
{"id":92664,"date":"2026-05-08T17:13:58","date_gmt":"2026-05-08T10:13:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=92664"},"modified":"2026-05-08T17:13:58","modified_gmt":"2026-05-08T10:13:58","slug":"indonesia-dan-filipina-bangun-koridor-nikel-asean","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/indonesia-dan-filipina-bangun-koridor-nikel-asean\/","title":{"rendered":"Indonesia dan Filipina Bangun Koridor Nikel ASEAN"},"content":{"rendered":"<p><strong>CEBU, fornews.co<\/strong> &#8212; Indonesia dan Filipina memperkuat posisi Asia Tenggara dalam industri mineral kritis dunia melalui pembentukan kerja sama strategis sektor nikel.<\/p>\n<p>Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Nickel Industry Development Cooperation antara Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA) di Cebu, Filipina pada Kamis, 7 Mei.<\/p>\n<p>Penandatanganan berlangsung dalam forum Indonesia-Philippines High Level Business Roundtable di Jpark Island Resort dan disaksikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI <strong>Airlangga Hartarto<\/strong> bersama Menteri Perdagangan dan Industri Filipina <strong>Maria Cristina A. Roque<\/strong>.<\/p>\n<p>Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian <strong>KTT ASEAN<\/strong> ke-48 dan The 27th Meeting of the ASEAN Economic Community (AEC) Council and Related Meetings.<\/p>\n<p>Kerja sama ini menempatkan Indonesia dan Filipina sebagai dua negara kunci dalam rantai pasok nikel global. Data United States Geological Survey (USGS) 2026 menunjukkan kedua negara menyumbang 73,6 persen produksi nikel dunia pada 2025.<\/p>\n<p>Indonesia telah menghasilkan sekira 2,6 juta ton atau 66,7 persen produksi global, sedangkan Filipina mencapai 270 ribu ton atau 6,9 persen.<\/p>\n<p>Tidak hanya dari sisi produksi, kekuatan cadangan mineral juga mempertegas posisi keduanya. Indonesia juga memiliki 62 juta ton cadangan nikel atau 44,5 persen dari total dunia, sementara Filipina menguasai 4,8 juta ton atau 3,4 persen.<\/p>\n<p>Menko Airlangga menyebut kerja sama ini menjadi fondasi pembentukan Indonesia-Philippines Nickel Corridor yang menghubungkan industri pengolahan dan smelter di Indonesia dengan pasokan bijih nikel dari Filipina.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi ini adalah fondasi bagi Indonesia-Philippines Nickel Corridor, sebuah platform terstruktur yang menghubungkan kekuatan hilirisasi dan smelter Indonesia dengan pasokan bijih nikel hulu dari Filipina. Ini akan menjadi poros cadangan dan produksi nikel yang tak terpisahkan bagi dunia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui kerja sama tersebut, kedua asosiasi akan menjalankan pertukaran informasi perdagangan nikel, pengembangan teknologi hilirisasi, pemanfaatan produk sampingan industri pengolahan, hingga pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung industri nikel berkelanjutan.<\/p>\n<p>Indonesia saat ini tercatat memiliki kapasitas hilirisasi nikel terbesar di kawasan. Pada 2025, nilai ekspor produk olahan nikel Indonesia mencapai USD9,73 miliar.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah juga memproyeksikan investasi sektor ini mencapai USD47,36 miliar hingga 2030 dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 180.600 orang.<\/p>\n<p>Kebutuhan bahan baku smelter Indonesia dinilai dapat dipenuhi melalui pasokan bijih nikel Filipina yang memiliki karakteristik rasio silikon dan magnesium sesuai kebutuhan proses blending industri pengolahan.<\/p>\n<p>Airlangga mengatakan integrasi industri tersebut akan memberi keuntungan bagi kedua negara. Filipina memperoleh akses lebih besar ke rantai nilai industri mineral, sedangkan Indonesia memperoleh kepastian pasokan bahan baku untuk industri baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat.<\/p>\n<p>Selain menopang industri manufaktur, kerja sama nikel Indonesia dan Filipina juga diarahkan untuk mendukung pengembangan energi bersih.<\/p>\n<p>Produk turunan nikel diproyeksikan menjadi komponen utama baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi panel surya.<\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia juga terus mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terhubung dengan industri mineral kritis.<\/p>\n<p>KEK dipersiapkan menjadi pusat investasi smelter, pengolahan bahan baku baterai, dan inovasi teknologi hilirisasi berstandar internasional.<\/p>\n<p>Dengan kombinasi cadangan besar, kapasitas pengolahan, dan integrasi industri regional, Indonesia dan Filipina kini menempatkan ASEAN sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok mineral kritis dunia.<\/p>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/h6>\n<h6><strong>Teks: A.S. Adam <\/strong>|<strong> Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CEBU, fornews.co &#8212; Indonesia dan Filipina memperkuat posisi Asia Tenggara dalam industri mineral kritis dunia melalui pembentukan kerja sama strategis sektor nikel. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Nickel Industry Development Cooperation antara Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA) di Cebu, Filipina pada Kamis, 7 Mei. Penandatanganan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":92660,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[21372,11252,28356,24679],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2026\/05\/Indonesia-dan-Filipina-Bangun-Koridor-Nikel-ASEAN-.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-o6A","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92664"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92664"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92664\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92665,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92664\/revisions\/92665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}