
{"id":9904,"date":"2017-06-06T16:37:54","date_gmt":"2017-06-06T09:37:54","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=9904"},"modified":"2017-06-06T16:37:54","modified_gmt":"2017-06-06T09:37:54","slug":"tak-ada-pekerjaan-ahmad-rivai-produksi-ekstasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tak-ada-pekerjaan-ahmad-rivai-produksi-ekstasi\/","title":{"rendered":"Tak Ada Pekerjaan, Ahmad Rivai Produksi Ekstasi"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_9906\" aria-describedby=\"caption-attachment-9906\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-9906\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-300x169.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-768x432.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-696x391.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-1068x600.jpg 1068w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009-747x420.jpg 747w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9906\" class=\"wp-caption-text\">Ahmad Rivai (40) warga Jalan Letnan Murod, Kelurahan Srijaya Negara, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, produsen ekstasi (inek) saat digelandang ke Mapolsek Sukarami.<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Sulitnya mendapat pekerjaan, mendorong Ahmad Rivai (40) warga Jalan Letnan Murod, Kelurahan Srijaya Negara, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, memproduksi ekstasi (inek).<\/p>\n<p>Atas usahanya tersebut, bukannya memyelesaikan masalah ekonominya, justru harus berurusan dengan polisi dan merasakan dinginnya hotel prodeo (sel). Pria paruh baya ini, ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukarami, serta barang bukti beruba bahan dan alat pembuat ekstasi, Senin (05\/06).<\/p>\n<p>Dari pengakuan tersangka, untuk memproduksi ekstasi dirinya hanya butuh modal Rp200.000. Dari uang tersebut, dirinya membeli roti tawar, minuman anak-anak, minyak angin, obat sakit kepala, lem dan sabu yang dicairkan untuk 1\/2 kilogram adonan pembuat ekstasi. Sedangkan, alat cetaknya sendiri tersangka menggunakan baut.<\/p>\n<p>&#8220;Biar ada fly ketika ditelan, makanya dimasukan sabu cair. Kalau lem itu, berguna untuk mengeraskan adonan saat sudah dicetak,&#8221; akunya saat digelar Polsek Sukarami, Palembang, Selasa (06\/06).<\/p>\n<p>Sambung tersangka, untuk mencetak barang haram hasil karyanya tidak perlu menunggu lama, dan sudah berbentuk pil juga sudah jadi dan siap diedarkan. Agar tidak terlalu terlihat bila itu pil ekstasi palsu, Ahmad menjual pil ekstasinya tersebut dengan harga Rp280.000 per\/butir.<\/p>\n<p>Sementara, Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol M Khalid melalui Kanit Reakrim Iptu Marwan menuturkan, tersangka ditangkap di Jalan Kol H Barlian KM 9, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang ketika akan menjual pil ekstasi hasil produksinya.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika kami lakukan pengembangan, ditemukan bahan-bahan untuk membuat pil ekstasi. Tersangka diamankan bersama barang bukti adonan dan bahan-bahan pembuat pil ekstasi dan juga pil ekstasi yang sudah jadi,&#8221; pungkasnya.(bay)<br \/>\n<!--Clip_XXXX_170606_163120_875--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; PALEMBANG, fornews.co &#8211; Sulitnya mendapat pekerjaan, mendorong Ahmad Rivai (40) warga Jalan Letnan Murod, Kelurahan Srijaya Negara, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, memproduksi ekstasi (inek). Atas usahanya tersebut, bukannya memyelesaikan masalah ekonominya, justru harus berurusan dengan polisi dan merasakan dinginnya hotel prodeo (sel). Pria paruh baya ini, ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukarami, serta barang bukti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":9906,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[2],"tags":[984,9,68,69,97],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/IMG-20170606-WA0009.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-2zK","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9904"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9904"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9908,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9904\/revisions\/9908"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}