
{"id":90356,"date":"2025-08-25T16:18:16","date_gmt":"2025-08-25T09:18:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=90356"},"modified":"2025-08-25T16:24:52","modified_gmt":"2025-08-25T09:24:52","slug":"gelar-budaya-warga-gondolayu-lor-gelar-tradisi-apeman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/gelar-budaya-warga-gondolayu-lor-gelar-tradisi-apeman\/","title":{"rendered":"Gelar Budaya Warga Gondolayu Lor Gelar Tradisi Apeman"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; Masyarakat Kampung Gondolayu Lor, Jetis, kembali menggelar Kirab Budaya Saparan 1000 Apem dan Lemper.<\/p>\n<p>Tradisi Apeman ini sebagai wujud syukur atas nikmat dan karunia Allaah <em>Ta&#8217;alla<\/em> sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal.<\/p>\n<p>Dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Wali Kota Jogja <strong>Hasto Wardoyo<\/strong> menyebut kirab tidak hanya sekadar perayaan atau menikmati apem dan lemper, tetapi juga sarat makna.<\/p>\n<p>Hasto mengaku terharu melihat kerukunan dan semangat gotong royong masyarakat Jogja yang diwujudkan dalam kirab.<\/p>\n<p>\u201cSaya ikut senang. Ini acara untuk guyub rukun, gotong royong masyarakat yang luar biasa,\u201d kata Hasto usai melepas kirab budaya di Lapangan Gondolayu Lor, <em>Ahad<\/em> kemarin, 24 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Hasto mengejawantahkan apem berasal dari kata <em>afuum<\/em> yang berarti ampunan, mengingatkan masyarakat untuk saling memaafkan. Sementara lemper yang berbahan beras ketan menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Hasto juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan dengan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos), agar setiap kegiatan budaya tetap ramah lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cInilah kreativitas masyarakat yang luar biasa. Khususnya di Gondolayu Lor sebagai kampung budaya. Kegiatan ini menjadi daya ungkit sekaligus contoh di Kota Jogja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rangkaian kirab diawali pasukan bregodo, kemudian gunungan apem, gunungan lemper, dan gunungan sayur, diikuti rombongan warga dengan berbagai kostum serta atraksi seni.<\/p>\n<p>Ketua Panitia Dwi Nuryanto mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan pemerintah setempat melalui Dinas Kebudayaan yang telah mendukung tradisi kirab apeman.<\/p>\n<p>\u201cGunungan apem menjadi simbol doa keselamatan, ampunan, dan kerukunan antarwarga. Gunungan lemper melambangkan kebersamaan, sedangkan gunungan sayur bermakna kesuburan, kesejahteraan, serta limpahan rezeki,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Kata Nuryanto, bahwa seluruh apem, lemper, dan sayur yang disedekahkan merupakan sumbangan warga sebagai ungkapan syukur.<\/p>\n<p>Pemerintah setempat berharap dengan semangat kebersamaan, <strong>Kirab Budaya Saparan 1000 Apem dan Lemper<\/strong> dapat terus menjadi warisan budaya yang memperkuat identitas, menjaga harmoni, serta menumbuhkan rasa syukur masyarakat Gondolayu Lor.<\/p>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/h6>\n<h6><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Masyarakat Kampung Gondolayu Lor, Jetis, kembali menggelar Kirab Budaya Saparan 1000 Apem dan Lemper. Tradisi Apeman ini sebagai wujud syukur atas nikmat dan karunia Allaah Ta&#8217;alla sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal. Dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyebut kirab tidak hanya sekadar perayaan atau menikmati apem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":90357,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[27963,28750,28751],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/08\/Warga-Gondolayu-Lor-Gelar-Tradisi-Apeman.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nvm","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90356"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90356"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90359,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90356\/revisions\/90359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}