KAYUAGUNG, fornews.co – Sempat viral di facebook beberapa waktu lalu, Riski (6) bocah asal Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung oleh pemerintah setempat, Jumat (05/04) dinihari.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal di rumah sakit pemerintah tersebut diketahui kondisi anak pasangan Antoni dan Eva ini hanya mengalami demam dan kekurangan cairan akibat kelelahan.
“Semalam kita baru dapat informasi ini dan langsung menuju ke rumah warga Desa Anyar ini. Awalnya orang tua pasien sempat menolak, dengan alasan kesibukan mereka sehari-hari yang bekerja di kebun dan memiliki anak kecil. Tapi setelah dibujuk bersama tokoh masyarakat setempat akhirnya mereka bersedia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis, Jumat (05/04).
Menurut Lubis, hasil pemeriksaan sementara oleh dokter umum, pasien hanya mengalami demam biasa akibat kelelahan. Selain itu pasien ini juga tidak mau makan, sehingga kekurangan cairan.
“Menurut informasi orang tuanya, pasien ini habis tampil di suatu kegiatan di sekolahnya, jadi kelelahan dan akhirnya demam. Tapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa walaupun sudah demam sepekan lebih,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Kepala TU RSUD Kayuagung, Fuad saat dikonfirmasi menjelaskan, memang saat ini Riski telah dirawat di RSUD Kayuagung. Terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter anak pagi ini dikatakannya masih ada di laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
“Sekarang lagi diperiksa di laboratorium. Untuk kondisi anak memang lemah, karena sudah lebih dari satu minggu ini demam dan tidak mau makan. Cairannya juga sedikit,” ungkap Fuad.
Terkait fasilitas kesehatan yang digunakan, lanjut Fuad, memang saat ini yang bersangkutan menggunakan kelas umum karena belum masuk dalam peserta BPJS. Akan tetapi keluarga pasien ini menurutnya tidak perlu khawatir untuk pembiayaan.
“Orang tuanya mengeluh tidak ada biaya, tapi kami katakan jangan dulu pikirkan biaya yang penting anaknya sehat. Sudah kami minta untuk persyaratan seperti KK dan surat keterangan tidak mampu dari Kades, sekarang sedang diurus,” jelasnya.
Mengenai isu yang berkembang adanya dugaan bahwa anak ini mengalami kekurangan gizi dan sakit menahun, Fuad menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan yang mendukung diagnosis tersebut. “Tafsiran belum ke situ, belum lama tadi saya sudah koordinasi dengan bagian anak,” tambah Fuad.
Sementara itu, Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada netizen yang telah membagikan video bocah ini sehingga cepat ditangani oleh pemerintah daerah. Awalnya, menurut Dedi, kejadian ini memang belum banyak diketahui karena pihak Kepala Desa juga belum melaporkan hal ini.
“Alhamdulillah anak ini sudah diberikan perawatan medis. Kami juga berharap pemerintah desa cepat tanggap dengan permasalahan yang dialami warganya,” kata Dedy. (rif)
Trailer “Suamiku Lukaku” Resmi Dirilis, Soroti Realitas KDRT di Balik Keluarga Harmonis
JAKARTA, fornews.co -- Isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menjadi sorotan lewat karya terbaru dari SinemArt. Rumah produksi tersebut...
Read more
















