
{"id":92308,"date":"2026-04-08T11:55:55","date_gmt":"2026-04-08T04:55:55","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=92308"},"modified":"2026-04-08T11:55:55","modified_gmt":"2026-04-08T04:55:55","slug":"wamenhut-dorong-replikasi-model-konservasi-berbasis-masyarakat-di-sukabumi-peran-warga-kunci-pemulihan-ekosistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/wamenhut-dorong-replikasi-model-konservasi-berbasis-masyarakat-di-sukabumi-peran-warga-kunci-pemulihan-ekosistem\/","title":{"rendered":"Wamenhut Dorong Replikasi Model Konservasi Berbasis Masyarakat di Sukabumi, Peran Warga Kunci Pemulihan Ekosistem"},"content":{"rendered":"<p><strong>SUKABUMI, fornews.co<\/strong> &#8212; Di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pendekatan konservasi mulai bergerak ke arah yang lebih menyatu dengan kehidupan warga.<\/p>\n<p>Penanaman pohon yang melibatkan masyarakat di Sukabumi menjadi gambaran bahwa perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Kehutanan, <strong>Rohmat Marzuki<\/strong>, menekankan pentingnya menjadikan masyarakat sebagai aktor utama dalam upaya pemulihan ekosistem.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini bukan seremoni. Ini langkah strategis untuk memulihkan koridor habitat satwa dan memperkuat ekonomi warga di sekitar hutan,\u201d ujarnya saat peringatan Hari Hutan Internasional di Sukabumi, Selasa, 7 April 2026.<\/p>\n<p>Penanaman didominasi oleh pohon multifungsi yang dapat menghasilkan buah, dipadukan dengan tanaman kehutanan endemik.<\/p>\n<p>Komposisi ini dirancang agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan.<\/p>\n<p>Rohmat menyoroti peran kawasan hulu sebagai penopang kehidupan yang lebih luas.<\/p>\n<p>\u201cApa yang ditanam di sini menentukan ketersediaan air bagi wilayah hilir. Petani yang menjaga lahannya juga menjaga kehidupan banyak orang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pendekatan ini mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap konservasi. Hutan tidak lagi ditempatkan sebagai ruang yang terpisah dari aktivitas manusia, tetapi sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung antara ekologi, ekonomi, dan sosial.<\/p>\n<p>Pakar kehutanan dari IPB University, <strong>Dr. Lestari Wibowo<\/strong>, melihat model ini memiliki potensi besar untuk diperluas.<\/p>\n<p>\u201cKetika masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, mereka akan lebih terdorong menjaga hutan. Ini pendekatan yang lebih berkelanjutan dibanding pola konservasi yang eksklusif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Lestari mengingatkan bahwa keberhasilan tidak berhenti pada penanaman.<\/p>\n<p>\u201cTahap paling krusial adalah pendampingan jangka panjang. Tanaman harus tumbuh, produktif, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Rohmat juga menekankan hal serupa dalam arahannya kepada para pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>Dengan melibatkan masyarakat sebagai pusat gerakan, model konservasi ini membuka peluang perubahan yang lebih luas dari sekadar menjaga hutan menjadi membangun sistem kehidupan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cTugas kita bukan hanya menanam, tetapi memastikan pohon-pohon ini hidup dan memberi nilai ekonomi. Pendampingan harus terus berjalan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/h6>\n<h6><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUKABUMI, fornews.co &#8212; Di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pendekatan konservasi mulai bergerak ke arah yang lebih menyatu dengan kehidupan warga. Penanaman pohon yang melibatkan masyarakat di Sukabumi menjadi gambaran bahwa perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menekankan pentingnya menjadikan masyarakat sebagai aktor utama dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":92309,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[29536,28534,28356,29537,28732],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2026\/04\/Wamenhut-Rohmat-Marzuki.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-o0Q","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92308"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92310,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92308\/revisions\/92310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}