PALEMBANG, fornews.co – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel XII 2019, KONI Sumsel melakukan verifikasi atlet yang akan berkompetisi di pesta olahraga Sumsel dua tahunan ini.
Ketua Bidang Keabsahan Porprov Sumsel Asdit Abdullah mengatakan, verifikasi atlet ini dilakukan 24-26 November 2019 di Kantor KONI Sumsel. Pada hari pertama dijadwalkan verifikasi atlet untuk 11 cabor yakni atletik, voli pasir, sepak bola, hoki, kempo, wushu, catur, karate, tinju, sepak takraw dan balap sepeda.
Sementara pada hari kedua, atlet yang diverifikasi berasal dari cabor bulutangkis, soft tenis, renang, tenis meja, menembak, sepatu roda, bridge, taekwondo, senam dan basket. Lalu pada hari terakhir, dijadwalkan verifikasi untuk cabor voli indoor, bola tangan, panjat tebing, tenis lapangan, pencak silat, biliar, woodball, panahan dan futsal.
“Jadi semua atlet dari 30 cabor yang akan dipertandingkan di Porprov Prabumulih nanti harus diverifikasi dulu keabsahannya,” ujar Asdit, Kamis (24/10).
Menurut Asdit, KONI Sumsel akan teliti melihat berbagai persyaratan atlet yang turun di Porprov, di antaranya tidak boleh terdaftar di dua kabupaten/kota, atlet membela kabupaten/kota tempat dia dibina, jika ada yang membela kabupaten/kota lain maka harus disertai perjanjian dan dibina kabupaten/kota lain. Lalu atlet yang turun maksimal kelahiran 1 Januari 1998, kecuali cabor tenis, soft tenis, woodball, catur. Adapun pemberlakuan aturan atlet maksimal kelahiran 1 Januari 1998 sebanyak 70% dan 30% kuota kontingen bagi atlet kelahiran sebelum 1 Januari 1998.
“Atlet yang akan turun di Porprov juga wajib menyertakan KTP asli, KK asli, ijazah terakhir, akta kelahiran dan persyaratan lainnya,” terangnya.
Mulai pekan depan, KONI Sumsel akan meneliti keabsahan atlet dan secepatnya menyampaikan hasil verifikasi atlet ini.
“Jadi, kita harapkan tidak ada keributan lagi soal status keabsahan atlet saat pertandingan,” tegasnya. (ije)

















