JAKARTA, fornews.co – Setelah muncul desakan dari publik sepak bola Tanah Air, akhirnya PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai Head Coach Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Sabtu (3/1/2026).
Nah seperti apa kiprah John Herdman sebagai pelatih, hingga otorita sepak bola tertinggi di Indonesia ini kepincut untuk menakhodai Skuad Garuda untuk kedepannya.
Ternyata, John Herdman mengawali karir kepelatihannya sejak usia muda di Inggris, ketika dia masih mahasiswa dan dosen paruh waktu di Universitas Northumbria.
Pria kelahiran Consett, County Durham, Inggris pada 19 Juli 1975 itu, mengawali debut kepelatihannya sebagai pelatih pengembangan untuk akademi muda Sunderland hingga tahun 2001, ketika ia pindah ke Selandia Baru.
Ketika tiba di Selandia Baru dan bergabung dengan program sepak bola nasional pada tahun 2003, awalnya Herdman bertindak sebagai Manajer Pendidikan Pelatih dan kemudian sebagai Direktur Pengembangan Sepak Bola.
Akhirnya, Herdman menjadi Pelatih Kepala Timnas Wanita Selandia Baru dari tahun 2006 hingga 2011. Herdman memimpin skuad U-20 ke Kejuaraan Dunia pada tahun 2006 dan Piala Dunia U-20 yang kemudian berganti nama pada tahun 2010, mengamankan kemenangan Piala Dunia pemuda pertama mereka.
Selain itu, Herdman juga membimbing tim senior ke Piala Dunia Wanita FIFA pada tahun 2007 dan 2011, serta Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Atas kontribusinya, ia diakui sebagai Pelatih Terbaik Selandia Baru (2006, 2008) dan Tim Sepak Bola Terbaik Selandia Baru (2008).
Dari Selandia Baru, Herdman berpetualang lagi sebagai Pelatih Timnas wanita Kanada dari tahun 2011 hingga 2018, membimbing mereka meraih medali perunggu Olimpiade berturut-turut (2012, 2016) dan mencapai perempat final Piala Dunia Wanita FIFA 2015.
Selanjutnya, perjalanan karir kepelatihan Herdman memimpin Timnas pria Kanada yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia FIFA mereka selama 36 tahun pada tahun 2022.
Herdman menjadi sosok dipuji, lantaran telah membentuk kembali budaya Timnas Kanada. Membantu meningkatkan profil sepak bola Kanada di dalam dan luar negeri, serta meletakkan dasar yang kuat menjelang keikutsertaan negara tersebut dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. (aha)

















