
{"id":90856,"date":"2025-11-04T18:05:46","date_gmt":"2025-11-04T11:05:46","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=90856"},"modified":"2025-11-05T21:10:31","modified_gmt":"2025-11-05T14:10:31","slug":"massa-aksi-kampanye-toxic20-sebut-racun-pltu-bunuh-tiga-sungai-di-kabupaten-lahat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/massa-aksi-kampanye-toxic20-sebut-racun-pltu-bunuh-tiga-sungai-di-kabupaten-lahat\/","title":{"rendered":"Massa Aksi Kampanye Toxic20 Sebut Racun PLTU Bunuh Tiga Sungai di Kabupaten Lahat"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAHAT, fornews.co &#8211;<\/strong>\u00a0Dampak serius operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Keban Agung, Kabupaten Lahat, terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah, mendapat sorotan tajam dari Anak Padi bersama petani, masyarakat, dan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Lahat.<\/p>\n<p>Sorotan tersebut berbentuk aksi pemasangan spanduk besar berukuran 4&#215;8 meter, yang dibentangkan di Jembatan Gantung Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, Selasa (4\/11\/2025).<\/p>\n<p>Aksi pasang spanduk bertuliskan \u2018Racun PLTU Membunuh Sunga Pendian, Pule, dan Lematang\u2019 itu, yang berdekatan langsung dengan kawasan PLTU Keban Agung, sebagai rangkaian kampanye nasional 20 PLTU Berbahaya di Indonesia atau Toxic20.<\/p>\n<p>Koordinator aksi, Reza Yuliana menyampaikan, aksi ini untuk mengingatkan publik dan pemerintah tentang ancaman serius dari PLTU batu bara terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPada PLTU Keban Agung, kami menyaksikan langsung bagaimana sungai-sungai yang dulunya menjadi sumber air bersih dan penghidupan warga kini berubah menjadi tempat pembuangan limbah,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Reza menyebut dari hasil uji laboratorium Kimia Analisis dan Instrumentasi FMIPA Universitas Sriwijaya (Unsri), diketahui Sungai Pule memiliki pH 4,3 dengan status tercemar berat.<\/p>\n<p>Temuan ini, sambung dia, telah dilaporkan Anak Padi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel pada Agustus 2025 lalu. Hanya saja, hingga kini belum ada tanggapan maupun tindakan lanjutan dari pihak berwenang.<\/p>\n<p>Kondisi ini merupakan bukti nyata dari kelalaian dan tidak bertanggung jawabnya korporasi mengelola limbah batu bara, termasuk Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).<\/p>\n<p>\u201cLimbah beracun itu terus mencemari tanah dan air tanpa adanya pengawasan yang ketat dari pemerintah maupun perusahaan. Makanya, aksi ini bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan ekologis. Alam bukanlah korban, dan masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung akibat dari kelalaian industri ekstraktif,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Para pelaku aksi dan Anak Padi menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pemensiunan segera 20 PLTU berbahaya di Indonesia, termasuk PLTU Keban Agung yang telah lama meresahkan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Sementara, mahasiswa UT Lahat, Eko, yang juga demisioner Duta Inisiatif Indonesia berharap, agar kawasan sekitar Muara Maung dapat kembali menjadi lingkungan yang hijau, asri, dan bebas dari pencemaran limbah batu bara.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami sederhana, lingkungan kembali pulih seperti dulu, udara bersih, sungai tidak tercemar, dan masyarakat dapat hidup sehat tanpa rasa khawatir terhadap dampak limbah batu bara. Aksi bentang spanduk hari ini adalah bentuk kepedulian agar suara masyarakat tidak lagi diabaikan,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, bahwa dalam dokumen AMDAL yang diterbitkan tahun 2009, pada pembahasan BAB Rona Lingkungan Hidup\u00a0tertuang, aktivitas PLTU akan berdampak pada penurunan kualitas air, tak hanya kualitas air permukaan, seperti anak sungai dan Sungai Lematang tetapi juga air tanah, termasuk sumur warga.<\/p>\n<p>Sesuai dokumen AMDAL, ada 4 tahap RPL dan RKL PT Priamanaya yaitu, tahap pra kontruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan tahap pasca-operasional, ditemukan\u00a0pada tahap kontruksi perusahaan dan tahap operasi membahas penurunan kualitas air sungai, dan tahap operasi.<\/p>\n<p>Dokumen menegaskan akan terjadi penurunan kualitas air Sungai Lematang pada tahap konstruksi dan melakukan tindakan pembuatan drainase sebagai bagian RPL lalu, RKL-nya pemantauan kualitas dan kuantitas biota air Sungai Lematang pada titik sebelum dan sesudah lokasi proyek serta evaluasi efektivitas drainase yang dibuat.<\/p>\n<p>Sedangkan, tahap operasional dampak penting terjadi penurunan kualitas air Sungai Lematang, karena kegiatan operasional PLTU dan transportasi serta penanganan limbah. Parameter yang terkena dampak, kualitas permukaan air dengan kekeruhan, kandungan Cu, pH dan Zn serta sejumlah zat lainnya yang terkandung.<\/p>\n<p>Perusahaan diarahkan untuk mengelola air limbah dengan baik, penglolaan limbah batu bara dan pelaksanaan 3R. Kemudian, pemantauan kualitas air limbah yang dibuang ke Sungai Lematang.<\/p>\n<p>Dokumen AMDAL menyebutkan pada tahap operasi terjadi penurunan kualitas udara ambien, akibat pengadaan batu bara, pengoperasian PLTU, transportasi daan penanganan limbah. (kaf)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAHAT, fornews.co &#8211;\u00a0Dampak serius operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Keban Agung, Kabupaten Lahat, terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah, mendapat sorotan tajam dari Anak Padi bersama petani, masyarakat, dan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Lahat. Sorotan tersebut berbentuk aksi pemasangan spanduk besar berukuran 4&#215;8 meter, yang dibentangkan di Jembatan Gantung Desa Telatang, Kecamatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90857,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[28952,12846,28954,28951,28953],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/11\/PLTU-Keban-Agung.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nDq","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90858,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90856\/revisions\/90858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}