
{"id":89380,"date":"2025-05-30T13:26:19","date_gmt":"2025-05-30T06:26:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=89380"},"modified":"2025-05-30T13:26:19","modified_gmt":"2025-05-30T06:26:19","slug":"ugm-dan-telkom-kembangkan-sistem-peringatan-dini-tsunami-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ugm-dan-telkom-kembangkan-sistem-peringatan-dini-tsunami-nasional\/","title":{"rendered":"UGM dan Telkom Kembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom Indonesia menciptakan inovasi dan mengembangkan sistem peringatan dini gempa megathrust yang mengancam kawasan Indonesia.<\/p>\n<p>Inisiatif ini sebagai langkah dalam mendukung upaya penguatan sistem peringatan dini tsunami nasional yang dioperasikan dan disebarluaskan oleh adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).<\/p>\n<p>Teknologi yang dikembangkan UGM dan Telkom menggunakan kabel laut optik deteksi dini tsunami sebagai upaya memperkuat mitigasi bencana.<\/p>\n<p>Dalam keterangan pers di Jakarta, Jum&#8217;at, 30 Mei 2025, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan BMKG bertanggung penuh menyebarkan informasi Peringatan Dini Tsunami.<\/p>\n<p>Hal tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009, bertanggung jawab penuh sebagai \u201csingle authoritative agency\u201d yang berwenang untuk mengoperasikan dan menyebarkan informasi Peringatan Dini Tsunami.<\/p>\n<p>&#8220;Kerja sama antara kampus dan industri seperti UGM dan Telkom adalah bagian penting dari ekosistem kolaboratif yang kita butuhkan dalam menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami,\u201d terang Dwikorita.<\/p>\n<p>Peringatan dini yang diciptakan dan dikembangkan oleh UGM dan Telkom, kata Dwikorita, menjadi sangat penting untuk menghindari kebingungan publik terhadap lembaga yang menyampaikan informasi berbeda-beda.<\/p>\n<p>Secara terbuka BMKG mendorong lembaga riset, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk terus berinovasi.<\/p>\n<p>Namun, pihaknya menekankan setiap teknologi yang dikembangkan dan akan digunakan dalam sistem peringatan dini nasional (InaTEWS) terlebih dahulu harus melalui tahapan uji kelayakan.<\/p>\n<p>Setelah melalui uji kelayakan, BMKG juga akan melakukan uji kesesuaian standar nasional guna memastikan akurasi dan keandalan operasional.<\/p>\n<p>Dwikorita menjelaskan bahwa sistem peringatan dini tsunami bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi soal kecepatan, ketepatan, koordinasi antar lembaga dan akurasi informasi yang berdampak langsung pada keselamatan jutaan jiwa dan kerugian finansial yang sangat besar pada kegiatan ekonomi.<\/p>\n<p>&#8220;Oleh karena itu, integrasi teknologi ke dalam sistem InaTEWS harus memenuhi standar yang ketat dan dapat diuji dalam kondisi darurat nyata,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Demi terciptanya sistem peringatan dini yang makin adaptif dan berdaya lindung tinggi, BMKG siap memfasilitasi proses uji coba, validasi, dan integrasi teknologi hasil kolaborasi UGM dan Telkom, serta pihak lain dengan sistem yang sudah berjalan di BMKG.<\/p>\n<p>\u201cInilah saatnya kita memperkuat sinergi antarsektor. Negara ini butuh ekosistem inovasi yang mampu menjawab tantangan kebencanaan secara konkret dan terintegrasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<h6><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom Indonesia menciptakan inovasi dan mengembangkan sistem peringatan dini gempa megathrust yang mengancam kawasan Indonesia. Inisiatif ini sebagai langkah dalam mendukung upaya penguatan sistem peringatan dini tsunami nasional yang dioperasikan dan disebarluaskan oleh adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Teknologi yang dikembangkan UGM dan Telkom menggunakan kabel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":89381,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[640],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/05\/UGM.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nfC","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89380"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89380"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89382,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89380\/revisions\/89382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}