
{"id":8921,"date":"2017-04-28T15:20:41","date_gmt":"2017-04-28T08:20:41","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=8921"},"modified":"2017-04-28T15:20:41","modified_gmt":"2017-04-28T08:20:41","slug":"web-telkomsel-diretas-indonesia-butuh-badan-cyber","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/web-telkomsel-diretas-indonesia-butuh-badan-cyber\/","title":{"rendered":"Web Telkomsel Diretas, Indonesia Butuh Badan Cyber"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8923 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/04\/20170428_151742.jpg\" alt=\"\" width=\"606\" height=\"463\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/04\/20170428_151742.jpg 606w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/04\/20170428_151742-300x229.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/04\/20170428_151742-80x60.jpg 80w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/04\/20170428_151742-550x420.jpg 550w\" sizes=\"(max-width: 606px) 100vw, 606px\" \/>JAKARTA, fornews.co &#8211; Publik Indonesia kembali dikejutkan oleh aksi peretas yang menyerang website resmi Telkomsel. Sampai pada Jumat (28\/04), web Telkomsel masih belum bisa diakses. Terlihat pada halaman web Telkomsel tersebut peretas mengungkapkan kekecewaannya akan tarif internet Telkomsel yang mahal.<\/p>\n<p>Pakar Keamanan Cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa serangan pada web Telkomsel sejatinya bisa menyerang siapa saja. Namun, Telkomsel sebagai salah satu perusahaan besar tanah air memang menjadi objek peretasan yang sangat menarik, apalagi sebagai perusahaan telekomunikasi.<\/p>\n<p>&#8220;Peretasan pada web Telkomsel tentu menjadi sinyal serius bagi kita semua terutama pemerintah. Kemampuan meretas ini semakin lama semakin canggih dan cepat meluas. Tentu dibutuhkan langkah ekstra agar perusahaan dan infrastruktur lain di tanah air aman dari upaya peretasan lainnya,&#8221; ujar Chairman Lembaga Riset Keamanan Cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.<\/p>\n<p>Ditambahkan Pratama, umumnya deface atau mengubah tampilan pada objek peretasan ini hanya ingin menunjukkan eksistensi si peretas atau kelompoknya. Namun dalam kasus Telkomsel ini, peretas memilih tidak menyebutkan identitas mereka dan hanya memberikan semacam peringatan bagi Telkomsel untuk menurunkan tarif internet.<\/p>\n<p>&#8220;Aspirasi yang disampaikan dengan cara meretas bisa saja akan banyak dilakukan dengan kejadian ini. Jadi motifnya tidak selalu ekonomi dan eksistensi,&#8221; terang Pratama.<\/p>\n<p>Jika diliat apa yang dilakukan hacker, bahkan sampai sempat membuat self signed certificate, terindikasi bahwa hacker kemungkinan besar tidak hanya berhasil melakukan defacing terhadap web Telkomsel, tetapi juga sudah mengambil alih server yang digunakan oleh web Telkomsel. Hal ini terlihat juga dari respon pengelola web yang kurang cepat bertindak, masih dalam hitungan jam.<\/p>\n<p>&#8220;Perusahaan sebesar Telkomsel seharusnya mampu merespon hal ini secara lebih cepat, minimal mengganti tampilan yang berhasil di deface. Hal ini menunjukkan hacker benar-benar sudah masuk ke dalam sistem server. Secara lebih detail, bagaimana hacker masuk ke dalam sistem akan dapat terlihat setelah proses forensik,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Pratama juga menjelaskan, ini bisa menjadi pelajaran bagi perusahaan besar dan instansi pemerintah bahwa sebenarnya web di masa kini menjadi semacam kantor online yang sangat penting. Jadi harus dipastikan dijaga, sering dicek apakah ada log file yang mencurigakan.<\/p>\n<p>Ditambahkan Pratama, metode yang paling banyak digunakan adalah kombinasi injection, brute force login password, sensitive information disclosure (root directory, php.info). Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatan pihak Telkomsel sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Peristiwa semacam ini yang membuat Badan Cyber Nasional harus segera dibentuk oleh pemerintah. BCN ini bertugas memastikan dan membantu keamanan cyber infrastruktur penting, dan Telkomsel ini masuk dalam penyedia layanan komunikasi dan internet. Kalau sudah ada kejadian seperti ini jadi kita bingung siapa yang akan bertanggungjawab dan menyelesaikan,&#8221; kata mantan pejabat Lembaga Sandi Negara ini.<\/p>\n<p>Menurut Pratama akan sangat sulit apabila peusahaan dan instansi pemerintah dibiarkan sendiri mengurusi dan membuat standar keamanan seperti apa yang harus dibuat untuk memperkuat sistem mereka. Di negara-negara lain, lembaga semacam BCN ini memastikan infrastruktur kritis berjalan aman dan ini juga jadi pertimbangan ekonomi para investor.<\/p>\n<p>Terpisah, Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati menyampaikan permohonan maafnya kepada pelanggan salah satu profider terbesar di Indonesia ini. &#8220;Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam mengakses website resmi Telkomsel www.telkomsel.com. Saat ini kami sedang melakukan penelusuran dan perbaikan yang dibutuhkan agar pelanggan dan masyarakat bisa segera mengakses website tersebut. Untuk informasi produk dan layanan Telkomsel bisa juga didapatkan melalui channel lainnya seperti MyTelkomsel apps, Call Center, dan GraPARI,&#8221; ujarnya melalui siaran persnya.<\/p>\n<p>Menanggapi tarif sebagaimana yang dikeluhkan peretas web Telkomsel Adita menjelaskan, hal ini berkaitan dengan kualitas yang diberikan agar pelanggan dapat menikmati layanan broadband Telkomsel dimana pun mereka berada. &#8220;Dalam menetapkannya, kami merujuk pada komponen biaya jaringan termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional. Untuk itu, kami menawarkan berbagai pilihan paket Internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Masih kata Adita, saat ini layanan Telkomsel hadir di 95% wilayah populasi Indonesia melayani seluruh pelanggan hingga ke pelosok negeri dan bahkan hingga perbatasan. Layanan 4G Telkomsel juga telah hadir di sekitar 500 ibu kota\/kabupaten untuk memberikan pelanggan pengalaman internet cepat. Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 169 juta pelanggan dimana sekitar 50% diantaranya tercatat sebagai pelanggan 3G\/4G.<\/p>\n<p>&#8220;Telkomsel juga telah melaksanakan pembangunan sekitar 25,000 BTS baru sepanjang 2016, yang mana 92% diantaranya merupakan BTS 3G\/4G. Telkomsel memiliki total BTS sekitar 137,000 unit, dengan komposisi BTS 3G\/4G sebesar 61%. Semua ini tentunya kami tujukan untuk bisa membantu masyarakat memperoleh akses telekomunikasi yang dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia,&#8221; tandasnya.(ibr\/rel)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; JAKARTA, fornews.co &#8211; Publik Indonesia kembali dikejutkan oleh aksi peretas yang menyerang website resmi Telkomsel. Sampai pada Jumat (28\/04), web Telkomsel masih belum bisa diakses. Terlihat pada halaman web Telkomsel tersebut peretas mengungkapkan kekecewaannya akan tarif internet Telkomsel yang mahal. Pakar Keamanan Cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa serangan pada web Telkomsel sejatinya bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8923,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/04\/20170428_151742.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-2jT","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8921"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8921"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8924,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8921\/revisions\/8924"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}