FORNEWS.CO – Nama Cristiano Ronaldo bisa saja disebut salah satu legenda dari tim raksasa Inggris, Manchester United (MU). Dia (Ronaldo) cukup banyak berkontribusi terhadap tim yang berjuluk Setan Merah ini.
Namun, meskipun demikian pemain yang membela MU selama lebih kurang enam tahun dengan 214 caps (penampilan) ini tak pernah mendapat kepercayaan untuk memimpin rekan-rekannya di dalam lapangan sebagai kapten tim.
Ternyata, pelatih MU kala itu, Sir Alex Ferguson memiliki alasan tersendiri dengan tetap memberikan ban kapten tersebut kepada Gary Neville dan Ryan Giggs secara bergantian sebagaimana diungkap Gary Nevile seperti dikutip Sky Sport.
Saat itu Manchester dihuni oleh beberapa pemain berkualitas. Selain Ronaldo dan Rooney, ada juga sosok hebat seperti Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, serta Edwin van der Sar. Kendati demikian, ban kapten tersebut tak pernah lepas dari lengan Neville.
Namun Neville sendiri pernah merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk mengemban tugas tersebut. Neville sempat dilanda cedera panjang dan karena tidak bisa berada di lapangan, ia pun merasa bahwa dirinya tidak melakukan tugasnya sebagai kapten tim.
“Saya menghampiri Sir Alex di tempat latihan dan berkata, ‘Saya tidak merasa pantas untuk menjadi kapten lagi. Saya tidak berada di level yang bisa bersaing di tim ini,” katanya sambil mengenang momen-momen bersama sang pelatih dan para pemain.
Akan tetapi, lanjut Neville saat itu Sir Alex tetap memberikan ban kapten itu kepadanya. “Dia bilang, ‘anda harus tetap mengenakan ban kapten itu, anakku’. Alasan dia memberinya ke saya: ‘Anda dan Giggs akan saling bergantian. Jika saya memberinya ke Ronaldo, Rooney akan marah. Jika saya memberinya ke Rooney, Ronaldo bisa kesal. Bila diberikan ke Vidic, Ferdinand takkan senang,” ujarnya menirukan.
Neville tidak bisa menolak hingga akhirnya ban kapten itu bergantian dikenakan olehnya dan juga Giggs, yang juga merupakan pemain senior di Manchester United kala itu. “Saya dan Giggs memakainya selama tiga atau empat tahun murni karena persahabatan di ruang ganti. Kami ibarat polisi, negarawan tua. Sir Alex ingin memastikan bahwa tim yang diutamakan. Meskipun saya merasa sudah tidak pantas untuk menjadi kapten pada tahap itu,” pungkasnya. (rif)

















