
{"id":9125,"date":"2017-05-05T15:25:22","date_gmt":"2017-05-05T08:25:22","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=9125"},"modified":"2017-05-05T15:25:22","modified_gmt":"2017-05-05T08:25:22","slug":"pengusaha-dan-pejabat-negara-aktor-dibalik-kebakaran-hutan-dan-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pengusaha-dan-pejabat-negara-aktor-dibalik-kebakaran-hutan-dan-lahan\/","title":{"rendered":"Pengusaha dan Pejabat Negara Aktor Dibalik Kebakaran Hutan dan Lahan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_9126\" aria-describedby=\"caption-attachment-9126\" style=\"width: 886px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9126 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo.jpg\" alt=\"\" width=\"886\" height=\"526\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo.jpg 886w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo-300x178.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo-768x456.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo-696x413.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo-707x420.jpg 707w\" sizes=\"(max-width: 886px) 100vw, 886px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9126\" class=\"wp-caption-text\">Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Dr Herry Purnomo, saat menyampaikan materi, di Hotel Aryaduta, Jumat (05\/05).<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, fornews.co-Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Dr Herry Purnomo menyatakan, aktor-aktor dibaklik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berasal dari pengusaha dan pejabat negara.<\/p>\n<p>\u201cAktor kebakaran hutan dan lahan itu dari pemegang izin, yakni pengusaha baik skala besar dan menengah. Kemudian yang tak berizin, bisa dari pejabat pemerintah, anggota DPRD atau kepala daerahnya,\u201d ujarnya, saat menjadi pemateri\u00a0 restorasi kebakaran hutan dan lahan, yang digagas CIFOR-SIEJ dan AJI, di Hotel Aryaduta, Jumat (05\/05).<\/p>\n<p>Herry menuturkan, sebenarnya membersihkan hutan dengan cara membakar itu, bukan karena ketidak tahuan masyarakat. \u201cTapi itu memang disengaja untuk meningkatkan nilai ekonomi. Saya melihat membakar itu yang merupakan satu aktivitas ekonomi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Peneliti CIFOR ini menjelaskan, bahwa akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pda tahun 2015 lalu itu, menimbulkan jumlah kerugian sebesar Rp225 triliun. Khusus di Indonesia, kebakaran tersebut disebabkan oleh ulah manusia, yang memang dipengaruhi oleh iklim.<\/p>\n<p>\u201dKebakaran di lahan mineral dan gambut pada tahun 2015 di Indonesia membakar sekitar 2,6 juta hektare (Ha) halan, didominasi Riau, Sumsel, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Papua. Estimasi dari World Bank tahun 2015, kerugian akibat kebakaran lahan dan hutan tersebut mencapai USD16,1 bilion,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Herry melanjutkan, semua itu terjadi karena lemahnya tata kelola lahan dan faktor ekonomi. Kemudian, terjadinya perdebatan terhadap PP No 57 Tahun 2016, apakah itu untuk kepentingan konservasi atau kepentingan ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cPermasalahan degradasi lahan, erat kaitannya dengan tata ruang. Kelonggaran kebijakan tata ruang pada masa lampau, turut mengakibatkan lahan terdegradasi makin luas. Meskipun kebakaran pada 2015 lalu hanya 30% yang berada di lahan gambut. Namun, dikarenakan <em>fire density<\/em> dampak yang muncul lebih buruk, daripada dampak akibat kebakaran yang terjadi di lahan mineral,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk di Kalimantan Tengah, papar Herry, pemerintah mengajak peran serta masyarakat menanam, memelihara dan menjaga bioenergi dan memfasilitasi pemasaran. Jika diterapkan dengan manajemen yang berhati-hati, beberapa tipe lahan yang terdegradasi dapat direstorasi, dengan membangun hutan yang lestari untuk memproduksi biomasa, guna dipakai untuk energi terbarukan. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; PALEMBANG, fornews.co-Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Dr Herry Purnomo menyatakan, aktor-aktor dibaklik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berasal dari pengusaha dan pejabat negara. \u201cAktor kebakaran hutan dan lahan itu dari pemegang izin, yakni pengusaha baik skala besar dan menengah. Kemudian yang tak berizin, bisa dari pejabat pemerintah, anggota DPRD atau kepala daerahnya,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9126,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9,69,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Herry-Purnomo.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-2nb","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9125"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9127,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9125\/revisions\/9127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}