
{"id":93402,"date":"2026-09-27T03:51:02","date_gmt":"2026-09-26T20:51:02","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=93402"},"modified":"2026-09-29T04:46:22","modified_gmt":"2026-09-28T21:46:22","slug":"struggle-ii-buka-ruang-inklusif-bagi-seniman-neurodivergen-di-ekosistem-seni-rupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/struggle-ii-buka-ruang-inklusif-bagi-seniman-neurodivergen-di-ekosistem-seni-rupa\/","title":{"rendered":"STRUGGLE II Buka Ruang Inklusif bagi Seniman Neurodivergen di Ekosistem Seni Rupa"},"content":{"rendered":"<div><strong>JOGJA, fornews.co<\/strong> \u2014 Pameran lukisan <em>STRUGGLE II: Kolaborasi Dua Sisi<\/em> menghadirkan praktik seni yang mempertemukan seniman neurodivergen dengan seniman profesional dalam satu ruang pamer.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Kolaborasi tersebut menjadi upaya memperluas ruang partisipasi dan apresiasi bagi seniman muda dengan pengalaman dan cara berkarya yang beragam.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pameran ini tidak hanya menampilkan karya sebagai hasil akhir proses artistik, tetapi juga membawa cerita tentang perjalanan para seniman muda dalam mengembangkan kemampuan melalui seni.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Dalam sambutan pembukaan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DIY menyampaikan bahwa STRUGGLE II memberikan ruang bagi seniman muda neurodivergen untuk berekspresi, berkarya, sekaligus menunjukkan potensi yang mereka miliki.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPameran Struggle bukan hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga memberikan ruang bagi para seniman muda neurodivergen untuk berekspresi, berkarya, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Menurutnya, setiap karya memiliki cerita dan proses masing-masing. Karena itu, apresiasi terhadap pameran tidak berhenti pada aspek estetika, tetapi juga perlu melihat keberagaman, ketekunan, dan proses yang dilalui para seniman.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Tema Struggle yang berarti perjuangan dinilai dekat dengan pengalaman kehidupan. Perjuangan tidak hanya berkaitan dengan menghadapi kesulitan, tetapi juga proses belajar, berkembang, membangun kepercayaan diri, serta memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cMelalui seni, setiap orang memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan cara pandangnya. Karena itu kita perlu terus menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan dan dukungan kepada setiap individu untuk berkembang,\u201d katanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia menilai pendidikan juga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang memberi kesempatan setara. Setiap anak memiliki cara belajar dan potensi yang berbeda sehingga pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPendidikan tidak hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membantu anak mengenali potensi, mengembangkan bakat, membangun karakter dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, komunitas, seniman, kurator, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem yang lebih inklusif.<\/div>\n<h4><strong>Dua Sisi, Satu Ekosistem Seni<\/strong><\/h4>\n<div>Guru Besar Universitas Gadjah Mada, <strong>Prof. Dr. Mohamad Baikuni<\/strong>, dalam orasi budayanya mengatakan konsep \u201cdua sisi\u201d dalam pameran tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang mampu mewadahi keberagaman masyarakat Yogyakarta.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDua sisi adalah sesuatu keunikan yang bisa kita jadikan sebuah epicentrum Jogja sebagai tempat yang inklusif, bisa mewadahi seluruh elemen masyarakat, anak-anak, pemuda, orang tua, dan elderly people atau manula,\u201d katanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Menurutnya, keberagaman masyarakat Yogyakarta perlu hadir dalam atmosfer kebudayaan dan kesenian yang dibangun secara berkelanjutan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga terbentuk ekosistem pendukung seni yang inklusif dan menghargai keberagaman.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHarapannya dengan event-event semacam ini akan ditampilkan nanti ke depan dan terus-menerus sehingga terbentuk suatu ekosistem pendukung seni yang inklusif, yang menghargai keberagaman,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<h4><strong>Seni sebagai Jalan Pengembangan Potensi<\/strong><\/h4>\n<div>Salah satu cerita yang menguatkan makna Struggle datang dari pengalaman keluarga Anugerah Fadly Kreatoseniman. Seni yang awalnya diberikan sebagai kegiatan pendukung bagi Anugerah sejak kecil, kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan dirinya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Orang tua Anugerah menceritakan bahwa kegiatan seni rupa awalnya diberikan sebagai terapi. Dari proses tersebut, Anugerah kemudian menempuh pendidikan seni hingga jenjang perguruan tinggi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia menyelesaikan pendidikan S1 Seni Patung di ISI dan melanjutkan studi S2. Kini, Anugerah masih berproses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDulu saya tidak sengaja. Ternyata itu adalah terapi, dan dia bisa punya S1 di ISI, jurusan Seni Patung,\u201d tuturnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses yang bagi sebagian orang terlihat sederhana dapat menjadi perjalanan panjang bagi anak neurodivergen.