SEKAYU, fornews.co – Lahan kosong minimal 5–10 hektare (Ha) di setiap desa di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan dimanfaatkan untuk ditanami kelapa sawit atau komoditas produktif lainnya.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Muba, Toha Tohet disela penanaman bibit kelapa sawit dan bibit ikan lele di lahan kawasan aset Pemkab Muba di belakang Politeknik Sekayu itu, Selasa (24/2/2026).
“Kalau satu desa bisa mengelola 5 sampai 10 hektare, Insya Allah hasilnya akan terasa. Ini akan menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat desa,” ujar dia.
Toha mengatakan, memanfaatkan lahan kosong milik aset Pemkab Muba dengan kelapa sawit dan komoditas produktif lainnya ini tak lain untuk memperkuat ketahanan pangan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Pemanfaatan lahan kosong ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan aset daerah agar lebih produktif dan bernilai ekonomi,” kata dia.
Potensi lahan tidur di wilayah Muba, ungkap Toha, sangat besar dan harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. Untuk hari ini dimulai pemanfaatan lahan yang belum terpakai dengan menanam sawit dan menebar benih ikan lele.
“Mudah-mudahan ini memberi manfaat besar, baik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), meningkatkan ketahanan pangan, maupun menambah pendapatan asli daerah,” ungkap dia.
Sementara, Kepala BPKAD Muba, Riki Junaidi AP menjelaskan, total bibit kelapa sawit yang ditanam tahap awal ini sebanyak 270 batang yang tersebar di belakang Stable Berkuda Sekayu dan kawasan Perumahan PNS. Kemudian, ada 10.000 benih ikan lele ditebar di kolam pemanfaatan aset daerah.
“Program ini tidak hanya mengamankan aset daerah, tetapi meningkatkan nilai guna aset, sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tandas dia. (kaf)
















