
{"id":9627,"date":"2017-05-24T17:48:31","date_gmt":"2017-05-24T10:48:31","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=9627"},"modified":"2017-05-24T17:48:31","modified_gmt":"2017-05-24T10:48:31","slug":"baryadi-pelaku-sara-itu-bukan-rakyat-tapi-aktor-aktor-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/baryadi-pelaku-sara-itu-bukan-rakyat-tapi-aktor-aktor-politik\/","title":{"rendered":"Baryadi : Pelaku SARA itu Bukan Rakyat, Tapi Aktor-Aktor Politik"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_9628\" aria-describedby=\"caption-attachment-9628\" style=\"width: 923px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9628 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi.jpg\" alt=\"\" width=\"923\" height=\"572\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi.jpg 923w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi-300x186.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi-768x476.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi-356x220.jpg 356w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi-696x431.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi-678x420.jpg 678w\" sizes=\"(max-width: 923px) 100vw, 923px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9628\" class=\"wp-caption-text\">Ketua FPK Sumsel H MC Baryadi, saat berbicara pada dialog interaktif kebhinekaan dan kebangsaan, yang digagas Forum Pemuda NKRI sumsel, di Aula Gedung DPRD Sumsel, Rabu (24\/05).<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, fornews.co-Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Sumsel H MC Baryadi menyampaikan, bahwa yang dihadapi negara saat ini adalah kesulitan-kesulitan.<\/p>\n<p>\u201cPertama tentang APBN. Dulu jaman Soeharto APBN itu 80% nya dari migas, sisanya dari non migas. Nah ada presiden yang satu iti malah 80% dari pajak, sedangkan isi perut bumi Indonesia sudah milik asing. Karena Indonesia sudah tidak memiliki kekayaan secara maksimal lagi. Negara kita kaya tapi negaranya miskin. Kalau Korea, negaranya miskin rakyatnya kaya. Ini perbandingannya,&#8221;\u00a0ujar Baryadi, saat berbicara pada dialog interaktif kebhinekaan dan kebangsaan, yang digagas Forum Pemuda NKRI sumsel,\u00a0di Aula Gedung DPRD Sumsel, Rabu (24\/05).<\/p>\n<p>Baryadi mengungkapkan, berkaca dari kesulitan tersebut, memang untuk saat ini, boleh saja prihatin. Tapi rasa keprihatinan itu kalau hanya dalam hitungan satu atau dua bulan. \u201cKalau sudah setahun itu sudaj sengsara. Jadi, cara untuk tidak sengsara, \u00a0harus bisa membiayai kehidupan sendiri. Itu dimulai dari menanam tanaman untuk diri sendiri. Kalau itu bisa dilaksanakan semua, saya yakin Indonesia tak kesulitan akan pangan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Nah, mengapa masyarakat harus menjaga keutuhan NKRI, Mantan Manajer Sriwijaya FC (SFC) ini menjelaskan, karena yang melakukan SARA itu sebenarnya bukan rakyat. \u201cBukan juga yang melakukan demo. Tapi, aktor-aktor politik yang berkuasa itulah, yang selama ini menciptakan SARA, yang menciptakan masalah. Seharusnya, mereka-mereka itulah yang harus mendengarkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Jadi, tambahnya, Pemuda NKRI sumsel saat ini harus menjalankan tiga hal, yakni\u00a0jangan lepas dari kepercayaan\/agama,\u00a0apapun agamanya. \u201cKemudian \u00a0jalankan budaya, \u00a0dan jalankan olahraga,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prof dr Amin Suyitno menuturkan, mengutip apa yang telah diungkapkan Gus Dur, bahwa\u00a0tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, maka orang tidak akan menanyakan apa agamamu.<\/p>\n<p>\u201cDari ungkapan itu, ya memang kita butuh perbedaan. Cowok butuh cewek, \u00a0pemuda butuh orang tua dan sebagainya, agar saling membutuhkan. Inilah hikmah mengapa realitasnya NKRI indah dengan banyak perbedaan,\u201d tandasnya. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; PALEMBANG, fornews.co-Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Sumsel H MC Baryadi menyampaikan, bahwa yang dihadapi negara saat ini adalah kesulitan-kesulitan. \u201cPertama tentang APBN. Dulu jaman Soeharto APBN itu 80% nya dari migas, sisanya dari non migas. Nah ada presiden yang satu iti malah 80% dari pajak, sedangkan isi perut bumi Indonesia sudah milik asing. Karena Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9628,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[9,69,97,24,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/05\/Baryadi.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-2vh","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9627"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9627"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9629,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9627\/revisions\/9629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}