
{"id":90609,"date":"2025-10-14T12:05:45","date_gmt":"2025-10-14T05:05:45","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=90609"},"modified":"2025-10-14T14:13:01","modified_gmt":"2025-10-14T07:13:01","slug":"opini-harga-bahan-pokok-yang-tidak-stabil-kebijakan-negara-terhadap-kesejahteraan-rakyat-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/opini-harga-bahan-pokok-yang-tidak-stabil-kebijakan-negara-terhadap-kesejahteraan-rakyat-kecil\/","title":{"rendered":"[OPINI] Harga Bahan Pokok yang Tidak Stabil \u2013 Kebijakan Negara terhadap Kesejahteraan Rakyat Kecil"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Oleh: Riska Wirawan, Dosen Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta<\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fluktuasi harga bahan pokok merupakan salah satu persoalan klasik yang terus dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan rakyat kecil.<\/p>\n<p>Setiap kali harga beras, minyak goreng, gula, atau kebutuhan pokok lainnya naik, dampaknya langsung terasa pada daya beli masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana stabilitas harga bahan pokok berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p><strong>Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok<\/strong><\/p>\n<p>Kenaikan harga bahan pokok seringkali menekan kehidupan ekonomi rumah tangga berpenghasilan rendah. Rakyat kecil yang sebagian besar bekerja di sektor informal tidak memiliki perlindungan pendapatan yang stabil. Ketika harga beras naik, alokasi belanja keluarga pun harus dipangkas dari kebutuhan lain, termasuk pendidikan dan kesehatan.<\/p>\n<p><strong>Kebijakan Negara dan Peran Pemerintah<\/strong><\/p>\n<p>Negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin akses rakyat terhadap kebutuhan dasar dengan harga yang terjangkau. Beberapa kebijakan yang sering ditempuh antara lain operasi pasar, subsidi bahan pokok, hingga impor pangan.<\/p>\n<p>Namun, kebijakan yang bersifat jangka pendek seringkali hanya meredam masalah sementara, tanpa menyentuh akar persoalan seperti ketidakstabilan rantai pasok, spekulasi pasar, atau lemahnya data produksi nasional.<\/p>\n<p><strong>Menuju Kebijakan yang Berkeadilan<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah perlu memperkuat ketahanan pangan dengan kebijakan yang menyeluruh. Beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Meningkatkan produktivitas pertanian melalui modernisasi alat dan pendampingan petani.<\/li>\n<li>Memperkuat cadangan pangan nasional agar bisa menjadi penyangga harga ketika pasar bergejolak.<\/li>\n<li>Mengawasi praktik distribusi dan perdagangan untuk mencegah penimbunan dan permainan harga.<\/li>\n<li>Memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Stabilitas harga bahan pokok merupakan syarat utama untuk menjaga kesejahteraan rakyat kecil. Negara tidak hanya harus hadir ketika krisis terjadi, tetapi juga mampu merancang kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan dan berkeadilan. Dengan demikian, rakyat kecil tidak lagi menjadi pihak paling dirugikan dari ketidakstabilan harga bahan pokok, melainkan ikut merasakan manfaat dari pembangunan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Tentang Penulis:<\/p>\n<p>Riska Wirawan adalah pengamat isu social di masyarakat dan kebijakan public dan dosen Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Aktif menulis terhadap isu social dan kebijakan public di media nasional*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Riska Wirawan, Dosen Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta &nbsp; Fluktuasi harga bahan pokok merupakan salah satu persoalan klasik yang terus dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan rakyat kecil. Setiap kali harga beras, minyak goreng, gula, atau kebutuhan pokok lainnya naik, dampaknya langsung terasa pada daya beli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90610,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[19],"tags":[17075,28857,28854,28855,28856],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/10\/gambar-Riska-Wirawan.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nzr","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90609"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90609"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90609\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90613,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90609\/revisions\/90613"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}