JOGJA, fornews.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan yang disertai angin kencang masih bisa terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, terutama di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman.
BMKG Stasiun Meteorologi Jogja menyebut kondisi atmosfer di wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta belum sepenuhnya stabil.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi berupa hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan,” tulis BMKG dalam rilisnya.
Dijelaskan, pola cuaca basah yang melintas di Jawa bagian tengah memicu pembentukan awan hujan dengan peluang angin kencang muncul secara tiba-tiba.
Hal itu terjadi khususnya saat hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Di wilayah ini, hujan lebat berpeluang datang bersamaan dengan hembusan angin terutama di kawasan terbuka, permukiman padat, serta dekat bangunan tinggi.
BMKG mencatat arah angin dominan berasal dari barat hingga barat laut dengan kecepatan yang dapat meningkat ketika awan konvektif berkembang.
Meski tidak tergolong badai besar, hembusan tersebut dapat berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas warga.
Secara umum, hampir seluruh kabupaten dan kota di DIY diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang sepanjang hari.
Peluang hujan berada di kisaran menengah, dengan beberapa waktu berpotensi meningkat disertai angin lokal yang kuat.
Kondisi ini membuat aktivitas luar ruang, perjalanan darat, hingga kegiatan masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama pada sore hingga malam hari ketika pertumbuhan awan hujan biasanya lebih intens.
Kombinasi hujan dan angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pohon tumbang, atap rumah terlepas, papan reklame roboh, hingga terganggunya arus lalu lintas.
Selain itu, jarak pandang saat hujan lebat juga bisa menurun.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar ketika hujan dan angin mulai menguat.
Warga juga diminta mengamankan barang-barang ringan di sekitar rumah agar tidak terbawa angin.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat hujan deras disertai angin. Pastikan lingkungan sekitar aman,” demikian imbauan BPBD.
Dampak cuaca juga dirasakan di wilayah perairan selatan DIY. Angin kencang dapat memperkuat tinggi gelombang laut pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi ini dinilai berisiko bagi nelayan serta operator kapal kecil.
BMKG menyarankan aktivitas melaut ditunda sementara apabila kondisi angin dan gelombang meningkat demi keselamatan.
BMKG memastikan terus memantau perkembangan atmosfer di wilayah DIY dan sekitarnya. Masyarakat dianjurkan mengikuti pembaruan cuaca melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun kanal media sosial resmi.
Warga juga diharapkan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, seperti memeriksa atap rumah, memangkas dahan rapuh, serta menyesuaikan rencana aktivitas agar tetap aman di tengah cuaca yang masih fluktuatif.

















