YOGYA, fornews.co—Yogyakarta dipastikan menjadi tuan rumah Jambore Stroke Indonesia (JSI) yang pertama digelar pada 29-30 Oktober 2022 bertema ‘Berbagi Energi Sehat untuk Membangun Negeri’.
Jambore yang diinisiasi oleh Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Yogyakarta rencananya akan dipusatkan di Inna Garuda Hotel di Kawasan Heritage Malioboro.
Ketua Panitia Jambore Stroke Indonesia, AR Iskandar, menyebut JSI akan diikuti oleh para strokers, insan pasca strokes, komunitas stroke se-Indonesia, pendamping (caregiver) dan relawan.
Jambore yang sebelumnya akan digelar pada 2020 terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19.
Meski tahun ini dapat terlaksana Jambore Stroke Indonesia di Yogya hanya akan berlangsung selama dua hari.
“Kita pernah berencana mengadakan selama tiga hari pada 28-30, tapi karena kondisi diputuskan cukup dua hari saja,” kata Iskandar yang juga sebagai Ketua Yastroki DIY kepada fornews.co, Selasa (27/9/2022).
Iskandar membeberkan pihaknya baru diizinkan menyelenggarakan Jambore Stroke pada bulan April lalu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Alhamdulillah pada bulan April 2022 kami kembali diberikan izin boleh melaksanakan meski harus tetap menerapkan prokes. Prokes yang tidak seperti sewaktu pandemi,”kata dia.
Dikatakan Iskandar, peringatan Hari Stroke Dunia menjadi momen penting sekaligus menggagas Jambore Stroke Pertama di Indonesia.
Nantinya pada peringatan Hari Stroke Dunia, sambung Iskandar, strokers seluruh Indonesia akan mencanangkan ‘Perang Semesta Melawan Stroke’.
Di sela jumpa pers Jambore Stroke Indonesia di kawasan Timoho, Iskandar mengatakan bangsa akan kuat jika rakyatnya selalu sehat. Hal ini karena stroke dapat dialami oleh siapapun tidak mengenal muda atau tua.
“Belakangan stroke di Indonesia paling banyak dialami oleh kaum muda akibat pola makan yang tidak disiplin dan kebiasaan merokok,” ungkapnya.
Kepada awak media, Iskandar, mengingatkan para pemuda untuk tidak asal mengonsumsi makanan—terlebih junk food dan yang serba instan.
Selain hiburan, tambah Iskandar, ada kirab budaya diikuti oleh warga strokers dan masyarakat umum serta komunitas peduli narkoba.
Selain itu, kirab juga melibatkan 300 strokers berkursi roda yang pendorongnya adalah para perawat dan pramugari cantik dari salah satu kampus di Yogyakarta.
Jambore akan diisi berbagai acara dan kegiatan di antaranya, seminar kesehatan pencegahan stroke kekinian, sarasehan khusus remaja anti stroke, berkunjung ke desa-desa, jalan-jalan ke Embung Tambak Baya, Sleman, DIY dan aksi budaya kampanye melawan stroke. (adam)
















