JAKARTA, fornews.co — Di tengah ketegangan geopolitik global pemerintah menyatakan destinasi wisata Indonesia tetap dalam kondisi aman dan menerima kunjungan wisatawan.
Di tengah ketegangan geopolitik global yang berdampak pada mobilitas internasional, situasi di kawasan Timur Tengah terus dipantau karena berpotensi mempengaruhi arus perjalanan melintasi negara.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakilnya Ni Luh Puspa, menekankan bahwa pariwisata merupakan sektor yang sangat sensitif terhadap dinamika mobilitas internasional.

Situasi global tersebut mendorong pemerintah menetapkan langkah-langkah adaptasi. Pihaknya menyatakan pemerintah melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan global guna memastikan stabilitas sektor pariwisata.
Mengetahui hal itu, Kementerian Pariwisata terus memperkuat promosi ke kawasan dengan akses perjalanan yang lebih stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.
Pendekatan ini mencakup perluasan kampanye digital, penguatan agenda promosi lintas negara, serta dorongan agar wisatawan domestik semakin aktif menjelajahi destinasi di dalam negeri.

Di sisi lain, pemerintah memastikan wisatawan yang terdampak gangguan penerbangan akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah tetap mendapatkan layanan dan pendampingan hingga perjalanan dapat dilanjutkan.
Secara kinerja, sektor pariwisata nasional menunjukkan awal tahun yang cukup menjanjikan. Pada Januari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama mencapai sekitar 1,01 juta kunjungan.
Malaysia tercatat sebagai penyumbang terbesar, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Komposisi ini menampilkan perpaduan pasar tradisional dan pasar strategis yang terus dipertahankan.
Perjalanan wisatawan nusantara pada periode yang sama mencapai 102,04 juta perjalanan. Angka tersebut sedikit terkoreksi dibandingkan tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh posisi Januari yang berada di antara dua musim libur besar.

Namun, pemerintah memperkirakan pergerakan domestik akan kembali meningkat menjelang momentum liburan seperti Imlek dan Lebaran, seiring bertambahnya paket wisata yang ditawarkan pelaku industri.
Sementara itu, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri juga mengalami kenaikan sekitar 1,65 persen atau mendekati satu juta perjalanan.
Destinasi utama masih didominasi Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura. Meski demikian, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tetap lebih tinggi, sehingga neraca devisa pariwisata masih menunjukkan tren positif.

Upaya memperkuat fondasi sektor ini juga dilakukan melalui berbagai agenda strategi. Dalam Rapat Koordinasi Nasional pemerintah pusat dan daerah, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai kerangka peningkatan kualitas destinasi wisata secara menyeluruh.
Kolaborasi dengan pelaku industri juga terus diperkuat melalui dialog bersama puluhan pelaku usaha pariwisata di Bali. Di tingkat destinasi, pemerintah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kawasan wisata budaya di Semarang untuk memastikan kesiapan memulai kunjungan pada musim liburan.
Menjelang Lebaran, pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk mengelola peningkatan mobilitas masyarakat. Salah satunya melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat ekonomi domestik yang diperkirakan dapat menurunkan harga tiket hingga sekitar 17–18 persen.

Pada saat yang sama, upaya mitigasi risiko terus diperkuat melalui pendataan lebih dari 4.700 daya tarik wisata yang memiliki potensi kerawanan bencana. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memastikan keselamatan wisatawan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan destinasi.
Penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus melalui pembukaan seleksi mahasiswa baru di jaringan politeknik pariwisata nasional untuk tahun akademik 2026/2027.
Dengan rangkaian langkah tersebut, pemerintah berupaya menjaga laju pertumbuhan pariwisata tetap stabil di tengah global, sekaligus mendorong transformasi sektor ini menjadi lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

















