JOGJA, fornews.co – Di balik kemeriahan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, AirNav Indonesia berperan penting mengamankan ratusan layang-layang dari gangguan penerbangan.
Ratusan layang-layang dari 17 negara yang diterbangkam di Pantai Parangkusumo dalam Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 pada 11–12 Juli 2026.
Direktur Keselamatan dan Keamanan AirNav Indonesia, Nurcahyo Utomo, mengatakan AirNav memiliki tanggung jawab mendukung setiap kegiatan masyarakat yang memanfaatkan ruang udara, termasuk festival layang-layang, tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan.
“AirNav berkewajiban mendukung kegiatan layang-layang karena sama-sama menggunakan ruang udara. Tugas kami adalah menjamin keselamatan keduanya, baik layang-layang maupun pesawat udara, melalui pengaturan dan pemisahan ruang udara,” ujarnya, Sabtu, 11 Juli.
Menurut Nurcahyo, selama penyelenggaraan JIKF, AirNav melakukan pengaturan rute penerbangan agar pesawat tidak melintasi area festival.
Sebagai penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan nasional, AirNav Indonesia memastikan seluruh rangkaian festival berlangsung aman melalui pengaturan lalu lintas udara, asesmen keselamatan, serta koordinasi intensif dengan panitia penyelenggara sebelum kegiatan dimulai.
Selain pengaturan lalu lintas udara, AirNav juga melaksanakan safety assessment sebelum festival digelar. Kajian tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko termasuk memastikan seluruh aktivitas memenuhi standar keselamatan penerbangan yang berlaku.

Proses pengamanan ruang udara dimulai sejak tahap perencanaan. Panitia JIKF terlebih dahulu mengajukan permohonan penggunaan ruang udara kepada AirNav Indonesia dengan melampirkan informasi lokasi kegiatan, jadwal pelaksanaan, estimasi ketinggian layang-layang, luas area penerbangan, hingga rencana penggunaan drone untuk dokumentasi.
Data tersebut menjadi dasar bagi AirNav dalam melakukan analisis risiko sekaligus menentukan langkah mitigasi agar penyelenggaraan festival tidak mengganggu operasional penerbangan sipil.
Jika terdapat penerbangan yang harus melewati kawasan tersebut, pengaturan dilakukan berdasarkan batas ketinggian tertentu sehingga aktivitas pesawat dan layang-layang tetap berlangsung aman.
Humas sekaligus Koordinator Perizinan JIKF 2026, Sustono Hurihandoko, menegaskan rekomendasi dari AirNav Indonesia merupakan salah satu persyaratan utama dalam penyelenggaraan festival layang-layang berskala internasional.
“Penyelenggaraan Jogja International Kite Festival membutuhkan rekomendasi dari AirNav Indonesia karena kegiatan ini memanfaatkan ruang udara. Rekomendasi tersebut menjadi salah satu syarat yang kemudian kami teruskan dalam proses perizinan kepada kepolisian, mulai dari Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan AirNav telah dilakukan sejak awal persiapan. Panitia juga menyampaikan titik koordinat lokasi penyelenggaraan beserta jadwal pelaksanaan secara rinci sebagai bahan kajian keselamatan sebelum rekomendasi penggunaan ruang udara diterbitkan.
“Dalam prosesnya kami juga harus menyampaikan titik koordinat lokasi penyelenggaraan secara rinci, termasuk jadwal pelaksanaan festival pada 11–12 Juli 2026. Data tersebut menjadi dasar bagi AirNav untuk melakukan kajian keselamatan sebelum mengeluarkan rekomendasi penggunaan ruang udara,” kata Sustono.
Kolaborasi antara AirNav Indonesia dan panitia JIKF 2026 menjadi salah satu faktor penting yang mendukung suksesnya festival.
Di balik atraksi ribuan layang-layang yang memikat perhatian pengunjung dan delegasi mancanegara, penerapan standar keselamatan ruang udara tetap menjadi prioritas sehingga JIKF tidak hanya tampil sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga sebagai penyelenggaraan event internasional yang tertib, aman, dan sesuai regulasi.
















