
{"id":89326,"date":"2025-05-23T16:37:49","date_gmt":"2025-05-23T09:37:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=89326"},"modified":"2025-05-23T16:37:49","modified_gmt":"2025-05-23T09:37:49","slug":"pungli-di-tempat-wisata-jangan-ya-dek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pungli-di-tempat-wisata-jangan-ya-dek\/","title":{"rendered":"Pungli di Tempat Wisata? Jangan Ya Dek"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> &#8212; Wakil Menteri Pariwisata, <strong>Ni Luh Puspa<\/strong>, geram adanya pungli di tempat wisata. Pelaku akan ditindak tegas secara hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Masalah keamanan dan kenyamanan masih menjadi isu yang dibicarakan para turis,&#8221; ungkap Wamenpar melalui rapat daring bersama seluruh stakeholder pariwisata di Provinsi NTT dan Sumba Barat Daya, Rabu kemarin.<\/p>\n<p>Minimnya edukasi tentang pariwisata berikut pengelolaan tempat wisata diduga menjadi penyebab adanya pungutan liar (pungli) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n<p>Selain itu, tidak adanya papan informasi daftar tarif di sejumlah tempat wisata juga menjadi salah satu penyebabnya.<\/p>\n<p>Pungli yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak buruk terhadap pariwisata. Hal ini berpotensi terhadap penurunan kunjungan wisata.<\/p>\n<p>Kejadian tersebut telah mencoreng nama baik Kabupaten Sumba Barat Daya dan Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Ini harus jadi titik balik bagi pariwisata di Sumba dan NTT untuk menciptakan pariwisata berkualitas yang tertib dan inklusif,&#8221; ujar Ni Luh.<\/p>\n<p>Provinsi NTT merupakan salah satu destinasi prioritas nasional yang pernah tercatat sebanyak 1,5 juta wisatawan di tahun 2024.<\/p>\n<p>Atas kejadian tersebut Bupati Sumba Barat Daya, <strong>Ratu Ngadu Bonu Wulla<\/strong>, menyampaikan permohonan maaf.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berkomitmen hal ini tidak terjadi lagi agar pengembangan pariwisata di Sumba Barat Daya semakin baik,&#8221; janji Bupati.<\/p>\n<p>Ratu mengakui perbuatan warganya yang meminta uang secara ilegal kepada wisatawan sangat memalukan dan melanggar aturan.<\/p>\n<p>Atas kejadian tersebut, Pemerintah setempat langsung menggelar pertemuan dengan Polsek Kodi Bangedo, Danramil Kodi, kepal Desa, dan tokoh masyarakat kampung adat Ratenggaro.<\/p>\n<p>Hari ini <em>Jum&#8217;at<\/em> (23\/5\/2025), bersama jajaran aparat, pihaknya mendatangi tempat kejadian menemui masyarakat kampung adat Ratenggaro.<\/p>\n<p>Bupati juga memerintahkan memasang papan informasi di depan pos masuk tentang ketentuan aktivitas wisata.<\/p>\n<p>Informasi itu meliputi daftar tarif masuk, tarif menunggang kuda, tarif foto, dan kegiatan lainnya sesuai peraturan desa.<\/p>\n<p>Dalam hal keamanan dan kenyamanan, pemerintah setempat akan melibatkan pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP, serta beberapa kesepakatan lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan membenahi fasilitas yang kurang di kampung Ratenggaro sehingga bisa menciptakan kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung yang datang ke Ratenggaro,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Rapat bersama yang dilakukan secara daring sepakat pemerintah mendukung sepenuhnya untuk menindak tegas pelaku pungli.<\/p>\n<h6>Agar kejadian tidak kembali terulang Kemenpar akan melakukan pemantauan secara berkala berkoordinasi dengan pemerintah daerah.<\/p>\n<p><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8212; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, geram adanya pungli di tempat wisata. Pelaku akan ditindak tegas secara hukum. &#8220;Masalah keamanan dan kenyamanan masih menjadi isu yang dibicarakan para turis,&#8221; ungkap Wamenpar melalui rapat daring bersama seluruh stakeholder pariwisata di Provinsi NTT dan Sumba Barat Daya, Rabu kemarin. Minimnya edukasi tentang pariwisata berikut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":89327,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[638],"tags":[13339,9159],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/NTT-Kemenpar.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-neK","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89326"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89326"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89328,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89326\/revisions\/89328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}