PALEMBANG, fornews.co – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menunjukkan kualitas sebagai yang terbaik di gelaran LIMA Futsal Sumatra Conference setelah memastikan gelar juara Season 7. Menghadapi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di partai final, Polsri menutup laga dengan kemenangan 2-0.
Prestasi ini membuat Polsri sukses mempertahankan gelar yang musim lalu mereka raih setelah mengalahkan Universitas Sumatra Utara (USU) 1-0.
Bertanding di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (24/10) malam, Polsri cukup dikejutkan dengan penampilan UMP yang langsung tampil menekan. Namun unggul kualitas, pemain Polsri meladeni UMP dengan bermain sabar. Keasyikan menyerang, UMP dikejutkan dengan serangan balik Polsri di menit 9 yang berbuah gol melalui Ilham Pangestu. Hingga babak I usai, tak ada lagi gol dari kedua tim.
Dua menit babak II berjalan atau menit 22, Polsri melebarkan jarak setelah Kemas Fahmi mencetak gol kedua bagi timnya. Tertinggal 2 gol, UMP melakukan berbagai strategi untuk mengejarnya. Namun hingga wasit meniup peluit panjang, UMP gagal mencetak gol.
“Kami bersyukur bisa juara lagi di LIMA Futsal ini. Kedepan kami berharap bisa memperbaiki posisi di tingkat nasional. Sebab tahun lalu minimnya pengalaman membuat kami belum bisa berbuat banyak. Dengan kondisi sekarang yang lebih siap, kami yakin di tingkat nasional nanti setidaknya bisa lolos dari putaran grup,” ujar Manajer Politeknik Negeri Sriwijaya, Faisal, usai pertandingan.
Sementara itu, Asisten Pelatih Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang, Yuyu Muhammad Akhirudin mengaku puas dengan prestasi ini. Sebab, meski kehilangan pemain pilar, namun pemain lain bisa mengambil peran yang ditinggalkan.
“Di LIMA Sumatra ini tim pelatih sangat puas dengan hasil ini. Apalagi sebelumnya tim harus kehilangan dua pemain andalan. Tetapi bersyukur yang lainnya mampu menutupi kekosongan itu,” kata Yuyu.
Ditambahkan Yuyu, kembali meraih juara Sumatra Conference artinya Polsri akan kembali bertemu dengan tim-tim juara regional lainnya di National Conference. Belajar dari pengalaman tahun lalu, ada beberapa pembenahan yang harus dilakukan agar bisa berprestasi lebih baik.
“Persiapan kami harus lebih baik untuk menghadapi tingkat lanjutan nasional. Yang paling utama dari sisi kedalaman skuat, tidak mungkin hanya mengandalkan 5 atau 8 pemain saja. Semua harus berperan dan tidak ada istilah inti atau cadangan, semua sama,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Universitas Muhammadiyah Palembang, Yusri mengakui timnya kalah pengalaman dari Polsri. Apalagi pemain yang diturunkan mayoritas mahasiswa tingkat pertama yang masih sangat muda.
“Kami kalah pengalaman. Sebab ini baru pertama bagi pemain kami turun di ajang sebesar LIMA ini. Tetapi menembus partai final bukan prestasi jelek, saya tetap puas karena anak-anak mau menunjukkan kerja keras di lapangan. Jika saja anak-anak bermain lebih tenang, saya rasa kami bisa mencetak gol dan merepotkan Polsri,” tukasnya. (ije)

















