PALEMBANG, fornews.co-Bisnis agen perjalanan umroh di Sumsel ternyata juga turut terdampak selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melanda Indonesia.
Mulai dari harus mengurangi gaji pegawai hingga 50 persen dan ada yang menyetop kerja pegawai, sampai-sampai ada yang harus banting setir agar bisnis mereka tetap bertahan.
Ketua DPD Asoasiasi Sarikat Penyenggara Umroh Dan Haji Indonesia (Sapuhi) Sumsel, H Muhammad Haris Nur, SE menceritakan, pada tanggal 27 Februari 2020 lalu, pihak agen travel umroh sudah mendapat informasi dari Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia, khususnya provider-provider visa, menyampaikan bahwa semua visa yang sudah dibuat untuk keberangkatan umroh dibatalkan.
Dari situ, ada beberapa travel umroh baik di satu asosiasi maupun lintas asosiasi lainnya dilanda kebingungan. Karena dengan visa perjalanan yang saat itu sudah tertempel, belum tahu solusi terhadap bagaimana dengan jamaah yang belum berangkat, hotel yang sudah terboking, serta tiket yang telah terbayar oleh mereka.
“Tapi Alhamdulillah, seluruh biaya yang di keluarkan oleh pihak travel tidak hangus. Dalam arti, untuk tiket pesawat bisa di reskedul, ada juga biaya yang bisa di refund. Begitu juga hotel-hotel baik di Mekah maupun Madinah, juga bisa di reskedul,” ujar dia, Rabu (8/7).
Pemilik agen perjalanan umroh Fairuz Tour (PT Dzahabi Fairuz Al-Haris) itu mengungkapkan, bahwa ada juga pada tanggal 27 Februari lalu itu, keberangkatan jamaah umroh dari Palembang.
“Sekali lagi, Alhamdulillah kedatangan mereka tanah suci diterima, itu yang menggunakan maskapai Lion. Namun yang naik pesawat Scoot tidak diterima, karena mereka lewat Singapura,” ungkap dia.
Hingga hari ini, terang Haris, belum ada satu pun keberangkatan jamaah umroh yang dilaksanakan kawan-kawan travel di Sumsel. Terlebih, khusus travel Fairuz Tour sendiri sudah ada 4 grup yang tertunda sejak Februari lalu.
Nah, selama masa pandemi COVID-19 ini, papar Haris, membuat agen travel umroh tidak ada aktivitas sama sekali. Sehingga ada beberapa rekan sesama agen travel yang mencari inisiatif sendiri agar tetap ada pemasukan.
“Ada yang sempat jual air zam-zam, kurma, dan lain-lain. Jadi ya ada yang banting setir lah untuk menghidupi kelurga dan karyawan. Mungkin ada juga travel-travel umroh yang menyetopkan pegawai untuk sementara, memotong gaji pegawai hingga 50 persen. Tapi Alhamdulillah, karyawan travel juga mengerti dengan kondisi seperti ini. Karena ini dampak global dari COVID-19, bukan hanya kita,”papar dia.
Pria yang juga hobi sepak bola ini menyebut, agen travel Fairuz Tour miliknya sendiri merasakan dampak luar biasa selama masa pandemi COVID-19 ini.
“Ya kita kehilangan pemasukan hingga 100 persen, tidak ada pemasukan sama sekali. Biaya yang selama ini kita keluarkan itu dari tabungan pribadi kita. Jamaah juga tidak mau menyetor, semua kan pada takut,” kata dia, seraya menambahkan, dalam satu bulan, Fairuz Tour bisa memberangkatkan rombongan jemaah umroh ke Tanah Suci hingga dua hingga tiga kali.
Terkait musim haji ini, Haris mengatakan, memang dari Kerajaan Saudi Arabia sudah menyampaikan untuk tahun ini tidak menemerima calon-calon jamaah haji dari luar negara mereka.
“jadi sekarang ini mereka menyelenggarakan ibadah haji khusus untuk warga negara Saudi Arabia, dan mungkin warga negara luar yang sudah menetap di Saudi Arabia. Itu juga terbatas, tak bisa banyak,” tandas dia. (aha)
















