
{"id":89915,"date":"2025-07-10T07:49:04","date_gmt":"2025-07-10T00:49:04","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=89915"},"modified":"2025-07-21T14:53:05","modified_gmt":"2025-07-21T07:53:05","slug":"biennale-jogja-18-resmi-umumkan-judul-edisi-2025-kawruh-tanah-lelaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/biennale-jogja-18-resmi-umumkan-judul-edisi-2025-kawruh-tanah-lelaku\/","title":{"rendered":"Biennale Jogja 18 Resmi Umumkan Judul Edisi 2025 &#8220;KAWRUH: Tanah Lelaku&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; Perhelatan seni rupa kontemporer dua tahunan paling bergengsi di Indonesia, Biennale Jogja 18, resmi mengumumkan tema edisi tahun ini: &#8220;KAWRUH: Tanah Lelaku&#8221; dalam acara Media Gathering yang digelar pada Rabu siang, 9 Juli 2025, di Panggungharjo, Sewon, Bantul.<\/p>\n<p>Direktur Biennale Jogja, Alia Swastika, menjelaskan edisi ke-18 ini akan menghadirkan pengalaman unik yang terbagi dalam dua babak.<\/p>\n<p>Babak Pertama akan digelar sebagai repertoar kolaboratif bersama warga di Desa Karangsewu, tepatnya di Padukuhan Boro, Kulon Progo.<\/p>\n<p>Format ini mempertegas pendekatan partisipatif yang menjadi ciri khas Biennale Jogja dalam beberapa edisi terakhir, di mana proses kreatif bersama masyarakat menjadi inti dari praktik kesenian.<\/p>\n<p>Sedangkan Babak Kedua akan dilaksanakan di beberapa lokasi lainnya di wilayah Kota Jogja, dan di Bantul berada di Desa Bangunjiwo dan Desa Panggungharjo.<\/p>\n<p>Pemilihan lokasi ini mencerminkan semangat desentralisasi dan perluasan ruang seni ke luar pusat kota.<\/p>\n<p>Tema &#8220;KAWRUH: Tanah Lelaku&#8221; diambil dari filosofi Jawa yang mengandung makna pengetahuan yang tumbuh dari pengalaman, laku hidup, serta hubungan manusia dengan tanah dan ruang hidupnya.<\/p>\n<p>&#8220;Biennale Jogja 2025 ingin mengajak seniman, warga, dan publik untuk merefleksikan kembali hubungan antara seni, spiritualitas, ekologi, serta peran sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; ujar Alia di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul.<\/p>\n<p>Penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan seniman lokal, nasional, hingga internasional dalam berbagai bentuk karya mulai dari instalasi, pertunjukan, lokakarya, hingga praktik seni berbasis komunitas.<\/p>\n<p>Biennale Jogja yang selama ini dikenal dengan pendekatan lintas-budaya dan wilayah, serta komitmennya terhadap seni yang berakar kuat pada konteks lokal, menjanjikan pengalaman yang lebih mendalam, inklusif, dan reflektif.<\/p>\n<p>Biennale Jogja berharap masyarakat dapat mengikuti perkembangan selanjutnya, termasuk tanggal pembukaan pameran dan partisipasi seniman, yang akan diumumkan dalam waktu dekat melalui kanal resmi Biennale Jogja.<\/p>\n<h6><strong>Reporter: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Perhelatan seni rupa kontemporer dua tahunan paling bergengsi di Indonesia, Biennale Jogja 18, resmi mengumumkan tema edisi tahun ini: &#8220;KAWRUH: Tanah Lelaku&#8221; dalam acara Media Gathering yang digelar pada Rabu siang, 9 Juli 2025, di Panggungharjo, Sewon, Bantul. Direktur Biennale Jogja, Alia Swastika, menjelaskan edisi ke-18 ini akan menghadirkan pengalaman unik yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":89916,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[28574,10354,16394],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/07\/Biennale-Jogjja-4.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nof","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89915"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89915"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89917,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89915\/revisions\/89917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}