PALEMBANG, fornews.co – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristektinggi) Mohammad Nasir mengatakan, menghadapi era revolusi industri 4.0, dosen-dosen (pengajar) di perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Politeknik dan program vokasi harus melakukan perubahan Kurikulum.
“Agar tidak ketinggilan dosen-dosen harus diupgrade baru mahasiswa. Saya sampaikan kepada Direktur Politeknik, Ketua Program Vokasi yang ada di seluruh Indonesia atau di Palembang, mereka harus melakukan perubahan kurikulum yang lebih baik,” ujarnya usai menghadiri pembukaan Simposium Nasional Akuntansi Vokasi (SNAV) ke-8 dan Olimpiade Akuntansi vokasi (OAV) Ke-3, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (18/06).
Menurutnya, penguasaan terhadap teknologi merupakan senjata utama untuk berperang. Dengan dosen-dosen meng-upgrade dirinya dengan pengetahuan – pengetahuan dan keterampilan yang berbasis teknologi, maka ilmu tersebut bisa ditularkan kepada mahasiswa agar kelak bisa siap pakai ketika nanti lulus dari perguruan tinggi.
“Di era Revolusi Industri 4.0, semua sudah serba digital dan kalau tidak mengarah ke sana, akan ketinggalan,” tandasnya.
Tak cukup sampai di situ saja, dari segi fasilitaspun, universitas sudah harus mengubah pelayanan yang ada, seperti adanya Wifi Gratis di kampus yang dapat di akses dengan mudah oleh mahasiswa dalam akses Internet. “Kampus yang tidak memiliki Wifi, itu Museum,” singgungnya.
Begitu tantangan ke depan yang akan dihadapi jauh lebih dahsyat. Mahasiswa perlu dipersiapkan untuk menyelasaikan permasalahan sesuai dengan perkembangan zaman, menghadapi tantangan di luar agar tidak kaget dan ketinggilan. (irs)
















