
{"id":90800,"date":"2025-10-29T16:45:02","date_gmt":"2025-10-29T09:45:02","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=90800"},"modified":"2025-10-29T21:14:27","modified_gmt":"2025-10-29T14:14:27","slug":"muncul-kabar-penculikan-anak-di-palembang-dari-voice-note-di-medsos-kapolrestabes-respons-begini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/muncul-kabar-penculikan-anak-di-palembang-dari-voice-note-di-medsos-kapolrestabes-respons-begini\/","title":{"rendered":"Muncul Kabar Penculikan Anak di Palembang dari Voice Note di Medsos, Kapolrestabes Respons Begini"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co \u2013<\/strong> Beberapa hari ini ramai di media sosial (medsos) unggapan berupa <em>voice note<\/em> suara seorang perempuan yang menginformasikan tentang penculikan anak.<\/p>\n<p>Suara pada <em>voice note<\/em> yang ternyata suara dari Septi, warga Palembang tersebut, adalah seorang bibi yang keponakannya sekolah di salah satu SD negeri di Palembang.<\/p>\n<p>Setelah diselidiki Polrestabes Palembang, soal penculikan anak tersebut tidak ada dan tidak benar. Bahkan, Septi sendiri menyebut <em>voice note<\/em> itu di kirimnya hanya di grup WhatsApp (WA) sekolah tempat keponakannya belajar.<\/p>\n<p>Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono menyampaikan, pihaknya sudah mendapat laporan dari Kapolsek Ilir Timur (IT) I, tentang beredarnya <em>voice note <\/em>di Instagram.<\/p>\n<p>\u201cDalam pesan itu juga ada postingan gambar video hidup, iya memang benar seorang anak dimasukan ke karung yang terpisah kepala dan badannya,\u201d ujar dia saat dikonfirmasi, Selasa (28\/10\/2025).<\/p>\n<p>Harryo mengatakan, setelah menerima informasi itu pihaknya langsung mencari tahu apa yang terjadi, apakah benar ada peristiwa tersebut di Palembang. Namun setelah mencari sumber informasi, ternyata berita itu tidak benar.<\/p>\n<p>\u201cVoice note itu dibuat seorang warga di Palembang. Sebelumnya warga itu mendengar cerita keponakannya saat pulang sekolah, ada dua orang yang tidak dikenal mengatakan candaan sambil memegang kepala, yang nanti akan dia culik dan kepala dipenggal,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>\u201cCandaan itu lantas membuat anak tersebut ketakutan, lalu melaporkan kepada sang bibi (Septi). Kemudian, bibinya mendatangi sekolah dan menyampaikan kepada pak RT juga tentang adanya informasi itu,\u201d imbuh dia.<\/p>\n<p>Tak cukup disitu, ungkap Kapolrestabes, si bibi ini lantas mencoba menyampaikan <em>voice note<\/em> di grup untuk berhati-hati, dengan harapan informasi tersebut bisa diketahui seluruh orang tua yang ada di grup kelas keponakannya tersebut.<\/p>\n<p>\u201cEntah bagaimana, informasi yang ada di grup internal sekolah itu menyebar ke seluruh warga, hingga membuat informasi yang mengkhawatirkan,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Harryo menjelaskan, setelah pihaknya mendalami dan berhasil mengetahui sumbernya yakni, Septi dan ternyata memang betul membuat rekaman hanya untuk grup internal orang tua wali di sekolah namun menyebar keluar.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Polsek IT I sudah mempertemukan, memberikan pernyataan memang keliru telah melakukan hal yang tidak benar. Untuk menyempurnakan permasalahan ini, mulai diperiksa di Satreskrim untuk menyimpulkan apakah ini bagian dari peristiwa pidana tentang penghasutan atau penyebaran fitnah atau tidak.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau kepada masyarakat, jangan terbiasa membuat sebuah pemberitaan baik melalui grup Instagram kelompoknya atau komunitasnya segala sesuatu yang belum tentu benar,\u201d tandas dia. (aha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co \u2013 Beberapa hari ini ramai di media sosial (medsos) unggapan berupa voice note suara seorang perempuan yang menginformasikan tentang penculikan anak. Suara pada voice note yang ternyata suara dari Septi, warga Palembang tersebut, adalah seorang bibi yang keponakannya sekolah di salah satu SD negeri di Palembang. Setelah diselidiki Polrestabes Palembang, soal penculikan anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90801,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[25000,22315,28927,13306,28926],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/10\/gambar-Kombes-Pol-Harryo-Sugihhartono.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nCw","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90800"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90800"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90802,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90800\/revisions\/90802"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}