SEKAYU, fornews.co – Koperasi Unit Desa (KUD) di Muba yang bergerak di bidang usaha kelapa sawit kian berkembang dan tampak lebih profesional. Perkembangan ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.
Menurut Beni, sebagian besar KUD saat ini memang sudah berbeda jauh dengan masa lalu, apalagi sejak bergulirnya program revitalisasi KUD.
Ditambah dengan Program Nawacita Presiden RI Joko Widodo sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib tanaman sawit milik masyarakat di Indonesia, maka digelontorkan Program Replanting Sawit bagi Sawit Rakyat dan sebagai pioner dilaksanakan di Kabupaten Muba tepatnya di Kecamatan Sungai Lilin.
Saat ini, imbuh Beni, banyak KUD sudah memiliki pengurus yang profesional dan berdedikasi tinggi yang berujung pada peningkatan kinerja KUD secara menyeluruh, termasuk KUD Sawit. Dan hari ini terbukti KUD Sejahtera Babat Toman yang bergerak di bidang usaha kelapa sawit dilakukan penilaian dan pengecekan fisik langsung oleh KUPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSB) Tanaman Perkebunan Provinsi Sumsel, guna melegalkan bibit tanaman kelapa sawit.
Pada kesempatan ini, Beni didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muba mengunjungi lokasi pembibitan KUD Sejahtera Babat Toman, di Desa Ulak Kembang, Kecamatan Batanghari Leko, Selasa (02/07).
“Saya apresiasi sistem kinerja pengelola KUD di sini karena mengawal langsung dalam pengiriman bibit sampai kepada pemeliharaan bibit hingga usia tiga bulan. Hari ini akan dinilai kesesuaian dan kecocokan bibit yang berkualitas, ini penting untuk membangun kebun sawit yang berkualitas, karena diperlukan juga pengecekan untuk mendapatkan standarisasi,” kata Beni.
Beni mengatakan, Pemkab Muba ingin agar replanting berjalan sukses. Tidak hanya sukses di daerah Muba Bagian Timur saja, tapi harus juga merambah ke seluruh wilayah Kabupaten Muba.
“Poin plus bagi KUD Sejahteta di sini bibit sudah menyediakan sendiri. Kalau dulu saat replanting di Sungai Lilin bibit membeli dari luar. Namun ini karena kalian menyiapkan sendiri, saya yakin program replanting di sini akan lebih baik,” tutur Beni.
Beni juga menegaskan, Pemkab Muba akan mengawal proses replanting ini agar betul-betul berjalan dengan baik, karena menyangkut keberlangsungan kehidupan 25 tahun ke depan. Jika salah bibit maka membunuh harapan para petani kelapa sawit, apalagi jika sampai ada bibit sawit tidak berbuah.
Dikatakan Beni bahwa perlu dipikirkan juga bagaimana nasib 1500 KK ini setelah dilakukan replanting terhadap kebunnya, karena sawit ini baru akan berbuah 2-3 tahun yang akan datang. Jadi didorong alternatif usaha produktif, penghasilan bagi masyarakat ini selain mengisi waktu selama pembibitan, pemiliharaan sampai adanya buah hasil replanting.
Sementara itu, dalam laporan Ketua KUD Sejahtera Babat Toman, Thamrin mengatakan bahwa, luas lahan pembibitan milik KUD Sejahtera seluas 23 hektar dengan jumlah bibit sebanyak 18.000, terdiri dari 1500 anggota. Adapun jenis bibit kelapa sawit yang dikelola saat ini merupakan jenis VV540 dan Bibit Simalungun didatangkan dari PPKS Medan Provinsi Sumatra Utara.
“Penilaian dan pengecekan fisik tanaman oleh KUPTD BPSB Provinsi Sumsel perlu dilakukan untuk legalitas penjualan benih. Jika tidak ada rekomendasi dari KUPTD BPSB Provinsi Sumsel maka bibit milik KUD Sejahtera tidak ada legalitas dan tidak bisa digunakan untuk program replanting nantinya, ” kata Thamrin.
Dikatakannya juga, kebun milik anggota KUD Sejahtera akan melakukan replanting seluas 3000 hektar, dibagi menjadi tiga tahap. Untuk tahap pertama sekitar 800 – 1000 hektar pengajuan untuk 270 sampai 300 KK warga Babat Toman.
“Di sini kami mengawasi mulai dari awal pengambilan bibit, evaluasi jarak, dan untuk menjaga kualitas bibit kami bahkan jemput bola ke Medan. Kita juga kawal saat bibit datang hingga ke bandara. Kualitas bibit kita tidak boleh main-main, karena ke depan kebun kami harus jadi kebun terbaik. Kita tidak hanya mengganti tanaman, tapi berkebun dengan efektivitas,” ungkapnya.
“Untuk sekarang KUD Sejahtera belum dapat bermitra dengan masyarakat, namun setelah target keseluruhan 3000 ha telah ditanami dengan 3 tahap, barulah kami siap bermitra dengan masyarakat, karena kualitas bibit harus standar agronomi pembibitan,” pungkasnya.(bas)
















