
{"id":90662,"date":"2025-10-18T01:52:20","date_gmt":"2025-10-17T18:52:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=90662"},"modified":"2025-10-18T01:56:30","modified_gmt":"2025-10-17T18:56:30","slug":"film-indonesia-masih-sulit-menembus-pasar-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/film-indonesia-masih-sulit-menembus-pasar-dunia\/","title":{"rendered":"Film Indonesia Masih Sulit Menembus Pasar Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; <strong>Pierre Emmanuel Barth<\/strong> menyebut film Indonesia masih sulit menembus pasar dunia.<\/p>\n<p>Mantan Kepala Pemasaran Path\u00e9 France yang kini tinggal Jogja itu tidak menampik banyak karya-karya film Indonesia yang bermunculan.<\/p>\n<p>Namun, sangat jarang film Indonesia yang dapat menembus pasar dunia&#8211;kecuali <em>&#8220;Daun di Atas Bantal&#8221;<\/em> karya Garin Nugroho.<\/p>\n<p>&#8220;Kebanyan film di Indonesia mengangkat tema horor dan komedi, ini sangat sulit menembus pasar dunia,&#8221; katanya dalam Creative Crossroads yang digelar IFI-LIP Jogja, Kamis, 16 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Kata Pierre, film asal Kanada, US, UK, Korea, Jerman, China, dan Spanyol, malah lebih sering menembus pasar dunia.<\/p>\n<p>Pierre diketahui pernah dipercaya menangani pemasaran dan promosi film selain tugas-tugas tradisional sebagai direktur pemasaran.<\/p>\n<p>Pandangan tajam Pierre terhadap film Indonesia menjadi pemantik bagi sineas maupun penyelenggara film di Indonesia untuk lebih kreatif dan selektif memilah-milih film yang dapat menembus pasar dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang diungkapkan Pierre dapat mendorong film Indonesia untuk tidak mempertahankan film berjenis horor maupun komedi,&#8221; kata Resti salah satu yang hadir dalam acara itu.<\/p>\n<p>Resti punya harapan besar film Indonesia mampu diterima masyarakat luas di luar negeri asalkan tidak melulu horor dan komedi.<\/p>\n<p>Ia memberi contoh film-film fiksi yang berkaitan dengan sains yang dapat memberikan pengetahuan keilmuan kepada penonton.<\/p>\n<p>Berbeda dengan film horor atau komedi yang tidak memberikan apa-apa&#8211;kecuali hanya hiburan semata.<\/p>\n<p>Acara yang digelar oleh <strong>IFI-LIP<\/strong> Jogja tersebut menyoroti film-film Indonesia sekaligus memperkenalkan sejumlah festival film internasional.<\/p>\n<p>IFI menyebut empat festival dalam acara ini antara lain Festival Film Dokumenter dan Mois du Doc, Festival Kineidoscope, Festival Sinema Prancis, dan CRAFT International Animation Festival.<\/p>\n<p>Creative Crossroads juga dihadiri oleh komunitas film, profesional muda, dan lembaga internasional.<\/p>\n<p>Selain itu, juga ada pemutaran film karya sutradara Indonesia, Riskya Duavania berjudul <em>\u201cIl n\u2019y a pas de mots\u201d<\/em>.<\/p>\n<p><em>La Ultima Cena<\/em> karya Lara (Paraguay), <em>The Courtesan&#8217;s Ubermensch<\/em> karya Fabrice Sidoine (Cameroon), <em>In Between Dream<\/em> karya Arista, <em>There Are No Words<\/em> karya Rsikya Duavina (Indonesia), dan <em>Everything Is Wind<\/em> karya Jingyi (China).<\/p>\n<p>IFI-LIP Jogja menyebut melalui kegiatan ini berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem perfilman di Indonesia.<\/p>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/h6>\n<h6><strong>Reporter: A.S. Adam<\/strong> | <strong>Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Pierre Emmanuel Barth menyebut film Indonesia masih sulit menembus pasar dunia. Mantan Kepala Pemasaran Path\u00e9 France yang kini tinggal Jogja itu tidak menampik banyak karya-karya film Indonesia yang bermunculan. Namun, sangat jarang film Indonesia yang dapat menembus pasar dunia&#8211;kecuali &#8220;Daun di Atas Bantal&#8221; karya Garin Nugroho. &#8220;Kebanyan film di Indonesia mengangkat tema [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":90663,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[27640,28596,28850,28877],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/10\/Film-Indonesia-Masih-Sulit-Belum-Menembus-Pasar-Dunia.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nAi","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90662"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90662"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90665,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90662\/revisions\/90665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}