
{"id":89313,"date":"2025-05-23T13:11:17","date_gmt":"2025-05-23T06:11:17","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=89313"},"modified":"2025-05-23T13:13:45","modified_gmt":"2025-05-23T06:13:45","slug":"telitu-pamerkan-puluhan-karya-seniman-muda-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/telitu-pamerkan-puluhan-karya-seniman-muda-indonesia\/","title":{"rendered":"Telitu Pamerkan Puluhan Karya Seniman Muda Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAWA TENGAH, fornews.co<\/strong> &#8212; Puluhan seniman muda Indonesia nekad berpameran di tempat tersembunyi jauh dari perkotaan yang komersial.<\/p>\n<p>Pameran Seni Rupa bertajuk &#8220;Senggang&#8221; yang digelar oleh <strong>Telitu Art Space<\/strong> menjadi iklim baru dunia seni rupa di Indonesia.<\/p>\n<p>Kurator pameran &#8220;Senggang&#8221;, <strong>Rain Rosidi<\/strong>, mengungkapkan Telitu Art Space merupakan inisiatif yang lahir dari kebutuhan mendesak akan ruang diskusi, eksperimentasi, dan kolaborasi bagi lintas generasi dan batas geografis.<\/p>\n<p>Kehadiran Telitu Art Space menandai pentingnya ruang-ruang alternatif di kawasan pinggiran mengetahui praktik seni rupa kontemporer Indonesia yang kerap berpusat di kota-kota besar seperti Jogjakarta, Jakarta, Bandung dan Surabaya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini menjadi simpul baru dalam lanskap seni nasional dan regional,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pameran seni rupa yang akan berakhir Sabtu, 31 Mei 2025, melibatkan 50 karya seniman dari berbagai kota besar di Indonesia.<\/p>\n<p>Pameran ini sekaligus menjadi penanda diresmikannya Telitu Art Space sebagai ruang seni rupa di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Hampir seluruh karya seni yang dipamerkan memuat pesan kritik sosial dan isu-isu penting di Indonesia.<\/p>\n<p>Berbagai isu politik, ketidakadilan, ekonomi, kasus mafia tanah dan pungli, menjadi tema menarik dalam pemaren tersebut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_89316\" aria-describedby=\"caption-attachment-89316\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-89316\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154010.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154010.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154010-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154010-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154010-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-89316\" class=\"wp-caption-text\">DI BALIK LENCANA karya Pangestu mengingatkan berbagai kasus kriminalisasi di Indonesia. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Telitu Art Space memamerkan karya-karya seni rupa bergaya surealis, abstrak, grafis, patung, hingga eksperimental art.<\/p>\n<p>Telitu Art Space yang didirikan oleh seorang seniman muda <strong>Muntilan<\/strong> merepresentasikan dorongan kolektif untuk membangun sekosistem seni yang lebih demokratis dan desentralistik.<\/p>\n<p>&#8220;Berpameran tidak harus di kota, atau kota-kota besar, kami ingin membangun daerah kami melalui karya seni,&#8221; ungkap <strong>Doni Sebastian<\/strong>, founder dan inisiator pameran kepada <em><strong>fornews.co<\/strong><\/em>.<\/p>\n<p>Hadirnya Telitu Ars Space boleh jadi akan memberikan ruang sebagai media kritik sosial yang konstrukstif sehingga menyadarkan masyarakat terhadap isu-isu penting di Indonesia.<\/p>\n<p>Doni menyebut pameran diikuti perupa dari berbagai kota besar di Indonesia di antaranya Jogja, Solo, Bali, Jakarta, dan Padang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_89315\" aria-describedby=\"caption-attachment-89315\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-89315\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154158.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154158.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154158-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154158-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154158-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-89315\" class=\"wp-caption-text\">FAMILY karya Navisha menggunakan limbah kertas koran. Selain memiliki pesan kuat juga menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan sampah kertas. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lima puluh karya seniman yang dipamerkan yaitu Abdul J Nugroho, Adi Sadewo, Agus Merapi, Ajeng Pratiwi, Akbar Sultan, Alaint, Ambar Pranasmara, Anagard, Andrea Gani Hidayat, Angga Prasetyo, Antok Dirgantoro Putro, Asrul Sani, Azzura Jasmine, Bio Andaru, Budiyono, Dhawa Rezkyna, Dika Rabt, Evekoss, Faisal Darmawan, Faisal Siddik, Farraz Away, Farrel Aditya, Fitradp, Gaga, Galuh Candra Dewi, Gindringwasted, Handtohand.27, Hilmi Fahrurrozi, Kepalabalok, Mardi Al Anhar, Minji Sani, Mowiemob, Muhamad Zulfi Khibron, dan Navisha.<\/p>\n<p>Selain itu, karya Patrick <strong>Jason Ranti<\/strong>, musisi yang dicap sebagai generasi <strong>Iwan Fals<\/strong> juga dipamerkan bersama deretan nama lain seperti Neusone, Novan Techoo, Pangestumu, Prisman Nazara, Pulung Wicaksono, Putra Dwi Ribut Adi Kencana, Raden Kukuh Hermadi, Raskil, Redah16, Rekki Zakkia, Tanjung Daud Sunua, Threetwofive, Yahya Dwi Kurniawan, Yung Finando, dan Yusda Saputra.<\/p>\n<p>Rain menambahkan gagasan bisa tumbuh bukan karena kedekatannya dengan pusat melainkan karena relevansinya dengan konteks.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini seni rupa kontemporer menjadi medium untuk membaca ulang identitas, menegoisasikan sejarah, dan merespon dinamika zaman.<\/p>\n<p>Dalam pandangan sejarah Muntilan memiliki historis panjang sebagai jalur perlintasan budaya dan spiritualitas.<\/p>\n<p>Hal itu tercermin dari keberadaan situs-situs candi, tradisi lokal dalam keberagaman etnis yang saling bersentuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Di era digital seperti sekarang ini, Telitu berperan sebagai penghubung melalui pendekatan terbuka terhadap kolaborasi regional,&#8221; terang Rain.<\/p>\n<p>Rain melihat Telitu mengarahkan pandangannya ke Asia Tenggara yang menjadi kawasan sosial-politik yang saling beririsan.<\/p>\n<p>Melihat potensi ini, Telitu membangun jaringan pengetahuan, praktik kuratorial paritisipatoris, dan infrastruktur, melibatkan seniman muda dari berbagai latar belakang yang bukan hanya dalam pertukaran karya.<\/p>\n<p>Telitu menjadi sangat penting karena tidak hanya mampu menampung praktik seni, tetapi sekaligus mengartikulasikan cara-cara baru dalam memaknai kehadiran seni di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Telitu adalah ruang kemungkinan, dan kemungkinan itu selalu layak untuk dirayakan,&#8221; pungkas Rain.<\/p>\n<h6><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TENGAH, fornews.co &#8212; Puluhan seniman muda Indonesia nekad berpameran di tempat tersembunyi jauh dari perkotaan yang komersial. Pameran Seni Rupa bertajuk &#8220;Senggang&#8221; yang digelar oleh Telitu Art Space menjadi iklim baru dunia seni rupa di Indonesia. Kurator pameran &#8220;Senggang&#8221;, Rain Rosidi, mengungkapkan Telitu Art Space merupakan inisiatif yang lahir dari kebutuhan mendesak akan ruang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":89314,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[28348,28349],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/20250511_154755.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nex","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89313"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89317,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89313\/revisions\/89317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}