JAKARTA, fornews.co – Meski jumlah pasien sembuh COVID-19 terus bertambah, namun angka konfirmasi kasus positif belum juga berkurang.
“Update COVID-19 per 19 April 2020 pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 327 kasus positif sehingga total 6.575. Pasien sembuh bertambah 55 orang menjadi 686 dan pasien meninggal menjadi 582 setelah bertambah 47 orang,” ujar juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (19/04).
Menurut Yuri, data akumulasi dari kepala dinas kesehatan provinsi yang dihimpun dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota per Minggu (19/04), ODP sebanyak 178.883 dan PDP 15.646.
“Jumlah PDP ini merupakan yang disiapkan untuk dikonfirmasi hasil laboaratoriumnya dengan pemeriksaan real time PCR. Hasilnya bisa positif dan kita masukkan ke konfirmasi positif COVID-19, namun yang negatif akan kita keluarkan dari daftar PDP dan kita yakini pasien ini bukan dalam pengawasan COVID-19,” kata Yuri.
Di sisi lain, Yuri menyampaikan, laboratorium yang aktif memeriksa spesimen saat ini ada sebanyak 35 laboratorium. Bahkan untuk semakin mengoptimalkan kinerja laboratorium dalam melakukan pemeriksaan spesimen akan ada tambahan reagen COVID-19.
“Nanti malam akan ada tambahan reagen yang tiba dan langsung didistribusikan ke seluruh laboratorium jejaring untuk mengoptimalkan laboratorium yang dimiliki,” tutur Yuri.
Adapun uji PCR yang dilakukan kepada 42.219 orang dengan jumlah spesimen lebih dari 47.000 memperoleh hasil akumulatif positif 6.575 kasus dan negatif 35.644 kasus.
Yuri menegaskan, Pemerintah meminta seluruh masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam penanganan COVID-19 terutama di tahap pra rumah sakit dengan memutuskan penularan COVID-19. Masyarakat diminta untuk memastikan tidak tertular dan tidak menulari.
“Caranya tetap tinggal di rumah. Selain itu, mari kita sebarluaskan penggunaan masker dengan slogan maskerku melindungi kamu, maskermu melindungi aku,” ujarnya.
“Hargai dan bantu mereka yang melaksanakan isolasi mandiri. Jangan mendiskriminasikan pasien COVID-19 yang telah sembuh. Keberhasilan membendung COVID-19 akan sangat mempengaruhi beban perawatan di rumah sakit. Semakin banyak pasien yang dirawat akan semakin berat beban kita untuk menurunkan jumlah yang sakit dan meninggal karena COVID-19,” imbuh Yuri.
Maka dari itu, lanjut Yuri, Pemerintah mengajak seluruh masyarakat lawan COVID-19 dengan meningkatkan imunitas diri, makan yang bergizi, sabar dan tenang, istirahat yang cukup dan teratur. Kemudian tidak panilk dan jaga perasaan tetap bergembira.
“Jaga jarak, pakai masker, jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir,” tukasnya. (ije)
















