
{"id":93220,"date":"2026-08-19T07:52:45","date_gmt":"2026-08-19T00:52:45","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=93220"},"modified":"2026-08-19T07:53:52","modified_gmt":"2026-08-19T00:53:52","slug":"55-sketcher-dari-15-kota-jelajahi-kotagede-rekam-warisan-budaya-jogja-lewat-sketsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/55-sketcher-dari-15-kota-jelajahi-kotagede-rekam-warisan-budaya-jogja-lewat-sketsa\/","title":{"rendered":"55 Sketcher dari 15 Kota Jelajahi Kotagede, Rekam Warisan Budaya Jogja Lewat Sketsa"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>JOGJA, fornews.co <\/strong>\u2013 Kotagede tidak hanya menyimpan jejak sejarah kerajaan Mataram Islam, tetapi juga menjadi ruang hidup yang terus menawarkan cerita.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tahun ini, Kotagede dipilih sebagai kawasan eksplorasi karena memiliki karakter kuat sebagai kawasan cagar budaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Perpaduan arsitektur Jawa tradisional, rumah-rumah bersejarah, serta lorong kampung menjadi sumber inspirasi bagi para sketcher.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lorong kampung, rumah tradisional, hingga detail arsitektur Jawa menjadi objek yang direkam 55 seniman sketsa dari 15 kota melalui goresan tangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Beberapa waktu lalu, mereka mengeksplorasi Kotagede. Ekplorasi tersebut menjadi bagian dari <strong>1O1 Travel Sketch x Sketsa Nusantara Chapter #4<\/strong> yang digelar pada 8-9 Agustus 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Program itu mempertemukan seni, perjalanan, dan eksplorasi budaya dalam satu pengalaman kreatif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan yang digelar <strong>THE 1O1 Jogja Tugu bersama Leeven &amp; Co<\/strong>, dengan dukungan <strong>Indonesia\u2019s Sketchers Jogja<\/strong> tersebut mengajak peserta menikmati Jogja dengan cara berbeda.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kota Jogja tidak melulu dipotret, tetapi diamati, dihayati, kemudian diterjemahkan ke dalam lembaran <em>sketchbook<\/em>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tahun ini, Kotagede dipilih sebagai kawasan eksplorasi karena memiliki karakter kuat sebagai kawasan cagar budaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Eksplorasi tersebut menggandeng Kampung Wisata Purbayan, sehingga aktivitas menggambar tidak berhenti pada karya visual, tetapi juga menjadi cara untuk mengenali kehidupan dan warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Rangkaian kegiatan diawali workshop dan pengenalan teknik urban sketching bersama seniman <strong>Augustinus Madya<\/strong> dan <strong>Iqbal Amidha<\/strong>. Peserta juga mendapat kesempatan menyaksikan demonstrasi <em>live sketch<\/em> oleh <strong>Sudarman Angir<\/strong>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Melalui <em>live sketch<\/em>, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana seorang urban sketcher menangkap karakter ruang, suasana, dan aktivitas manusia kemudian menerjemahkannya menjadi karya visual yang ekspresif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pengalaman tersebut dilengkapi dengan <em>food sketch<\/em>, yang mengajak peserta mengenali budaya kuliner melalui hidangan PIRINGAN yang merupakan signature dishes LOTENG.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tidak hanya kegiatan lapangan, Sketsa Nusantara Chapter #4 juga menghadirkan pameran bertajuk <strong><em>\u201cMerekam Jejak, Merajut Ragam\u201d<\/em><\/strong>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pameran tersebut menampilkan 10 karya seniman kolaborator Nusantara yang merepresentasikan keberagaman cara para sketcher dalam merekam ruang dan budaya melalui lembaran sketchbook.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pameran berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dan dapat dinikmati para tamu yang berkunjung ke THE 1O1 Jogja Tugu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">General Manager THE 1O1 Jogja Tugu, <strong>Wahyu Wikan Trispratiwi<\/strong>, mengatakan penyelenggaraan Travel Sketch tahun ini memiliki arti khusus karena menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-12 hotel tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, Travel Sketch telah menjadi bagian dari perjalanan THE 1O1 Jogja Tugu sejak 2018. Memasuki penyelenggaraan keempat, program tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap komunitas sketcher yang selama ini ikut merekam cerita Jogjakarta melalui karya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cProgram ini menjadi bentuk apresiasi kami kepada para sketcher yang selama ini turut merekam dan menghidupkan cerita Jogja melalui karya-karya mereka,\u201d kata Wahyu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia mengatakan, momentum ulang tahun ke-12 menjadi kesempatan untuk memperluas peran hotel sebagai ruang pertemuan berbagai komunitas kreatif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami ingin terus menghadirkan ruang yang mempertemukan seni, budaya, pariwisata, dan komunitas, sehingga setiap pengalaman yang tercipta di hotel ini memiliki makna yang lebih dari sekadar sebuah kunjungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bersamaan, Founder Leeven &amp; Co, Oktavia Soenardi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan seniman dari berbagai daerah dan latar budaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDengan menggunakan berbagai variasi buku dari Stillman &amp; Birn, keberagaman kultur budaya yang ada dapat direkam dengan apik. Tentunya melalui acara-acara seperti ini Leeven &amp; Co akan terus mendukung ruang kolaborasi antarseniman lintas daerah dan budaya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kolaborasi Travel Sketch dan Sketsa Nusantara tersebut menunjukkan bahwa aktivitas menggambar dapat menjadi medium lain dalam menikmati destinasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebuah kawasan tidak hanya dikunjungi, tetapi diamati lebih dekat, direkam, dan diceritakan kembali melalui perspektif personal para seniman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bagi Jogja, pendekatan semacam ini juga memperluas cara memperkenalkan warisan budaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kotagede tidak hanya hadir sebagai destinasi sejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang dapat dialami melalui interaksi langsung dengan lingkungan, masyarakat, arsitektur, kuliner, dan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Melalui kegiatan tersebut, THE 1O1 Jogja Tugu bersama Leeven &amp; Co dan Indonesia\u2019s Sketchers Jogja menegaskan komitmen mendukung ekosistem seni dan komunitas kreatif Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kolaborasi itu sekaligus membuka ruang perjumpaan yang lebih luas antara seni, budaya, dan pariwisata, serta memperkuat posisi Jogja sebagai destinasi yang bukan sekadar dikunjungi, tetapi dialami, direkam, dan diceritakan kembali melalui karya.<\/p>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqJAgKIh5DQklTRUFnTWFnd0tDbVp2Y201bGQzTXVZMjhvQUFQAQ?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\"><strong>Google News<\/strong><\/a><\/h6>\n<h6><strong>Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00a9 Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co \u2013 Kotagede tidak hanya menyimpan jejak sejarah kerajaan Mataram Islam, tetapi juga menjadi ruang hidup yang terus menawarkan cerita. Tahun ini, Kotagede dipilih sebagai kawasan eksplorasi karena memiliki karakter kuat sebagai kawasan cagar budaya. Perpaduan arsitektur Jawa tradisional, rumah-rumah bersejarah, serta lorong kampung menjadi sumber inspirasi bagi para sketcher. Lorong kampung, rumah tradisional, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":93221,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[10354,27325,16394,29856],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2026\/08\/sketsa101-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-ofy","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93220"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93220"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93223,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93220\/revisions\/93223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}