PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengingatkan pedagang dan juga pembeli harus berhati-hati dalam bertransaksi hewan kurban. Terkhusus soal kesehatan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Taufik Gunawan mengatakan, ada beberapa penyakit yang sering menjangkiti hewan kurban terutama sapi, salah satunya virus jembrana. Menurutnya, virus ini sangat mudah menyebar melalui udara. Bahkan, virus ini memiliki efek mematikan untuk hewan seperti sapi.
“Hewan kurban yang sudah terjangkit penyakit itu tidak boleh diperjualbelikan lagi,” katanya, Kamis (25/07).
Ia menambahkan, ciri-ciri hewan yang terjangkit virus jembrana ini yaitu sapi lesu, pendarahan dan keluar keringat darah. Karena itu, untuk menghindari terjadi penyebaran virus tersebut dirinya mengingatkan agar pedagang dan pembeli berhati-hati. Dirinya juga berpesan agar pedagang dan pembeli terlebih dahulu memeriksakan hewan kurbannya sebelum menjual dan juga membeli.
“Untuk memastikan keamanan hewan kurban, kami harap pedagang mengantongi surat kesehatan hewan kurban yang dijualnya,” ujarnya.
Menurut Taufik, pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa penjual hewan kurban. Hasilnya, belum ditemukan sapi yang terjangkit penyakit terutama virus jembrana. Meski demikian, para pedagang harus tetap memperhatikan kebutuhan hewan seperti makanan, aspek tempat berjualan dan lain sebagainya.
“Kami harap juga pedagang tidak memperlakukan hewan kurban ini dengan kasar karena dapat menimbulkan luka fisik dan stres pada hewan tersebut,” tukasnya. (alu)
















