PALEMBANG, fornews.co – Dompet Dhuafa Sumatra Selatan berhasil mengumpulkan 200 pekurban pada Iduladha 1441 Hijriah. Kurban dalam bentuk sapi dan kambing setara 200 domba ini didistribusikan kepada warga hingga pelosok Sumsel.
Adapun kriteria penerima daging kurban yakni dhuafa di daerah terpencil yang jarang ada kurban, daerah bencana dan daerah rawan akidah. Untuk mencapai target, tim Dompet Dhuafa Sumsel pun harus berjuang keras untuk dapat menjalankan amanah dari pekurban.
Seperti salah satunya, Dusun Belanti, Desa Pedamaran 2, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Untuk mencapai titik pemotongan hewan kurban, tim harus menempuh perjalanan darat dan air. Butuh 2 jam dari Palembang untuk mencapai Desa Pedamaran 2. Setelah itu, tim Dompet Dhuafa Sumsel dan hewan kurban harus naik perahu ketek. Butuh waktu 1,5 jam untuk mencapai Dusun Belanti, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Lalu tim juga menyambangi Desa Cinta Jaya, Dusun Sungai Kemang, Kecamatan Pedamaran, OKI, yang jarak dan perjalanan yang ditempuh relatif sama.
Tak hanya di OKI, tim membawa hewan kurban juga harus naik perahu ketek untuk mencapai Desa Pulau Kemaro, Kecamatan IT II Palembang.
Meski tak seekstrem perjalanan ke Desa Belanti, perjalanan ke Desa Pulau Kabal, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir beda lagi. Tim harus menghabiskan 4 jam perjalanan untuk mencapai lokasi. Berada di pelosok Ogan Ilir, membuat jalan menuju desa ini terbilang sepi. Desa Lubuk Segonang, Kecamatan Kandis, Ogan Ilir pun juga sama, terpencil dan banyak dhuafa.
Warga di Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang dan Desa Mataram, Musi Rawas, dan beberapa daerah lain yang masuk kategori miskin, terpencil, banyak kaum dhuafa juga menjadi titik penyebaran hewan kurban.
“Hewan kurban ditebar di pelosok Sumsel. Mulai dari Prabumulih, Ogan Ilir, OKI, Palembang, Banyuasin, Musi Rawas, OKU Timur dan Muara Enim,” ujar Penanggungjawab Pendistribusian Hewan Kurban dari Dompet Dhuafa Sumsel, Afrizal, Minggu (02/08).
Menurut Afrizal, hewan kurban ini, telah didistribusikan dan telah dipotong panitia kurban. Dompet Dhuafa Sumsel dengan dibantu warga telah membagikan kepada mereka yang benar-benar layak menerimanya. Daging kurban ini dikemas dalam besek, wadah yang ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, semua hewan kurban baik di Sumsel ataupun nasional sudah didistribusikan dan telah dipotong. Kami ucapkan terima kasih kepada pekurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya di Dompet Dhuafa Sumsel,” katanya.
Komarudin, salah satu penerima daging kurban asal Desa Pulau Kabal, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, tampak begitu senang menerima daging kurban. Bagi dia dan warga lain, harus diakui jika daging menjadi hidangan mewah di meja makan. Apalagi, Desa Pulau Kabal didominasi warga dengan mata percarian buruh tani dan kebun.
Dia pun mengaku sangat terharu, karena Dompet Dhuafa Sumsel sengaja menyambagi desanya untuk memberikan hewan kurban dari para pekurban.
“Padahal, kita sama sekali tidak kenal dengan pekurban. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” tuturnya. (ije)

