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia mencontohkan proses belajar Anugerah melakukan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cMereka harus berjuang. Anugerah dari kecil tidak bisa berbicara. Bisa berbicara, tapi harus berjuang juga,\u201d katanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Karena itu, seni kemudian dipandang bukan hanya sebagai aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai medium untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan, dan relasi sosial.<\/div>\n<div><\/div>\n<h4><strong>Kolaborasi dengan Seniman Profesional<\/strong><\/h4>\n<div>STRUGGLE II memperluas konsep tersebut melalui kolaborasi antara tiga seniman muda neurodivergen dengan seniman profesional.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Karya-karya mereka ditempatkan dalam hubungan dialogis melalui proses berkarya bersama.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Tiga seniman muda yang disebut dalam pembukaan pameran adalah Muhamad Haidar Abdullah, Reynaldi Kristian Nugroho, dan Anugerah Fadly Kreatoseniman.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Haidar disebut memiliki kemampuan melukis realis dan mendapatkan pembinaan dari seniman profesional. Sementara Reynaldi telah belajar lebih dari setahun di Studio Tanjakan 98.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Kolaborasi juga melibatkan seniman profesional seperti Kukuh Nuswantoro, Tofan Widianto, Harry Titut, Samodro, dan sejumlah pendamping serta kolaborator lainnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pameran tersebut menjadi ruang pertemuan antara pengalaman artistik yang berbeda. Seniman neurodivergen tidak ditempatkan hanya sebagai penerima apresiasi, tetapi hadir sebagai pelaku seni yang memiliki karya, proses, dan kemampuan artistik untuk dipertemukan dengan ekosistem seni yang lebih luas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Melalui STRUGGLE II, seni menjadi medium untuk memperlihatkan bahwa kesempatan berkarya dapat dibangun melalui kolaborasi. Ruang pamer kemudian tidak hanya menjadi tempat melihat karya, tetapi juga tempat bertemunya keberagaman pengalaman, proses belajar, dan praktik artistik.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pameran STRUGGLE II: Kolaborasi Dua Sisi resmi dibuka dan dapat dikunjungi publik. Para penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat memperluas apresiasi terhadap karya seniman neurodivergen sekaligus mendorong semakin banyak ruang kolaborasi dalam ekosistem seni rupa.<\/div>\n<div>\n<h6>Ikuti Berita dan Artikel lain di <strong>Google News<\/strong><\/h6>\n<h6><strong>Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam<\/strong><br \/>\nCopyright \u00c2\u00a9 Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.<\/h6>\n<\/div>\n<h6><span class=\"embed-youtube\" style=\"text-align:center; display: block;\"><iframe class='youtube-player' width='640' height='360' src='https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BpKu10-6ls0?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id-ID&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent' allowfullscreen='true' style='border:0;' sandbox='allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation'><\/iframe><\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOGJA, fornews.co \u2014 Pameran lukisan STRUGGLE II: Kolaborasi Dua Sisi menghadirkan praktik seni yang mempertemukan seniman neurodivergen dengan seniman profesional dalam satu ruang pamer. Kolaborasi tersebut menjadi upaya memperluas ruang partisipasi dan apresiasi bagi seniman muda dengan pengalaman dan cara berkarya yang beragam. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya sebagai hasil akhir proses artistik, tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":93403,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[24142,25344,28348,29919],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2026\/09\/Strunggle-II-a.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-oiu","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93402"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93402"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93404,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93402\/revisions\/93404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}