
{"id":91659,"date":"2026-01-17T14:45:19","date_gmt":"2026-01-17T07:45:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=91659"},"modified":"2026-01-17T19:46:08","modified_gmt":"2026-01-17T12:46:08","slug":"guru-besar-ui-ungkap-tantangan-bisnis-2026-ada-krisis-kepercayaan-di-ruang-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/guru-besar-ui-ungkap-tantangan-bisnis-2026-ada-krisis-kepercayaan-di-ruang-digital\/","title":{"rendered":"Guru Besar UI Ungkap Tantangan Bisnis 2026, Ada Krisis Kepercayaan di Ruang Digital"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co \u2013 <\/strong>Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menyebut, dunia bisnis Indonesia tengah memasuki fase perubahan paling radikal dalam beberapa dekade terakhir.<\/p>\n<p>\u201cBukan semata karena teknologi, melainkan pergeseran cara publik memaknai kebenaran, bekerja, dan mengambil keputusan ekonomi, sebuah kombinasi yang membuat politik, media, dan bisnis kian saling bertaut,\u201d ujar dia, pada Breakfast Talk bertajuk Business Outlook 2026 di Andaliman Resto &amp; Cafe, Rumah Perubahan, Jakarta Escape, Sabtu (17\/1\/2026).<\/p>\n<p>Rhenald menilai, pengambilan keputusan bisnis ke depan akan sangat ditentukan oleh big data yang diolah dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga membentuk persepsi publik yang kian emosional.<\/p>\n<p>\u201cBagi Gen Z, apa yang ada di internet itu adalah kebenaran, nyata. Sementara bagi orang tua, yang real adalah apa yang mereka alami langsung. Bagi generasi tua, media sosial, kebenarannya mungkin hanya 20 persen,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Pendiri Rumah Perubahan itu mengungkapkan, bahwa jurang persepsi antar-generasi itu menciptakan ruang abu-abu yang rawan dimanfaatkan. Media sosial tak lagi sekadar medium komunikasi, melainkan medan baru kejahatan ekonomi dan mungkin saja politik, mulai dari hoaks, disinformasi, hingga penipuan berbasis phishing yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan.<\/p>\n<p>\u201cDulu, AI (Artificial Intelligence) bisa ditipu manusia. Tapi sekarang, AI-lah yang menipu manusia,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Nah tantangan bisnis 2026 ini, jelas Rhenald, bukan hanya soal daya beli dan pertumbuhan, melainkan krisis kepercayaan di ruang digital. Polarisasi antara media arus utama dan media sosial makin tajam.<\/p>\n<p>\u201cMedia konvensional bergantung pada iklan dan regulasi, sementara media sosial bergerak liar, cepat, dan emosional, yang sering kali tanpa verifikasi,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Kemudian, Rhenald pun menyoroti perubahan sikap Generasi Z dalam konteks ketenagakerjaan, yang semakin enggan bekerja kantoran dan menolak struktur kerja formal.<\/p>\n<p>Fenomena ini dikenal sebagai <em>conscious unbossing<\/em> atau keengganan generasi muda untuk menjadi manajer atau berada dalam hierarki kerja konvensional.<\/p>\n<p>\u201cSejumlah studi global yang menunjukkan kecenderungan tersebut bukan sekadar tren sesaat. Lembaga riset Robert Walters, misalnya, mencatat 52 persen Gen Z tidak memiliki keinginan untuk memegang posisi manajemen menengah, sementara 69 persen menilai peran middle management terlalu stres dengan imbalan yang tidak sepadan,\u201d terang dia.<\/p>\n<p>\u201cBahkan, 72 persen Gen Z lebih memilih jalur karier sebagai individual contributor dibanding mengelola orang lain. Anak muda hari ini melihat aset bukan kantor atau jabatan, tapi uang dan fleksibilitas. Mereka tidak mau kerja formal, tidak mau punya bos,\u201d imbuh dia.<\/p>\n<p>Rhenald melanjutkan, bawha perubahan itu memaksa perusahaan melakukan antisipasi serius. Otomatisasi dan robotisasi menjadi keniscayaan, bukan pilihan. Industri padat karya berisiko tertekan, sementara sektor-sektor yang sebelumnya dianggap sekunder justru menunjukkan pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cIndustri yang tumbuh sekarang justru yang dulu dianggap tidak utama. Contohnya makanan hewan peliharaan. Orang Indonesia itu sayang kucing,\u201d urai dia.<\/p>\n<p>Sementara, Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR), Neni Nur Hayati menuturkan, big data kini menjadi instrumen penting untuk membaca arah bisnis sekaligus peta politik.<\/p>\n<p>\u201cBig data menjadi bagian krusial untuk melihat peta bisnis dan politik secara lebih akurat. Dengan data, kebijakan dan strategi bisa lebih menjawab kebutuhan pasar dan masyarakat, bukan sekadar reaksi terhadap kegaduhan,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p>Tanpa pendekatan berbasis data, tegas Neni, negara dan pelaku usaha akan tertinggal dalam merespons perubahan perilaku publik yang bergerak cepat dan emosional.<\/p>\n<p>Ketika kebenaran menjadi relatif dan emosi publik mudah digerakkan algoritma, batas antara strategi bisnis dan strategi politik pun semakin tipis. Dalam situasi itu, kata Rhenald, pelaku usaha tak cukup hanya membaca laporan keuangan.<\/p>\n<p>\u201cBisnis hari ini harus membaca teknologi, perilaku sosial, dan arah politik sekaligus,\u201d tandas dia. (aha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menyebut, dunia bisnis Indonesia tengah memasuki fase perubahan paling radikal dalam beberapa dekade terakhir. \u201cBukan semata karena teknologi, melainkan pergeseran cara publik memaknai kebenaran, bekerja, dan mengambil keputusan ekonomi, sebuah kombinasi yang membuat politik, media, dan bisnis kian saling bertaut,\u201d ujar dia, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91660,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[24705,29295,29290,29293,29294,24134],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2026\/01\/gambar-Rhenald-Kasali.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-nQn","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91659"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91659"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91661,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91659\/revisions\/91661"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}