukuran besar bernama latin Python Sebae. Namun, foto yang diduga ular paling besar di dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":88890,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[10913],"tags":[28194,28196,28197,28195],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/04\/Piton-Punima.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-n7H","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88889"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88889"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88894,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88889\/revisions\/88894"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}