
{"id":92881,"date":"2026-06-26T07:05:28","date_gmt":"2026-06-26T00:05:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=92881"},"modified":"2026-06-26T07:33:32","modified_gmt":"2026-06-26T00:33:32","slug":"dangdut-menjadi-medium-seni-rupa-kontemporer-bukan-hanya-genre-musik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/dangdut-menjadi-medium-seni-rupa-kontemporer-bukan-hanya-genre-musik\/","title":{"rendered":"Dangdut menjadi Medium Seni Rupa Kontemporer Bukan hanya Genre Musik"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> -\u2013 Dangdut tak lagi sebatas musik pengiring pesta rakyat. Melalui pameran<em><strong> &#8220;Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual&#8221;<\/strong><\/em>, <strong>Paguyuban Djayaningratan<\/strong> mengangkat dangdut sebagai bahasa budaya yang meruntuhkan sekat antara seni rupa kontemporer dan kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pameran yang akan dibuka pada Sabtu sore, 27 Juni 2026, di <strong>Omah Seni Djayaningratan<\/strong> akan memamerkan karya rupa dari 43 perupa Indonesia lintas generasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Melalui pameran ini mereka menawarkan pembacaan baru terhadap dangdut sebagai identitas kultural bangsa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kurator pameran, <strong>Jajang R Kawentar<\/strong>, menyebut dangdut bukan hanya genre musik, melainkan representasi cara masyarakat Indonesia memaknai kehidupan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pameran ini hadir sebagai manifesto budaya yang mendekatkan seni rupa kepada publik luas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dangdut meluluhkan sekat kelas sosial. Di bawah irama dangdut, lirik sedih atau senang diperlakukan sama yang dihadapi dengan joget suka cita,&#8221; ujarnya kepada <em><strong>fornews.co<\/strong><\/em>, Kamis malam, 25 Juni 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Inilah filosofi hidup rakyat kita bahwa hidup bukan untuk diratapi, melainkan dinikmati.&#8221;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jajang menilai lanskap budaya Indonesia selama ini kerap terjebak dalam pengaruh subkultur Barat seperti punk, metal, atau rock. Namun, menurutnya, tubuh masyarakat Indonesia menyimpan memori kultural yang berbeda.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sehebat apa pun distorsi gitarnya, pada ujungnya rasa dangdut yang menguasai,&#8221; selorohnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Konsep &#8220;orkes&#8221; dipilih untuk menggambarkan gerak kolektif para perupa dalam menerjemahkan semangat dangdut ke dalam berbagai medium, mulai karya dua dimensi, tiga dimensi, hingga instalasi interaktif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pameran ini menghadirkan tiga benang merah visual. Pertama, <em>Estetika Extraordinary<\/em>, yang menampilkan keberanian warna dan bentuk sebagai ekspresi kejujuran rasa. Kedua, <em>Narasi Mode Kerakyatan<\/em>, yang mengeksplorasi fesyen dangdut hingga atmosfer pasar malam sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Ketiga, <em>Semangat Sawang-Sinawang<\/em>, yang mengajak publik membangun empati sosial, bersyukur, sekaligus menyindir ego kekuasaan yang menindas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pengunjung pameran juga tidak hanya diposisikan sebagai penikmat karya. Melalui sejumlah instalasi interaktif, mereka diajak terlibat langsung untuk &#8220;berjoget&#8221; bersama pengalaman hidup, menjadikan seni sebagai ruang perayaan atas kemanusiaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebanyak 43 perupa ambil bagian dalam pameran ini, yakni <strong>Arya Pandjalu, Alex Luthfie R, Ali Umar, Mayek Prayitno, Adhik Kristiantoro, Teguh Paino, Indira Bunyamin, Retno Aris, Dwipo Hadi, Budi Blake, Riki Antoni, Joko Gundul Sulistyono, Apud Budianto, Deni Setiawan, Chasanul Fawaid Indi, Iwan Ismael, Syahrizal Pahlevi, Okkan Yunanda, D. Koestrita, Pambudi Sulistio, Deskhairi, Erlambang, Antonius Ruli, Nugrahanto Widodo, Heri Sudiono, Gus Black, Betto Made, Vio Retno, N. Rinaldy, Wisnu Aji Kumara, Yoyok Siswoyo, Joko Santoso, Dwi Putro alias Pak Wi, Febriyustiani, M. Subroto, Yayas Syahdu, Ary Kurniawan, Anthony Sa, Budi Eka Putra, Sima, Dodi Irwandi, R Wisnu D, <\/strong>dan<strong> Rajoso Bayu Wicaksono.<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang apresiasi alternatif yang edukatif, interaktif, sekaligus menghibur bagi seluruh lapisan masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Mari bersama-sama menabuh gendang seni rupa dan merayakan kerakyatan kita!&#8221; tandas Jajang.<\/p>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/h6>\n<h6><strong>Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co -\u2013 Dangdut tak lagi sebatas musik pengiring pesta rakyat. Melalui pameran &#8220;Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual&#8221;, Paguyuban Djayaningratan mengangkat dangdut sebagai bahasa budaya yang meruntuhkan sekat antara seni rupa kontemporer dan kehidupan masyarakat. Pameran yang akan dibuka pada Sabtu sore, 27 Juni 2026, di Omah Seni Djayaningratan akan memamerkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":92880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[29733,25344,28348],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2026\/06\/IMG-20260626-WA0001.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-oa5","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92881"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92881"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92885,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92881\/revisions\/92885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}