YOGYAKARTA, fornews.co--Lebih dari 40 karya rupa seniman Yogyakarta dipamerkan secara daring.
Pameran seni rupa bertema “Resoilnation Art for Sustainable Farming” merupakan gerakan memadukan seni dan pertanian.
Pameran selama dua bulan itu digelar secara virtual melalui resoilnation.id oleh Koperasi Seniman dan Budayawan (Koseta) Yogyakarta.
Direktur Program Resoilnation Art for Sustainable Farming, Risang Yuwono, mengungkapkan hasil pameran akan digunakan untuk membuka lahan pertanian.
Gerakan ketahanan pangan melalui pameran seni rupa itu diharapkan dapat membantu para petani.
“Ini momentum bagi kami, agar tidak hanya mencari kepuasan pribadi, tetapi juga untuk hal yang lebih bermakna di tengah krisis,” kata Risang Yuwono.
Nantinya, lahan yang akan dibuka berada di Wukirsari, Sleman, DIY.
Lahan yang sudah dibuka akan diolah oleh petani secara maksimal untuk memastikan ketahanan pangan bersama.

Pameran dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, di Eclipse Hotel Prawirotaman, Sabtu kemarin.
Menurut Heroe Poerwadi, gagasan para seniman itu menunjukkan masyarakat Yogyakarta yang sebenarnya.
Mengekspresikan diri pada masa pandemi dengan pameran secara virtual yang sekaligus gerak modal sosial Yogyakarta.
“Seni dan ketahanan pangan adalah dua hal yang berbeda, justru ini merupakan ciri khas sosial masyarakat Yogyakarta,” ungkapnya.
Gerakan memadukan seni dan pertanian itu menjadi hal yang luar biasa karena berangkat dari kesadaran untuk saling membantu.
“Ini masyarakat Yogya yang sebenarnya, bergerak dengan inisiatif sendiri dan kami sangat apresiasi,” ucapnya.
Sebagai pejabat pemerintahan, Heroe Poerwadi, berharap Program itu menjadi awal berjalannya tatanan baru.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi kebangkitan kita semua,” pungkasnya.

Wukirsari berada di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Desa ini pernah masuk dalam nominasi Desa Terbaik Nasional pada tahun 2018 berkategori prakarsa dan inovasi desa.
Bahkan, Desa Wukirsari telah mengembangkan Program Konservasi Burung Hantu
Pengembangan itu dilakukan untuk memberantas hama tikus.
Hasilnya terbukti mampu meningkatkan produksi gabah di Desa Wukirsari hingga pulunan ton. (adam)

















