
{"id":89133,"date":"2025-05-13T16:29:12","date_gmt":"2025-05-13T09:29:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=89133"},"modified":"2025-05-13T16:29:12","modified_gmt":"2025-05-13T09:29:12","slug":"makna-dan-filosofi-paes-ageng-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/makna-dan-filosofi-paes-ageng-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Makna dan Filosofi Paes Ageng Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; Paes Ageng Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi salah satu warisan budaya milik Karaton Jogjakarta, bukan sekadar riasan wajah, namun, juga merupakan simbol status sosial, keindahan, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa.<\/p>\n<p>Paes Ageng Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki makna filosofis yang mendalam sehingga menjadi pedoman dan tuntunan bagi pengantin wanita untuk menjadi perempuan yang baik.<\/p>\n<p>Pada masa Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Paes Ageng awalnya hanya dipakai khusus oleh keluarga karaton dan bangsawan sebagai simbol kekuasaan dan status sosial.<\/p>\n<p>Paes Ageng menjadi salah satu hal penting dalam upacara pernikahan kerajaan karena setiap detail riasan memiliki simbol tersendiri.<\/p>\n<p>Perias Paes Ageng yang disebut <em>perias paes<\/em> sangat berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya merias pengantin perempuan.<\/p>\n<p>Setiap elemen dalam riasan Paes Ageng terdapat simbol yang mencerminkan harapan dan doa bagi pasangan pengantin yang akan melaksanakan pernikahan.<\/p>\n<p>Dalam tata rias Paes Ageng terdapat beberapa elemen yang mengandung makna filosofi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Cengkorongan atau Paes<\/strong><br \/>\nGaris hitam tebal melengkung dari dahi. Ini adalah bagian paling menonjol dari Paes Ageng yang melambangkan bulan sabit simbol kesuburan dan kemakmuran.<\/li>\n<li><strong>Penunggul<\/strong><br \/>\nHiasan berbentuk bulat di tengah dahi yang melambangkan matahari, sumber kehidupan dan energi.<\/li>\n<li><strong>Pengapit<\/strong><br \/>\nDua garis hitam yang mengapit Cengkorongan melambangkan dua kekuatan alam semesta: siang dan malam.<\/li>\n<li><strong>Gawangan<\/strong><br \/>\nHiasan berbentuk segitiga di atas Cengkorongan melambangkan gunung simbol kekuatan dan keabadian.<\/li>\n<li><strong>Centhung<\/strong><br \/>\nHiasan berbentuk bulat kecil di bawah Cengkorongan melambangkan mata air sumber kehidupan dan kesegaran.<\/li>\n<li><strong>Paes Prada<\/strong><br \/>\nHiasan berwarna emas atau line yang menegaskan menghiasi bagian-bagian tertentu pada wajah melambangkan kemewahan, kemuliaan, dan kebahagiaan.<\/li>\n<li><strong>Riasan Mata<\/strong><br \/>\nRiasan mata yang tajam dan tegas melambangkan kecerdasan dan ketegasan.<\/li>\n<li><strong>Riasan Bibir<\/strong> merah merona melambangkan kecantikan dan kemolekan.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_84290\" aria-describedby=\"caption-attachment-84290\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-84290\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/01\/IMG_20240112_014904.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/01\/IMG_20240112_014904.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/01\/IMG_20240112_014904-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/01\/IMG_20240112_014904-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/01\/IMG_20240112_014904-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-84290\" class=\"wp-caption-text\">Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kuntonugroho dan dr. Laily Annisa Kusumastuti memperlihatkan cincin kawin. (foto fornews.co\/didit pakualaman)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berjalannya waktu, Paes Ageng yang sebelumnya hanya dipakai di lingkungan karaton, atas nama kebudayaan kemudian diperbolehkan digunakan oleh masyarakat umum dalam pernikahan adat Jawa.<\/p>\n<p>Namun, meski diperbolehkan, masyarakat tidak lantas dapat memakai tradisi tata rias Paes Ageng dengan seenaknya sendiri. Ada tata cara dan aturan baku yang wajib dilakukan.<\/p>\n<p>Banyak yang mengakui tata rias Paes Ageng Ngayogyakarta Hadiningrat sangat rumit dan detail.<\/p>\n<p>Tetapi hal itu hanya berlaku bagi yang belum berpengalaman dan tidak memiliki pengetahuan tentang tradisi tata rias Paes Ageng.<\/p>\n<p>Di era modern seperti sekarang, tata rias Paes Ageng masih menjadi simbol identitas Jawa. Banyak pengantin perempuan menggunakan tata rias Paes Ageng sebagai penghormatan terhadap leluhur dan tradisi Jawa.<\/p>\n<p>Paes Ageng Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu warisan budaya yang merupakan tata rias pengantin tradisional mewah dan penuh makna, terutama bagi pengantin wanita.<\/p>\n<h6><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Paes Ageng Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi salah satu warisan budaya milik Karaton Jogjakarta, bukan sekadar riasan wajah, namun, juga merupakan simbol status sosial, keindahan, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Paes Ageng Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki makna filosofis yang mendalam sehingga menjadi pedoman dan tuntunan bagi pengantin wanita untuk menjadi perempuan yang baik. Pada masa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":89134,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[26135,28279,11397],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/f8804fe2-7e81-4272-a01b-513c602d10e9.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nbD","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89133"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89133"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89135,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89133\/revisions\/89135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}