PALEMBANG, fornews.co – Tim futsal Universitas Sriwijaya (Unsri) sukses memuncaki klasemen LIMA Futsal Sumatra Conference Season 7 setelah di laga terakhir menundukkan AMIK Bina Sriwijaya 3-0.
Hanya diikuti tiga tim yaitu Unsri, AMIK Bina Sriwijaya, dan Universitas PGRI Palembang, pertandingan menggunakan sistem kompetiai penuh, dimana setiap tim bertemu dua kali. Unsri menyapu bersih semua kemenangan dan mengantongi 12 poin. Sementara AMIK Binas harus puas di posisi runner-up dengan 6 poin dari hasil 2 kali menang dan 2 kalah. Adapun 2 kekalahan AMIK Binas didapat saat berhadapan dengan Unsri. Sementara tim PGRI Palembang tidak meraih satu angka pun bahkan menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya.
Dengan hasil ini, tim futsal Unsri akan melaju ke tingkat nasional untuk bersaing dengan pemenang LIMA Futsal dari regional lainnya.
Pelatih Unsri Abdul Rahman mensyukuri pencapaian tim yang ditanganinya. Diakui Rahman, meski timnya menyapu bersih kemenangan, namun persaingan futsal di sektor putri semakin baik.
Lolos mewakili Sumatra Conference, Rahman pun mengaku banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
“Setidaknya kami harus mampu bersaing dengan tim-tim dari Pulau Jawa, karena kualitas mereka memang masih di atas. Target lain ya lihat situasi dan kondisi dulu, lihat juga bertemu dengan tim besar seperti apa. Intinya kita harus berusaha terus agar setiap pertandingan tidak kalah dengan gol yang banyak. Event lain, paling tidak harus capai semifinal,” tuturnya.
Sementara itu, Pelatih AMIK Bina Sriwijaya Dirut Eka Saputra mengakui timnya kesulitan menyaingi Unsri. Meski Eka telah menyampaikan anak asuhnya untuk konsentrasi penuh dan fokus saat menghadapi Unsri, namun kualitas individu dan team work lawan yang lebih baik membuat AMIK Binas tak mampu berbuat banyak.
“Saya sudah instruksikan anak-anak untuk fokus, tapi melihat permainan Unsri yang lebih rapi, mereka down. Kemenangan Unsri murni karena kesalahan dari tim kami sendiri,” tuturnya.
Menurut Eka, ada kesulitan tersendiri melatih tim putri. Sebab pemain putri lebih cenderung ke perasaan.
“Mereka kadang-kadang bermain sesuai mood. Kalau mood-nya bagus permainan juga bagus, begitu juga sebaliknya. Kemudian mentalitas mereka juga. Tim putri AMIK Binas sekarang ini 70% pemain baru. Hal ini juga mempengaruhi prestasi. Sebab tahun lalu kita juara, dan tahun ini inilah hasil kita,” katanya. (ije)

















