MARTAPURA, fornews.co – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama Majelis Taklim XL meluncurkan Smartfarm Academy di dua desa yang berada di wilayah Kabupaten OKU Timur dan OKU Selatan. Program ini sebagai upaya IZI untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan yang sering terjadi di kalangan petani.
Program Smartfarm Academy pertama kali diluncurkan tahun 2019 dan hingga saat ini merupakan program ke-9. Program tahun 2021 di Sumatra Selatan ini juga menjadi yang pertama di luar Pulau Jawa dengan 25 penerima manfaat yang akan dibina selama satu tahun penuh baik dalam spiritual pertanian, sosial entrepreneur, dan teknologi pertanian.
Adapun daerah yang mendapatkan program Smartfarm Academy ini yakni Desa Dadi Rejo, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur dengan 15 penerima manfaat. Sedangkan daerah lainnya yaitu Desa Ruos, Kecamatan Buay Rawah, Kabupaten OKU Selatan. Mayoritas petani yang menerima bantuan adalah dari kalangan petani milenial yang umurnya masih sangat produktif karena sesuai dengan target jangka panjang program ini.
“Kekuatan ekonomi harus datang dari desa dan itu adalah pertanian. Kaum milenial juga harus berperan aktif dalam merubah mind set tentang pertanian. Pendampingan dilakukan selama 12 bulan mulai dari pembuatan lahan sampai ke tahap pemasaran menjadi bentuk pertanggungjawaban kita memastikan para penerima manfaat nantinya akan membuahkan hasil yang maksimal,” ujar Pimpinan Cabang IZI Sumsel, Adin Sampurna, Minggu (4/4/2021).
Sekdes Dadi Rejo, Nurianto mengatakan, Pemerintah desa sangat mendukung adanya program ini. Sebab program ini bermanfaat untuk kemajuan perekonomian desa dan mendorong kemakmuran dan kesejahteraan warga desa.
Ketua Majelis Taklim XL, Nashrul Hendarsyah mengharapkan, program ini bisa berjalan lancar dan para penerima manfaat bisa menjalankan semua tahapan-tahapan dan mengikuti proses serta bisa menghasilkan sesuai dengan ekspektasi dan menghasilkan nilai ekonomis.
“Harapannya juga bukan hanya program pembinaan biasa yang dilakukan tapi ada dari sisi rohani yang didapatkan dari program ini. Program ini akan terus berjalan sampai beberapa tahun ke depan bukan hanya setahun, biar manfaatnya lebih terasa,” tuturnya. (ije)

















