PALEMBANG, fornews.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menyebut Indek Harga Konsumsen (IHK) ada empat wilayah di Provinsi Sumsel mengalami deflasi dan inflasi.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto menyatakan, empat wilayah di Sumsel yang dari pantauan IHK mengalami deflasi tersebut yakni Muara Enim dan OKI, masing-masing sebesar -0,93 persen dan -0,13 persen. Sedangkan, Palembang dan Lubuk Linggau inflasi sebesar 0,21 persen dan 0,20 persen.
Tekanan inflasi itu, sambung dia, sebagai akibat kenaikan harga beras, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan minyak goreng yang juga terjadi secara nasional.
“Namun mampu diredam oleh penurunan komoditas lain seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan segar yang melimpah dipasaran,” ujar dia, dalam pernyataan resmi BPS Sumsel.
Meski demikianu, kata Wahyu, laju inflasi year-on-year (YoY) di Sumsel bulan Februari 2024 melandai dari sebesar 3,35 persen menjadi 3,15 persen. Sementara tingkat inflasi month-to-month (MtoM) di Sumsel hanya sebesar 0,01 persen dan tingkat deflasi year to date (YtoD) sebesar 0,07 persen.
“Angka ini lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencatat nilai inflasi month-to-month sebesar 0,37 persen dan tingkat inflasi year to date sebesar 0,41 persen,” kata dia.
Wahyu menungkapkan, terjaganya inflasi di Sumsel tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan Pemda melalui Gerakan Pengendalian Inflasi ditingkat Provinsi hingga Kabupaten/kota.
Sementara, Plh Sekda Sumsel, Edward Chandra menjelaskan, pihaknya mengapresiasi atas sinergi, kerjasama dan dukungan BPS kepada Pemprov Sumsel dalam penyediaan data dan indikator pembangunan.
“Selain itu independensi BPS Sumsel dalam menghasilkan data, juga menjadi potret terbaik bagi Pemprov Sumsel untuk mengukur kinerja saat ini,” jelas dia.
Edward menambahkan, menjelang bulan Ramadan nanti, diharapkan program pengendalian inflasi serentak terus dilakukan.
“Upaya pengendalian inflasi yang telah dicanangkan untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan kebijakan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD,” tandas dia. (aha)
















