JAKARTA, fornews.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) menindaklanjuti kerjasama dengan PT Petrotekno, untuk melatih SDM Industri Migas di Bumi Serasan Sekate agar ke depan memiliki keterampilan dan keahlian khusus.
Menurut Wakil Bupati (Wabup) Muba, Beni Hernedi, kerjasama ini sempat tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), karena sebelumnya mereka pernah melakukan kunjungan ke fasilitas PT Petrotekno di kawasan Ciloto, jadi sekarang kerjasama tersebut pembahasannya kembali ditindaklanjuti.
“Pembahasan kali ini lebih teknis dan dengan bagian kerjasama daerah dan Dinas Tenaga Kerja Muba. Jadi, sekarang akan dimulai dengan menyusun draff kesepakatan kerjasama antara PT Petrotekno dengan Pemkab Muba dan PT Petrotekno dengan Politeknik Muba dalam pengembangan SDM,” ujar dia, di Hotel Pullman Business Center Meeting Room Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Beni menjelaskan, kerjasama dalam yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan, yakni SDM industri migas di Muba akan mendapatkan pelatihan khusus dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutbunlah.
Kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Muba, sambung Beni, utamanya migas, harus di back up dengan SDM yang mumpuni dan tentu dapat menjaga dengan baik SDA yang dimiliki.
“Petrotekno merupakan lembaga pelatihan vokasi pendidikan yang mengutamakan keterampilan dan keahlian khusus, sehingga Pemkab Muba menilai sangat tepat bisa bekerjasama dengan Petrotekno dalam hal peningkatan kualitas SDM nantinya,” jelas dia.
Kemudian, ungkap Beni, untuk jangka panjang pihaknya menargetkan Muba akan memiliki fasilitas tempat pelatihan seperti Petrotekno Technical School. Harapannya, Muba memiliki tempat pusat pelatihan khusus di bidang migas.
“Hadirnya pusat pelatihan ini juga untuk menciptakan SDM unggul di Muba dan solusi atas minimnya tenaga lokal yang belum terserap di perusahaan di Muba, yang sering beralasan tidak memiliki skill dan kompentensi di bidangnya. Serta seiring dengan implementasi Perda Muba yang mewajibkan perusahaan daerah setempat menyerap 70 persen SDM lokal,” ungkap dia.
“Belum lagi tahun 2020 ini adalah tahun penerapan dari kartu pra kerja di mana akan dilakukan pelatihan terhadap yang belum bekerja, dan tentunya Muba harus bersiap,” tegas Beni.
Sementara, Direktur PT Petrotekno, Hendra Pribadi mengatakan, pihaknya segera memetakan kebutuhan pelatihan SDM Muba dalam upaya peningkatan keterampilan dan keahlian.
“Akan kitasusun dan melakukan pemetaan, apa saja nanti yang akan disiapkan, yang jelas upaya Pemkab Muba ini sangat nyata dalam hal peningkatan kualitas dan keahlian SDM lokal di Muba,” kata dia.
Hendra melanjutkan, Petrotekno merupakan tempat pelatihan yang sudah mengantongi sertifikasi nasional dan internasional perihal pelatihan di bidang migas. “Lulusan dari Petrotekno ini tentu sudah siap kerja dan memiliki sertifikat,” tandas dia. (aha)
















