
{"id":91232,"date":"2025-12-04T19:15:27","date_gmt":"2025-12-04T12:15:27","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=91232"},"modified":"2025-12-07T13:31:13","modified_gmt":"2025-12-07T06:31:13","slug":"hanung-bramantyo-bagikan-proses-kreatif-film-bolong-di-amikom-dalam-rangkaian-jaff-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/hanung-bramantyo-bagikan-proses-kreatif-film-bolong-di-amikom-dalam-rangkaian-jaff-2025\/","title":{"rendered":"Hanung Bramantyo Bagikan Proses Kreatif Film \u201cBolong\u201d di Amikom dalam Rangkaian JAFF 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> &#8212; Sutradara kenamaan Indonesia, <strong>Hanung Bramantyo<\/strong>, berbagi pengalaman proses kreatif film terbarunya berjudul \u201cBolong\u201d di Universitas Amikom Jogjakarta.<\/p>\n<p>Sesi diskusi yang berlangsung pada Kamis, 4 Desember, ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi <strong>Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025<\/strong>.<\/p>\n<p>Di hadapan mahasiswa, Hanung, memaparkan perjalanan panjang lahirnya film <em>&#8220;Bolong&#8221;<\/em>, karya yang menurutnya menjadi salah satu produksi paling menantang dalam kariernya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-91234\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-a.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-a.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-a-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-a-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-a-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Film ini mengangkat isu relasi manusia dengan ruang batin, kegelisahan, dan pengalaman traumatis yang divisualkan secara metaforis.<\/p>\n<p>\u201cBolong bukan sekadar judul. Ia adalah kondisi, ruang kosong dalam diri manusia yang sering kita biarkan, tapi sesungguhnya memengaruhi cara kita hidup,\u201d ujar Hanung.<\/p>\n<p>Hanung menjelaskan, produksi <em>&#8220;Bolong&#8221;<\/em> menuntut eksplorasi visual yang tidak biasa. Tim artistik harus mengolah ruang, tekstur, dan pencahayaan agar dapat mewakili kondisi psikologis karakter utama.<\/p>\n<p>\u201cFilm ini mengandalkan bahasa visual. Tantangan terbesar adalah bagaimana membuat penonton merasakan kekosongan batin tokoh tanpa harus terlalu banyak dialog,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa proses riset melibatkan psikolog, penulis naskah, dan komunitas seni kontemporer untuk memastikan pendekatan film tetap relevan dan mendalam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_91235\" aria-describedby=\"caption-attachment-91235\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-91235\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-c.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-c.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-c-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-c-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-c-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-91235\" class=\"wp-caption-text\">PRODUSER film &#8220;Bolong&#8221;, Sherly Kosasih (kiri) tampak di layar besar serius mengikuti penjelasan Hanung Bramantyo.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam sesi dialog, Hanung mendorong mahasiswa Amikom untuk menganggap film bukan hanya produk hiburan, tetapi medium ekspresi dan penyampai gagasan.<\/p>\n<p>\u201cKalau mau bertahan di industri, jangan hanya mengejar teknis. Kuasai ceritanya. Film yang baik selalu dimulai dari kegelisahan yang jujur,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Hanung juga mengingatkan pentingnya disiplin, kolaborasi, dan keberanian bereksperimen dalam dunia perfilman.<\/p>\n<p>Acara yang diproduseri oleh <strong>Sherly Kosasih<\/strong> ini mengenalkan <strong>Carissa Perusset<\/strong> dan <strong>Anya Zen<\/strong> yang membintangi film <em>&#8220;Bolong&#8221;<\/em>.<\/p>\n<p>JAFF menyebut sesi bersama Hanung Bramantyo merupakan bagian dari komitmen festival untuk menjembatani pembuat film profesional dengan generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cJAFF bukan hanya perayaan film, tetapi ruang belajar. Kehadiran Mas Hanung menginspirasi mahasiswa untuk melihat film dari sudut pandang kreator,\u201d kata perwakilan JAFF.<\/p>\n<p>Mahasiswa Amikom tampak antusias mengikuti diskusi, terutama ketika Hanung membahas adegan-adegan kunci dalam <em>&#8220;Bolong&#8221;<\/em> yang belum dipublikasikan ke ruang publik.<\/p>\n<p>Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama, sekaligus harapan Hanung agar lahir lebih banyak pembuat film muda dari Jogjakarta.<\/p>\n<p>\u201cDunia film membutuhkan darah baru. Terus berkarya, terus gelisah, dan terus mencari \u2018bolong\u2019 yang ingin kalian isi melalui film,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>Reporter: A.S. Adam<\/strong> | <strong>Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co &#8212; Sutradara kenamaan Indonesia, Hanung Bramantyo, berbagi pengalaman proses kreatif film terbarunya berjudul \u201cBolong\u201d di Universitas Amikom Jogjakarta. Sesi diskusi yang berlangsung pada Kamis, 4 Desember, ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Di hadapan mahasiswa, Hanung, memaparkan perjalanan panjang lahirnya film &#8220;Bolong&#8221;, karya yang menurutnya menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":91233,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[12971],"tags":[29124,29123,29122,27639,28374],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2025\/12\/bolong-d.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nJu","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91232"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91232"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91236,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91232\/revisions\/91236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}