KAYUAGUNG, fornews.co – Rencana awal titik jembatan penghubung Sumatra Selatan dan pulau Bangka di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI tampaknya akan berubah. Sebab dari hasil rapat koordinasi Kementerian PUPR dengan masing-masing Pemda, Kamis (18/07), diketahui titik pangkal jembatan akan digeser ke Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI.
Ternyata hal itu merupakan usulan dari Pemprov Bangka Belitung melalui Dinas PUPR-nya. Sebab dari hasil studi pra-kajian Jembatan Bangka-Sumsel yang dilakukan tim dari Dinas PUPR Babel, didapati tiga alternatif titik lokasi yang mungkin dikembangkan baik dari sisi pulau Bangka maupun sisi pulau Sumatra.
Pertama, di Tanjung Punai, yang berada di antara Kecamatan Muntok dan Desa Kundi ke Juru Taro, Kabupaten Banyuasin di sisi Sumsel dengan panjang rencana jembatan sekitar 22,6 kilometer. Kedua, titik alternatifnya Tanjung Pura, Bangka Tengah, sedangkan untuk sisi Sumatra adalah di Sungai Batang dengan rencana panjang jembatan 23,1 km. Ketiga, adalah di Desa Sebagin, Bangka Selatan, dan di sisi Sumsel berhubungan dengan Tanjung Tapa, Air Sugihan Ogan Komering Ilir (OKI) dengan panjang jembatan yang lebih pendek yakni 15,2 km.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten OKI, Hafidz mengatakan, jika dilihat pada opsi ketiga memang kondisi jembatan ini relatif lebih pendek. “Kalau lihat kajian awal ini, Tanjung Tapa lebih potensial (dibangun) karena jarak tempuh lebih pendek,” ungkap Hafidz, Jumat (19/07).
Menurut Hafidz, rencana ini sangat disetujui oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Hanya saja lanjutnya, menteri meminta agar Pemerintah Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung melakukan feasibility study yang baik dan kuat terlebih dahulu.
“Itu karena menteri sudah menyetujui pembangunan dilakukan dengan dana APBN secara keseluruhan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada pertemuan Juni lalu antara Gubernur Sumatra Selatan, Gubernur Bangka Belitung, Bupati Bangka Selatan, dan Bupati OKI, disepakati mengirimkan surat resmi kepada Presiden agar pembangunan jembatan tersebut dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional (PSN).
“Memang saran Menteri Basuki, masing-masing Pemda (Bangka Selatan di Babel dan OKI di Sumsel) harus mengirim surat kepada Presiden Jokowi setelah pertemuan ini (soal jembatan Sumsel-Babel),” tandasnya. (rif)
















